<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926</id><updated>2012-02-16T03:24:15.092-07:00</updated><title type='text'>KEHIDUPAN YANG SULIT DI PAHAMI</title><subtitle type='html'>Kehidupan terus berubah. Tanpa memiliki sikap mental untuk MAU BELAJAR &amp;amp; MEMPERBAIKI DIRI dgn konsisten, maka kita cuma akan berjalan di tempat, dan pasti akan &amp;#39;ditelan&amp;#39; oleh zaman. Mari, berjuang bersama untuk mencapai sukses yang kita dambakan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://boyskorean.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>58</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-5840595725552880353</id><published>2011-05-29T09:52:00.002-06:00</published><updated>2011-05-29T10:27:17.914-06:00</updated><title type='text'>NILAI KEHIDUPAN</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-MsFeIw0oVDs/TeJzLknf-fI/AAAAAAAAANQ/tuq7SOjvCZQ/s1600/27.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/www.tianvalas.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;Nilai Kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-MsFeIw0oVDs/TeJzLknf-fI/AAAAAAAAANQ/tuq7SOjvCZQ/s1600/27.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612174728302164466" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 116px; CURSOR: hand; HEIGHT: 167px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-MsFeIw0oVDs/TeJzLknf-fI/AAAAAAAAANQ/tuq7SOjvCZQ/s400/27.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti."Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini," katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. "Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini."Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, "Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya."Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, "Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini."Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, "Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain".Segera timbul kesadaran baru. "Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain".Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;=================================================&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri.Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.Maka, jangan melayani perasaan negatif. Usir segera. Biasakan memelihara pikiran positif, sikap positif, dan tindakan positif. Dengan demikian kita akan menjalani kehidupan ini penuh dengan syukur, semangat, dan sukses luar biasa!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-5840595725552880353?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/5840595725552880353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/5840595725552880353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2011/05/nilai-kehidupan.html' title='NILAI KEHIDUPAN'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-MsFeIw0oVDs/TeJzLknf-fI/AAAAAAAAANQ/tuq7SOjvCZQ/s72-c/27.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-5681445893395084953</id><published>2011-04-08T15:55:00.002-06:00</published><updated>2011-04-08T16:00:34.996-06:00</updated><title type='text'>Sejarah Berdirinya Kerajaan Majapahit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Bt2klqnwBBk/TZ-FT10PxkI/AAAAAAAAANI/j4LHU9tLz20/s1600/Untitled-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 344px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Bt2klqnwBBk/TZ-FT10PxkI/AAAAAAAAANI/j4LHU9tLz20/s400/Untitled-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593335838127670850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sesudah Singhasari&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengusir Sriwijaya dari Jawa&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;secara keseluruhan pada&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tahun 1290 , Singhasari&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menjadi kerajaan paling kuat&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di wilayah tersebut. Hal ini&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menjadi perhatian Kubilai&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Khan , penguasa Dinasti&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yuan di Tiongkok . Ia&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengirim utusan yang&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bernama Meng Chi [9] ke&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Singhasari yang menuntut&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;upeti . Kertanagara ,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;penguasa kerajaan Singhasari&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang terakhir menolak&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;untuk membayar upeti dan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mempermalukan utusan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tersebut dengan merusak&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;wajahnya dan memotong&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;telinganya. [9] [10] Kublai&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Khan marah dan lalu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;memberangkatkan ekspedisi&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;besar ke Jawa tahun 1293.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika itu,Jayakatwang,adipati Kediri , sudah membunuh Kertanagara. Atas saran Aria Wiraraja , Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya , menantu Kertanegara, yang datang menyerahkan diri. Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik . Ia membuka hutan itu dan membangun desa baru. Desa itu dinamai Majapahit , yang namanya diambil dari buah maja , dan rasa "pahit" dari buah tersebut. Ketika pasukan Mongol tiba, Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang. Raden Wijaya berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut karena mereka berada di teritori asing. [11] [12] Saat itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin muson agar dapat pulang, atau mereka harus terpaksa menunggu enam bulan lagi di pulau yang asing. Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja, yaitu pada tanggal 10 November 1293. Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana . Kerajaan ini menghadapi masalah. Beberapa orang terpercaya Kertarajasa, termasuk Ranggalawe , Sora , dan Nambi memberontak melawannya, meskipun pemberontakan tersebut tidak berhasil. Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudha lah yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan semua orang terpercaya raja, agar ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan. Namun setelah kematian pemberontak terakhir ( Kuti ), Halayudha ditangkap dan dipenjara, dan lalu dihukum mati. [12] Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309. Anak dan penerus Wijaya, Jayanegara , adalah penguasa yang jahat dan amoral. Ia digelari Kala Gemet , yang berarti "penjahat lemah". Pada tahun 1328 , Jayanegara dibunuh oleh tabibnya, Tanca. Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya, akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi pendeta wanita. Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit. Selama kekuasaan Tribhuwana, kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di daerah tersebut. Tribhuwana menguasai Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Ia diteruskan oleh putranya, Hayam Wuruk . Kejayaan Majapahit Hayam Wuruk, juga disebut Rajasanagara, memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389 . Pada masanya Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya, Gajah Mada . Di bawah perintah Gajah Mada ( 1313-1364) , Majapahit menguasai lebih banyak wilayah. Pada tahun 1377 , beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada, Majapahit melancarkan serangan laut ke Palembang , [2] menyebabkan runtuhnya sisa-sisa kerajaan Sriwijaya . Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII- XV, daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra , semenanjung Malaya , Borneo , Sulawesi , kepulauan Nusa Tenggara , Maluku , Papua , dan sebagian kepulauan Filipina [13] . Namun demikian, batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah- daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit, tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja [14] . Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa , Kamboja , Siam , Birma bagian selatan, dan Vietnam , dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok . [14] [2] Jatuhnya Majapahit Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14 , kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. Tampaknya terjadi perang saudara ( Perang Paregreg ) pada tahun 1405-1406 , antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. Demikian pula telah terjadi pergantian raja yang dipertengkarkan pada tahun 1450- an, dan pemberontakan besar yang dilancarkan oleh seorang bangsawan pada tahun 1468 [ 7] . Dalam tradisi Jawa ada sebuah kronogram atau candrasengkala yang berbunyi sirna ilang kretaning bumi . Sengkala ini konon adalah tahun berakhirnya Majapahit dan harus dibaca sebagai 0041 , yaitu tahun 1400 Saka , atau 1478 Masehi . Arti sengkala ini adalah “sirna hilanglah kemakmuran bumi”. Namun demikian yang sebenarnya digambarkan oleh candrasengkala tersebut adalah gugurnya Bre Kertabumi , raja ke-11 Majapahit, oleh Girindrawardhana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-5681445893395084953?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/5681445893395084953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/5681445893395084953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2011/04/sejarah-berdirinya-kerajaan-majapahit.html' title='Sejarah Berdirinya Kerajaan Majapahit'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Bt2klqnwBBk/TZ-FT10PxkI/AAAAAAAAANI/j4LHU9tLz20/s72-c/Untitled-2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-2005307934961877277</id><published>2011-01-19T22:00:00.003-07:00</published><updated>2011-01-19T22:19:29.472-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana penilaian anda pada seorang yang bekerja sebagai MARKETING?????</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TTfDCM8HvfI/AAAAAAAAAM0/WWX1LE-CpBM/s1600/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 349px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TTfDCM8HvfI/AAAAAAAAAM0/WWX1LE-CpBM/s400/Untitled-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564130307240082930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:16pt;" &gt;Bagaimana penilaian anda pada seorang yang bekerja sebagai MARKETING?????&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Kadang anda seorang yang punya gaji pas-pas aja udah sedikit sombong, tapi mungkin anda tidak pernah membayangkan gaji seorang marketing yang tanpa batas….&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Gaji seorang marketing memang terbentur dari omset market mereka, tapi cobalah lihat gambaran situasi gaji dibawah ini:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Tukang cuci &lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Rp. 600.000/bln s/d Rp. 1.000.000/bln&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;SPG/SPB&lt;span style=""&gt;                     &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Rp. 750.000/bln s/d Rp. 1.250.000/bln&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Pabrik&lt;span style=""&gt;                         &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Rp. 900.000/bln s/d Rp. 1.500.000/bln&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent: -0.25in; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;PNS&lt;span style=""&gt;                             &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Rp. 1.250.000/bln s/d Rp. 2.000.000/bln&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Semua gaji di atas sangatlah sulit untuk kebutuhan hidup Pribadi anda, Jika anda ingin hidup yang benar benar punya rencana / bukan asal-asalan maka anda akan memperhitungkan semuanya, ingat JIKA ANDA PUNYA UANG BANYAK KARENA PENINGGALAN ORANG TUA MAKA ITU TIDAK AKAN BISA MEMBUAT KITA BANGGA. TAPI JIKA ANDA PUNYA UANG BANYAK DAN SUCCES ATAS DASAR PERJUANGAN ANDA SENDIRI MAKA KITA AKAN BANGGA SAAT MENCERITAKAN PADA ANAK DAN CUCU KITA KELAK.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Pengeluaran pribadi ANDA tanpa bantuan siapapun dalam 1 bulan :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Makan&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Rp. 450.000/bln&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Kost/air/listrik&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Rp. 500.000/bln&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Transportasi&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Rp. 300.000/bln&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Perlengkapan mandi&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Rp. 50.000/bln&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Fashion &amp;amp; perawatan&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Rp. 150.000/bln&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Snack, rokok, dll&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Rp. 450.000/bln&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Kesehatan&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Rp. 50.000/bln&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Tabungan menikah&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Rp. 300.000/bln x 6 thn ( Rp. 21.600.000 )&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Membantu Ortu&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Rp. 250.000/bln&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Lain-lain &amp;amp; Pacaran&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Rp. 400.000/bln&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoListParagraphCxSpLast"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%; background: none repeat scroll 0% 0% yellow;font-size:12pt;" &gt;Jumlah&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;&lt;u&gt;Rp. 2.900.000/bln&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Nah…. Sadarkah anda dengan ini semua????? Atau jangan jangan hidup anda tanpa perencanaan yang matang??? Ingatlah Manusia hidup rata-rata 60 tahun&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Saat Usia 0 s/d 20 Thn Kita gunakan belajar dan bermain&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Saat usia 20 s/d 40 thn Kita Gunakan untuk mengejar Karier&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Saat Usia 40 s/d 60 Thn Kita Gunakan untuk bersama Keluarga ( Pensiun )&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Bagaimana dengan Gaji anda yang kadang sudah merasa enak dalam kebiasaan hidup dan pekerjaan yang anda miliki sekarang????.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Seorang Marketing yang Biasa-biasa yang pasti dia tekun dan tidak gengsi dilapangan dia mencari uang Rp. 3.000.000/bln itu sangat mudah… tapi terlalu banyak orang yang meremehkan seorang marketing, kadang di usir/ ditolak, di hina kenapa lulusan sarjana kok mau jadi marketing jalan kaki dari pintu ke pintu untuk menawarkan product yang di promosikannya…&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Padahal seorang marketing bisa dalam waktu singkat menjadi seorang Manager yang bergaji 20% dari omset kantor yang di Pimpinnya…. Jadi jangan salah sangka ya jika suatu saat anda yang sudah pernah menghina seorang marketing datang membawa lamaran pekerjaan dan tiba-tiba pemimpin di kantor itu adalah salah seorang marketing yang pernah anda Hina, anda usir, ataupun anda maki-maki dan anda remehkan…&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Tapi Jangan kuwatir karena seorang marketing dia mempunyai yang namanya “jiwa besar”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Oke jangan pernah menyerah dalam Kehidupan ini.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoListParagraph"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 153); font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Kedewasaan mental manusia bukan sekadar diukur dari berapa besar kesuksesan yang mampu dia peroleh, tetapi pada kemampuannya untuk menerima segenap cobaan, kerugian, kekalahan, dan kegagalan dengan "jiwa yg besar", sekaligus mau bangkit berjuang lagi, membuktikan diri mampu meraih kesuksesan!!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-2005307934961877277?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/2005307934961877277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/2005307934961877277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2011/01/bagaimana-penilaian-anda-pada-seorang.html' title='Bagaimana penilaian anda pada seorang yang bekerja sebagai MARKETING?????'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TTfDCM8HvfI/AAAAAAAAAM0/WWX1LE-CpBM/s72-c/Untitled-1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-772565830852211165</id><published>2011-01-02T03:02:00.003-07:00</published><updated>2011-01-02T03:23:01.616-07:00</updated><title type='text'>LATAR BELAKANG TEAM TIANSHANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TSBP81JbCbI/AAAAAAAAAMs/_0bCLXDjSFg/s1600/team%2Bsamrinda.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TSBP81JbCbI/AAAAAAAAAMs/_0bCLXDjSFg/s320/team%2Bsamrinda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557529846652537266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRBC%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRBC%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRBC%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:.5in; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.5in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.5in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:.5in; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:631713236; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1382147124 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l1 	{mso-list-id:1552155647; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:168457062 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Symbol;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Kepemimpinan adalah suatu seni dan ilmu yang harus dipelajari bagi siapapun yang menamakan dirinya seorang PEMIMPIN, karena baik atau buruk Pemimpin ditentukan oleh cakap tidaknya kepemimpinannya. Setiap kali mempelajari Kepemimpinan, baik dari sekolah, baca buku dan lainnya kebanyakan berakhir pada satu kesimpulan Konsep Kepemimpinan pada umumnya rumit, sulit untuk dipahami maupun diterapkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Bagaimana sebenarnya konsep kepemimpinan yang sederhana, mudah dipahami maupun diterapkan dan mempunyai dampak langsung terhadap kinerja Team. Sebenarnya sangat sederhana sekali, Pemimpin sebagai Pelaksana kepemimpinan harus bersedia “MELAYANI” terhadap semua tindakan yang berhubungan dengan tugas dan tanggung jawabnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Kata “MELAYANI”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merupakan suatu karakter pemimpin yang mengandung 3 unsur :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Rasa menyukai sesama manusia, rasa yang lahir karena memahami dan mengerti benar hubungan yang saling bergantung dan dari membutuhkan satu sama lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Kejelasan konsep yang mencerminkan tindakanya atau pelaksanaanya bukan merupakan suatu tuntutan perannya atau lakonnya sebagai seorang “LEADER” karena ini bukan sandiwara/film, tetapi “KEHIDUPAN NYATA” yang sedang dijalani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Memperlakukan dirinya untuk anak buahnya, bukan diperlakukan dirinya untuk dilayani sebagai “BOSS”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Bentuk pelayanan dari seorang Pemimpin terhadap anak buahnya dalam bentuk yang lebih luas dan menyangkut kebijaksanaan Perusahaan ataupun Organisasi secara keseluruhan ada 5 bentuk berikut ini :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Symbol;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Bila seseorang tidak tahu apa yang harus dikerjakannya – beri dia penjelasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Symbol;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Bila seseorang tidak tahu cara mengerjakannya – beri dia pelatihan dan contohkan langsung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Symbol;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Bila seseorang tidak mempunyai keinginan dan hasrat untuk mengerjakan – beri dia Motivasi, Rangsangan dan Gairah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Symbol;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Bila seseorang sudah tahu apa dan bagaimana cara yang harus dikerjakan, memiliki Motivasi dan berkompetisi untuk mengerjakannya – beri dia kesempatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:Symbol;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Bila seseorang sudah mengerjakannya dan memenuhi standar bahkan melebihi – beri dia penghargaan dan apresiasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Sebenarnya bila seorang Pemimpin sudah menjalankan aktivitas tersebut di atas, hasil baiknya pasti adalah bayarannya, karena keberhasilan seseorang, Perusahaan dan Organisasi harus bermula berdasarkan pada aktivitasnya, bukan pada hasilnya. Sudahkah seseorang yang menamakan dirinya “PEMIMPIN” bersedia “MELAYANI” bagi orang-orang disekitar tanggung jawabnya. Bila sudah ternyata Konsep kepemimpinan itu tidak “RUMIT” – Sangat Sederhana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Berawal dari inilah kemudian TIANSHANG mulai mengibarkan bendera Team work di Sebuah Perusahaan Internasional yang terkenal dengan nama DS-MAX ( Direct Selling Maximum ) yang berpusat di Amerika. Kemudian Tianshang memulai mengibarkan bendera team work pada November 2008, kini Tianshang memulai dengan Devisi yang terbaru yaitu Devisi Semi Flayers. Sekarang TIANSHANG sudah berkembang di INDONESIA yaitu di Jakarta, Medan, Palembang, Makasar, Banjarmasin adapun Program Tianshang yaitu berkembang disetiap Kota di seluruh INDONESIA yang dipimpin oleh DEVISIONAL : Mr. CHRISTIAN BUDI NUGRAHA.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Konsep TIANSHANG MARKETING OPPORTUNITY yaitu CONSEP PROMOTION AND ADVERTISING ( Konsep Promosi dan Periklanan ) dengan menggunakan metode terbaru yaitu yang sangat deikenal dengan Konsep Periklanan 2 (dua) Arah. Maka dari itu banyak perusahaan perusahaan memberi kesempatan kepada kita untuk mempromosikan Produk-produk kepada masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Contohnya : Perusahaan OCEAN , HAOSENG, VALENTINO, MASTER CARD, VISA dan masih banyak lagi,maka dari itu lebih dari 10.000 ribu jenis item produk yang di Promosikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;TIANSHANG juga memberikan kesempatan kepada Muda-Mudi diseluruh Dunia yang ingin mengejar Karier bersama TIANSHANG MARKETING OPPORTUNITY, Jika anda ingin bergabung dan bekerja mengejar karier, silahkan menghubungi 08192171299 dengan Mr. TIAN. Adapun Puncak karier disini anda akan menjadi seorang pengusaha tanpa modal uang, tapi modal yang dibutuhkan hanya SEMANGAT, KERINGAT DAN KOMITMENT untuk menjadi Succes dan akhirnya bebas Financial dalam kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:12pt;" &gt;Lamaran Pekerjaan ditujukan kepada TIANSHANG MARKETING OPPORTUNITY, Jl. Letda Sujono Medan Sumatera Utara Indonesia. Atau Telp: 08192171299 dengan Mr. TIAN.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-772565830852211165?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/772565830852211165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/772565830852211165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2011/01/latar-belakang-team-tianshang.html' title='LATAR BELAKANG TEAM TIANSHANG'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TSBP81JbCbI/AAAAAAAAAMs/_0bCLXDjSFg/s72-c/team%2Bsamrinda.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-4415288898251313296</id><published>2010-12-27T08:22:00.002-07:00</published><updated>2010-12-27T08:31:39.093-07:00</updated><title type='text'>Bunga Mawar Di Hati Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TRiwVQ_n5iI/AAAAAAAAAMk/BIbyWomisVk/s1600/tian%2Bterjun.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 280px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TRiwVQ_n5iI/AAAAAAAAAMk/BIbyWomisVk/s320/tian%2Bterjun.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555384019747071522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRBC%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRBC%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRBC%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Cambria; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073741899 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} h1 	{mso-style-priority:9; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-link:"Heading 1 Char"; 	mso-style-next:Normal; 	margin-top:24.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan lines-together; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:1; 	font-size:14.0pt; 	font-family:"Cambria","serif"; 	mso-ascii-font-family:Cambria; 	mso-ascii-theme-font:major-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:major-fareast; 	mso-hansi-font-family:Cambria; 	mso-hansi-theme-font:major-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:major-bidi; 	color:#365F91; 	mso-themecolor:accent1; 	mso-themeshade:191; 	mso-font-kerning:0pt;} span.Heading1Char 	{mso-style-name:"Heading 1 Char"; 	mso-style-priority:9; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:"Heading 1"; 	mso-ansi-font-size:14.0pt; 	mso-bidi-font-size:14.0pt; 	font-family:"Cambria","serif"; 	mso-ascii-font-family:Cambria; 	mso-ascii-theme-font:major-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:major-fareast; 	mso-hansi-font-family:Cambria; 	mso-hansi-theme-font:major-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:major-bidi; 	color:#365F91; 	mso-themecolor:accent1; 	mso-themeshade:191; 	font-weight:bold;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style=""&gt;Suatu ketika, ada seseorang pemuda yang mempunyai sebuah bibit mawar. Ia ingin sekali menanam mawar itu di kebun belakang rumahnya. Pupuk dan sekop kecil telah disiapkan. Bergegas, disiapkannya pula pot kecil tempat mawar itu akan tumbuh berkembang. Dipilihnya pot yang terbaik, dan diletakkan pot itu di sudut yang cukup mendapat sinar matahari. Ia berharap, bibit ini dapat tumbuh dengan sempurna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style=""&gt;Disiraminya bibit mawar itu setiap hari. Dengan tekun, dirawatnya pohon itu. Tak lupa, jika ada rumput yang menganggu, segera disianginya agar terhindar dari kekurangan makanan. Beberapa waktu kemudian, mulailah tumbuh kuncup bunga itu. Kelopaknya tampak mulai merekah, walau warnanya belum terlihat sempurna. Pemuda ini pun senang, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style=""&gt;Diselidikinya bunga itu dengan hati-hati. Ia tampak heran, sebab tumbuh pula&lt;br /&gt;duri-duri kecil yang menutupi tangkai-tangkainya. Ia menyesalkan mengapa&lt;br /&gt;duri-duri tajam itu muncul bersamaan dengan merekahnya bunga yang indah ini. Tentu, duri-duri itu akan menganggu keindahan mawar-mawar miliknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style=""&gt;Sang pemuda tampak bergumam dalam hati, “Mengapa dari bunga seindah ini, tumbuh banyak sekali duri yang tajam? Tentu hal ini akan menyulitkanku untuk merawatnya nanti. Setiap kali kurapihkan, selalu saja tanganku terluka. Selalu saja ada ada bagian dari kulitku yang tergores. Ah pekerjaan ini hanya membuatku sakit. Aku tak akan membiarkan tanganku berdarah karena duri-duri penganggu ini.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style=""&gt;Lama kelamaan, pemuda ini tampak enggan untuk memperhatikan mawar miliknya. Ia mulai tak peduli. Mawar itu tak pernah disirami lagi setiap pagi dan petang. Dibiarkannya rumput-rumput yang menganggu pertumbuhan mawar itu. Kelopaknya yang dahulu mulai merekah, kini tampak merona sayu. Daun-daun yang tumbuh di setiap tangkai pun mulai jatuh satu-persatu. Akhirnya, sebelum berkembang dengan sempurna, bunga itu pun meranggas dan layu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style=""&gt;=====&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style=""&gt;Sahabat, kisah tadi memang sudah selesai. Tapi, ada ada satu pesan moral yang bisa kita raih didalamnya. Jiwa manusia, adalah juga seperti kisah tadi. Di dalam setiap jiwa, selalu ada ‘mawar’ yang tertanam. Allah lah yang meletakkan kemuliaan itu di setiap kalbu kita. Layaknya taman-taman berbunga, sesungguhnya di dalam jiwa kita, juga ada tunas mawar dan duri yang akan merekah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style=""&gt;Namun sayang, ada sebagian dari kita yang hanya melihat “duri” yang tumbuh. Merasakan hanya kelemahan yang ada pada dirinya. Merasa hanya menjadi beban bagi orang lain. Banyak dari saudara kita yang hanya melihat sisi buruk, sehingga dalam menjalani kehidupan ini dipenuhi dengan kepesimisan seolah menolak keberadaan mereka sendiri. Saudara kita itu sering kecewa dengan dirinya dan tidak mau menerimanya. Mereka berpikir bahwa hanya hal-hal yang melukai yang akan tumbuh dari nya. Sehingga menolak untuk “menyirami” hal-hal baik yang sebenarnya telah adadan tak pernah memahami potensi yang dimilikinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style=""&gt;Mereka juga sebenarnya memiliki mawar yang indah di dalam jiwa. Banyak orang yang tak menyadari, adanya mawar itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style=""&gt;Sahabat, jika kita bisa menemukan “mawar-mawar” indah yang tumbuh dalam jiwa itu,&lt;br /&gt;kita akan dapat mengabaikan duri-duri yang muncul. Kita, akan terpacu untuk&lt;br /&gt;membuatnya merekah, dan terus merekah hingga berpuluh-puluh tunas baru akan muncul. Pada setiap tunas itu, akan berbuah tunas-tunas kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, yang akan memenuhi taman-taman jiwa kita. Kenikmatan yang terindah adalah saat kita berhasil untuk menunjukkan pada mereka akan keberadaan mawar-mawar itu, dan mengabaikan duri-duri yang muncul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style=""&gt;Semerbak harumn mawar pada hati mereka akan menghiasi hari-hari kita. Aroma keindahan yang ditawarkannya, adalah layaknya ketenangan air telaga yang menenangkan keruwetan hati. Mari, kita temukan “mawar-mawar” ketenangan, kebahagiaan, kedamaian itu  dalam jiwa-jiwa kita, dan kembali kita bagikan pada mereka yang merasa tersisih dan tersingkir. Mungkin, ya, mungkin, kita akan juga berjumpa dengan onak dan duri, tapi janganlah itu membuat kita berputus asa. Mungkin, tangan-tangan kita akan tergores dan terluka, tapi janganlah itu membuat kita bersedih nestapa. Kebahagiaan kita adalah saat kita menemukan mereka, jiwa-jiwa yang tersisih, jiwa-jiwa yang pesimis, tersenyum bahagia, seolah menemukan udara disaat mereka akan kehabisan oksigen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-4415288898251313296?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/4415288898251313296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/4415288898251313296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/12/bunga-mawar-di-hati-kita.html' title='Bunga Mawar Di Hati Kita'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TRiwVQ_n5iI/AAAAAAAAAMk/BIbyWomisVk/s72-c/tian%2Bterjun.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-8165890378519602939</id><published>2010-12-27T06:59:00.008-07:00</published><updated>2010-12-27T08:09:13.523-07:00</updated><title type='text'>Perbuatan Baik Tidak Pernah Sia-Sia</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div color="transparent" style="overflow: hidden; text-decoration: none; border: medium none;"&gt;&lt;p  style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);font-family:courier new;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();}  catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TRijlKgJUjI/AAAAAAAAAMc/HVzm_a6x4ec/s1600/BROMO%252C%2BTian.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 309px; height: 206px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TRijlKgJUjI/AAAAAAAAAMc/HVzm_a6x4ec/s400/BROMO%252C%2BTian.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555369999231177266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="courier new" style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="courier new" style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="courier new" style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="courier new" style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="courier new" style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRBC%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRBC%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRBC%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Cambria; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073741899 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} h1 	{mso-style-priority:9; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-link:"Heading 1 Char"; 	mso-style-next:Normal; 	margin-top:24.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan lines-together; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:1; 	font-size:14.0pt; 	font-family:"Cambria","serif"; 	mso-ascii-font-family:Cambria; 	mso-ascii-theme-font:major-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:major-fareast; 	mso-hansi-font-family:Cambria; 	mso-hansi-theme-font:major-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:major-bidi; 	color:#365F91; 	mso-themecolor:accent1; 	mso-themeshade:191; 	mso-font-kerning:0pt;} span.Heading1Char 	{mso-style-name:"Heading 1 Char"; 	mso-style-priority:9; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:"Heading 1"; 	mso-ansi-font-size:14.0pt; 	mso-bidi-font-size:14.0pt; 	font-family:"Cambria","serif"; 	mso-ascii-font-family:Cambria; 	mso-ascii-theme-font:major-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:major-fareast; 	mso-hansi-font-family:Cambria; 	mso-hansi-theme-font:major-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:major-bidi; 	color:#365F91; 	mso-themecolor:accent1; 	mso-themeshade:191; 	font-weight:bold;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style=""&gt;Al kisah ada seorang dermawan yg berkeinginan untuk berbuat kebaikan.&lt;br /&gt;Dia telah menyiapkan sejumlah uang yang akan dia berikan kepada beberapa orang yang ditemuinya.&lt;br /&gt;Pada suatu kesempatan dia bertemu dengan seseorang maka langsung saja dia menyerahkan uang yang dimilikinya kepada orang tersebut. Pada keesokan harinya tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan sejumlah uang kepada seorang penjahat beringas. Mendengar kbr ini si dermawan hanya mengatakan” Ya Tuhan aku telah memberikan uang ke pada seorang penjahat”&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Di lain waktu, dia kembali bertemu dengan seseorang, si dermawan pada hari itu juga telah berniat untuk melakukan kebaikan. Ia dengan segera memberikan sejumlah uang kepada orng tersebut. Keesokan harinya tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan uang kpd seorang koruptor. Mendapat kabar ini si dermawan hanya berkata “Ya Tuhan aku telah memberikan uang kepada koruptor”.&lt;br /&gt;Si dermawan ini tidak berputus asa, ketika dia bertemu dengan seseorang dengan segera dia menyerahkan sejumlah uang yang memang telah disiapkannya. Maka esok harinya pun tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan sejumlah uang kepada seorang kaya raya. Mendengar hal ini si dermawan hanya berkata. ” Ya Tuhan aku telah memberikan uang kepada penjahat, koruptor dan seorang yang kaya raya”.&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Sekilas kita bisa menyimpulkan bahwa si dermawan ini adalah seorang yang “Ceroboh” Asal saja dia memberikan uang yang dimilikinya kepada orang yang tidak dikenalnya, padahal jika dia  lebih teliti maka niat baik nya itu bisa lebih berguna tersalurkan kepada orang yang memang membutuhkan.&lt;br /&gt;Tapi ternyata suatu niat yg baik pasti akan berakhir dengan baik, pun begitu pula dengan “kecerobohan” si dermawan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style=""&gt;Uang yg diberikannya kepada sang penjahat ternyata mampu menyadarkannya bahwa di dunia ini masih ada orang baik, orang yg peduli dengan lingkungan sekitarnya. Penjahat ini bertobat dan menggunakan uang pemberian sang dermawan sebagai modal usaha. Sementara sang koroptor, uang cuma-cuma yg diterimanya ternyata menyentuh hati nuraninya yang selama ini telah tertutupi oleh keserakahan, dia menyadari bahwa hidup ini bukanlah tentang berapa banyak yang bisa kita dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style=""&gt;Dia bertekad mengubah dirinya menjadi orang yang baik, pejabat yang jujur dan amanah. Sementara itu pemberian yg diterima oleh si kaya raya telah menelanjangi dirinya, karena selama ini dia adalah seorang yg kikir, tak pernah terbesit dalam dirinya untuk berbagi dengan orang lain, baginya segala sesuatu harus lah ada timbal baliknya. Dirinya merasa malu kepada si dermawan yang dengan kesederhananya ternyata masih bisa berbagi dengan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, tak akan ada yang berakhir dengan sia-sia terhadap sutau kebaikan. Karena kebaikan akan berakhir pula dengan kebaikan. Hidup ini bukanlah soal berapa banyak yang bisa kita dapatkan, tapi berapa banyak yang bisa kita berikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p face="courier new" style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255); font-family: courier new;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="courier new" style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 51, 153);" href="http://www.resensi.net/perbuatan-baik-tidak-pernah-sia-sia/2010/06/#ixzz19NbvJ33u"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-8165890378519602939?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/8165890378519602939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/8165890378519602939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/12/perbuatan-baik-tidak-pernah-sia-sia.html' title='Perbuatan Baik Tidak Pernah Sia-Sia'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TRijlKgJUjI/AAAAAAAAAMc/HVzm_a6x4ec/s72-c/BROMO%252C%2BTian.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-8822567814418303161</id><published>2010-12-27T06:51:00.003-07:00</published><updated>2010-12-27T08:14:03.030-07:00</updated><title type='text'>Ada Apakah Dengan Anda?</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div color="transparent" style="overflow: hidden; color: rgb(0, 0, 0); text-decoration: none; border: medium none;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TRia44i7jnI/AAAAAAAAAME/25QMxDsO2-Q/s1600/BS103525018160553.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TRia44i7jnI/AAAAAAAAAME/25QMxDsO2-Q/s320/BS103525018160553.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555360442403753586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRBC%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRBC%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRBC%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Cambria; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073741899 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.MsoTitle, li.MsoTitle, div.MsoTitle 	{mso-style-priority:10; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-link:"Title Char"; 	mso-style-next:Normal; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:15.0pt; 	margin-left:0in; 	mso-add-space:auto; 	mso-pagination:widow-orphan; 	border:none; 	mso-border-bottom-alt:solid #4F81BD 1.0pt; 	mso-border-bottom-themecolor:accent1; 	padding:0in; 	mso-padding-alt:0in 0in 4.0pt 0in; 	font-size:26.0pt; 	font-family:"Cambria","serif"; 	mso-ascii-font-family:Cambria; 	mso-ascii-theme-font:major-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:major-fareast; 	mso-hansi-font-family:Cambria; 	mso-hansi-theme-font:major-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:major-bidi; 	color:#17365D; 	mso-themecolor:text2; 	mso-themeshade:191; 	letter-spacing:.25pt; 	mso-font-kerning:14.0pt;} p.MsoTitleCxSpFirst, li.MsoTitleCxSpFirst, div.MsoTitleCxSpFirst 	{mso-style-priority:10; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-link:"Title Char"; 	mso-style-next:Normal; 	mso-style-type:export-only; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	mso-pagination:widow-orphan; 	border:none; 	mso-border-bottom-alt:solid #4F81BD 1.0pt; 	mso-border-bottom-themecolor:accent1; 	padding:0in; 	mso-padding-alt:0in 0in 4.0pt 0in; 	font-size:26.0pt; 	font-family:"Cambria","serif"; 	mso-ascii-font-family:Cambria; 	mso-ascii-theme-font:major-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:major-fareast; 	mso-hansi-font-family:Cambria; 	mso-hansi-theme-font:major-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:major-bidi; 	color:#17365D; 	mso-themecolor:text2; 	mso-themeshade:191; 	letter-spacing:.25pt; 	mso-font-kerning:14.0pt;} p.MsoTitleCxSpMiddle, li.MsoTitleCxSpMiddle, div.MsoTitleCxSpMiddle 	{mso-style-priority:10; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-link:"Title Char"; 	mso-style-next:Normal; 	mso-style-type:export-only; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	mso-pagination:widow-orphan; 	border:none; 	mso-border-bottom-alt:solid #4F81BD 1.0pt; 	mso-border-bottom-themecolor:accent1; 	padding:0in; 	mso-padding-alt:0in 0in 4.0pt 0in; 	font-size:26.0pt; 	font-family:"Cambria","serif"; 	mso-ascii-font-family:Cambria; 	mso-ascii-theme-font:major-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:major-fareast; 	mso-hansi-font-family:Cambria; 	mso-hansi-theme-font:major-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:major-bidi; 	color:#17365D; 	mso-themecolor:text2; 	mso-themeshade:191; 	letter-spacing:.25pt; 	mso-font-kerning:14.0pt;} p.MsoTitleCxSpLast, li.MsoTitleCxSpLast, div.MsoTitleCxSpLast 	{mso-style-priority:10; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-link:"Title Char"; 	mso-style-next:Normal; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:15.0pt; 	margin-left:0in; 	mso-add-space:auto; 	mso-pagination:widow-orphan; 	border:none; 	mso-border-bottom-alt:solid #4F81BD 1.0pt; 	mso-border-bottom-themecolor:accent1; 	padding:0in; 	mso-padding-alt:0in 0in 4.0pt 0in; 	font-size:26.0pt; 	font-family:"Cambria","serif"; 	mso-ascii-font-family:Cambria; 	mso-ascii-theme-font:major-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:major-fareast; 	mso-hansi-font-family:Cambria; 	mso-hansi-theme-font:major-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:major-bidi; 	color:#17365D; 	mso-themecolor:text2; 	mso-themeshade:191; 	letter-spacing:.25pt; 	mso-font-kerning:14.0pt;} span.TitleChar 	{mso-style-name:"Title Char"; 	mso-style-priority:10; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:Title; 	mso-ansi-font-size:26.0pt; 	mso-bidi-font-size:26.0pt; 	font-family:"Cambria","serif"; 	mso-ascii-font-family:Cambria; 	mso-ascii-theme-font:major-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:major-fareast; 	mso-hansi-font-family:Cambria; 	mso-hansi-theme-font:major-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:major-bidi; 	color:#17365D; 	mso-themecolor:text2; 	mso-themeshade:191; 	letter-spacing:.25pt; 	mso-font-kerning:14.0pt;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div style="border-width: medium medium 1pt; border-style: none none solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color rgb(79, 129, 189); padding: 0in 0in 4pt;"&gt;  &lt;p class="MsoTitle"&gt;&lt;span style=""&gt;Setiap saat setiap waktu anda mengeluh, anda selalu merasa kurang dan kurang,&lt;br /&gt;anda selalu merasa tak puas,. anda kurang bersyukur,&lt;br /&gt;Anda sebenarnya tidak sedang melakukan kesalahan,karna memang begitulah sebenarnya manusia.&lt;br /&gt;MAnusia tempat kekurangan dan kesempurnaan itu ada karena kita saling melengkapi.&lt;br /&gt;Tapi taukah anda ketika anda mengeluh berapa waktu yang anda gunakan untuk mengeluh,&lt;br /&gt;kenapa anda tidak mencoba untuk menggunakan waktu itu untuk berfikir merencanakan sesuatu untuk hari esok.&lt;br /&gt;Ketika anda merasa kurang,bukankah itu adalah sebuah pemacu kita untuk mencari yang lebih.&lt;br /&gt;bahkan ketika anda kurang merasa puas bukankah itu adalah tolak ukur kemampuan kita yang akan lebih baik kalau kita tingkatkan.&lt;br /&gt;Dan ketika anda kurang bersyukur kenapa anda tidak memulainya dari sekarang untuk mensyukuri semua yang Tuhan telah berikan kepada kita.&lt;br /&gt;kenapa harus menunggu besok kalo kita bisa lakukan sekarang.&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-8822567814418303161?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/8822567814418303161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/8822567814418303161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/12/ada-apakah-dengan-anda.html' title='Ada Apakah Dengan Anda?'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TRia44i7jnI/AAAAAAAAAME/25QMxDsO2-Q/s72-c/BS103525018160553.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-6277471108849670825</id><published>2010-09-10T14:39:00.003-06:00</published><updated>2010-09-10T14:49:48.529-06:00</updated><title type='text'>ACQUIRED IMMUNO DEFICIENCY SYNDROME (AIDS)</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TIqZPEcbUyI/AAAAAAAAALw/SgXxqTzzem8/s1600/penis.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5515389177838654242" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 126px; CURSOR: hand; HEIGHT: 130px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TIqZPEcbUyI/AAAAAAAAALw/SgXxqTzzem8/s400/penis.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;PERKEMBANGAN HIV/AIDS DI DUNIA :&lt;br /&gt;Kasus pertama ditemukan di San Fransisco pada seorang gay tahun 1981.&lt;br /&gt;Menurut UNAIDS(Badan PBB untuk penanggulangan AIDS) s/d akhir 1995, jumlah orang yang terinfeksi HIV (Human Immuno-deficiency Virus) di dunia telah mencapai 28 juta dimana 2,4 juta diantaranya adalah kasus bayi dan anak. Setiap hari terjadi infeksi baru sebanyak 8500 orang, sekitar 1000 diantaranya bayi dan anak.&lt;br /&gt;Sejumlah 5,8 juta orang telah meninggal akibat AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome), 1,3 juta diantaranya adalah bayi dan anak. -AIDS telah menjadi penyebab kematian utama di Amerika Serikat, Afrika Sub-sahara dan Thailand. Di Zambia, epidemi AIDS telah menurunkan usia harapan hidup dari 66 tahun menjadi 33 tahun, di Zimbabwe akan menurun dari 70 tahun menjadi 4o tahun dan di Uganda akan turun dari 59 tahun menjadi 31 tahun pada tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;POLA PENULARAN VIRUS AIDS :&lt;br /&gt;Virus AIDS ditemukan dalam cairan tubuh manusia, dan paling banyak ditemukan pada darah, cairan sperma dan cairan vagina. Pada cairan tubuh lain juga bisa ditemukan (seperti misalnya cairan ASI) tetapi jumlahnya sangat sedikit.&lt;br /&gt;Sejumlah 75-85% penularan terjadi melalui hubungan seks (5-10% diantaranya melalui hubungan homoseksual), 5-10% akibat alat suntik yang tercemar (terutama pada pemakai narkotika suntik), 3-5% melalui transfusi darah yang tercemar.&lt;br /&gt;Infeksi HIV sebagian besar (lebih dari 80%) diderita oleh kelompok usia produktif (15-49 tahun) terutama laki-laki, tetapi proporsi penderita wanita cenderung meningkat.&lt;br /&gt;Infeksi pada bayi dan anak, 90% terjadi dari ibu yang mengidap HIV. Sekitar 25-35% bayi yang dilahirkan oleh Ibu pengidap HIV akan menjadi pengidap HIV, melalui infeksi yang terjadi selama dalam kandungan, selama proses persalinan dan melalui pemberian ASI. Dengan pengobatan antiretroviral pada ibu hamil trimester terakhir, risiko penularan dapat dikurangi menjadi hanya 8%.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;SIAPA YANG RAWAN TERHADAP VIRUS AIDS ? :&lt;br /&gt;Infeksi virus AIDS terutama disebabkan oleh perilaku seksual berganti-ganti pasangan. Oleh karena itu yang paling berisiko untuk tertular AIDS adalah siapa saja yang mempunyai perilaku tersebut. Harus diingat bahwa perilaku seperti ini bukan hanya dimiliki oleh kelompok pekerja seks tetapi juga oleh kelompok lain seperti misalnya remaja, mahasiswa, eksekutif muda dsb. Jadi yang menjadi masalah disini bukan pada "kelompok" mana tetapi pada "perilaku" yang berganti-ganti pasangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;PERJALANAN INFEKSI HIV/AIDS :&lt;br /&gt;Pada saat seseorang terkena infeksi virus AIDS maka diperlukan waktu 5-10 tahun untuk sampai ke tahap yang disebut sebagai AIDS. Setelah virus masuk kedalam tubuh manusia, maka selama 2-4 bulan keberadaan virus tersebut belum bisa terdeteksi dengan pemeriksaan darah meskipun virusnya sendiri sudah ada dalam tubuh manusia. Tahap ini disebut sebagai periode jendela. Sebelum masuk pada tahap AIDS, orang tersebut dinamai HIV positif karena dalam darahnya terdapat HIV. Pada tahap HIV+ ini maka keadaan fisik ybs tidak mempunyai kelainan khas ataupun keluhan apapun, dan bahkan bisa tetap bekerja seperti biasa. Dari segi penularan, maka dalam kondisi ini ybs sudah aktif menularkan virusnya ke orang lain jika dia mengadakan hubungan seks atau menjadi donor darah.&lt;br /&gt;Sejak masuknya virus dalam tubuh manusia maka virus ini akan menggerogoti sel darah putih (yang berperan dalam sistim kekebalan tubuh) dan setelah 5-10 tahun maka kekebalan tubuh akan hancur dan penderita masuk dalam tahap AIDS dimana terjadi berbagai infeksi seperti misalnya infeksi jamur, virus-virus lain, kanker dsb. Penderita akan meninggal dalam waktu 1-2 tahun kemudian karena infeksi tersebut.&lt;br /&gt;Di negara industri, seorang dewasa yang terinfeksi HIV akan menjadi AIDS dalam kurun waktu 12 tahun, sedangkan di negara berkembang kurun waktunya lebih pendek yaitu 7 tahun.&lt;br /&gt;Setelah menjadi AIDS, survival rate di negara industri telah bisa diperpanjang menjadi 3 tahun, sedangkan di negara berkembang masih kurang dari 1 tahun. Survival rate ini berhubungan erat dengan penggunaan obat antiretroviral, pengobatan terhadap infeksi oportunistik dan kwalitas pelayanan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pola infeksi secara global, sekitar 90% kasus HIV/AIDS ada di negara berkembang.Saat ini penyebarannya adalah :&lt;br /&gt;Afrika Sub-sahara : 14 juta&lt;br /&gt;Asia Selatan-Tenggara : 4,8 juta&lt;br /&gt;Asia Timur-Pasifik : 35.000&lt;br /&gt;Timur Tengah : 200.000&lt;br /&gt;Karibia : 270.000&lt;br /&gt;Amerika Latin : 1,3 juta&lt;br /&gt;Eropa Timur - Asia Tengah : 30.000&lt;br /&gt;Australia : 13.000&lt;br /&gt;Eropa Barat : 470.000&lt;br /&gt;Amerika Utara : 780.000&lt;br /&gt;Dengan globalisasi, pergerakan penduduk dan pertumbuhan ekonomi, episentrum infeksi HIV/AIDS saat ini bergeser ke Asia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;PENCEGAHAN AIDS :&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, pencegahan dapat dilakukan dengan cara mencegah penularan virus AIDS. Karena penularan AIDS terbanyak adalah melalui hubungan seksual maka penularan AIDS bisa dicegah dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual. Pencegahan lain adalah melalui pencegahan kontak darah, misalnya pencegahan penggunaan jarum suntik yang diulang, pengidap virus tidak boleh menjadi donor darah.&lt;br /&gt;Secara ringkas, pencegahan dapat dilakukan dengan formula A-B-C. A adalah abstinensia, artinya tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah. B adalah be faithful, artinya jika sudah menikah hanya berhubungan seks dengan pasangannya saja. C adalah condom, artinya jika memang cara A dan B tidak bisa dipatuhi maka harus digunakan alat pencegahan dengan menggunakan kondom.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;PREDIKSI YANG AKAN DATANG :&lt;br /&gt;Tahun 2000, diperkirakan jumlah kasus HIV/AIDS akan meningkat menjadi 30-40 juta orang dan pertambahan kasus baru terbanyak akan ditemukan di Asia Selatan dan Tenggara.&lt;br /&gt;Di negara industri telah terlihat penurunan jumlah kasus baru (insidens) per tahun. Di Amerika Serikat, telah turun dari 100.000 kasus baru/tahun menjadi 40.000 kasus baru/tahun. Pola serupa juga terlihat di Eropa Utara, Australia dan Selandia Baru.&lt;br /&gt;Penurunan kasus baru berkait dengan tingkat pemakaian kondom, berkurangnya jumlah pasangan seks dan memasyarakatnya pendidikan seks untuk remaja.&lt;br /&gt;Penurunan infeksi HIV juga terjadi sebagai dampak membaiknya diagnosa dini dan pengobatan yang adekwat untuk penyakit menular seksual (PMS). Di Tanzania, daerah yang pelayanan PMSnya berjalan baik mempunyai insidens HIV yang 40% lebih rendah. Penelitian di Pantai Gading, Afrika memperlihatkan bahwa pengobatan PMS juga mengurangi viral load sehingga mengurangi infectivity.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;TAHAPAN PANDEMI AIDS :&lt;br /&gt;Pada awalnya dimulai dengan penularan pada kelompok homoseksual (gay). Karena diantara kelompok homoseksual juga ada yang biseksual, maka infeksi melebar ke kelompok heteroseksual yang sering berganti-ganti pasangan.&lt;br /&gt;Pada tahap kedua, infeksi mulai meluas pada kelompok pelacur dan pelanggannya.&lt;br /&gt;Pada tahap ketiga, berkembang penularan pada isteri dari pelanggan pelacur.&lt;br /&gt;Pada tahap ke empat mulai meningkat penularan pada bayi dan anak dari ibu yang mengidap HIV.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;KERENTANAN WANITA PADA INFEKSI HIV :&lt;br /&gt;Wanita lebih rentan terhadap penularan HIV akibat faktor anatomis-biologis dan faktor sosiologis-gender.&lt;br /&gt;Kondisi anatomis-biologis wanita menyebabkan struktur panggul wanita dalam posisi "menampung", dan alat reproduksi wanita sifatnya "masuk kedalam" dibandingkan pria yang sifatnya "menonjol keluar". Keadaan ini menyebabkan mudahnya terjadi infeksi khronik tanpa diketahui oleh ybs. Adanya infeksi khronik akan memudahkan masuknya virus HIV.&lt;br /&gt;Mukosa (lapisan dalam) alat reproduksi wanita juga sangat halus dan mudah mengalami perlukaan pada proses hubungan seksual. Perlukaan ini juga memudahkan terjadinya infeksi virus HIV.&lt;br /&gt;Faktor sosiologis-gender berkaitan dengan rendahnya status sosial wanita (pendidikan, ekonomi, ketrampilan). Akibatnya kaum wanita dalam keadaan rawan yang menyebabkan terjadinya pelcehan dan penggunaan kekerasan seksual, dan akhirnya terjerumus kedalam pelacuran sebagai strategi survival.&lt;br /&gt;Kasus di Ghana dalam pembangunan Bendung Sungai Volta, menyebabkan ribuan penduduk tergusur dari kampung halamannya. Kaum pria bisa memperoleh kesempatan kerja sebagai buruh dan kemudian menjadi nelayan. Kaum wanita yang hanya terbiasa dengan pekerjaan pertanian akhirnya tersingkir ke kota dan terjerumus pada pekerjaan hiburan dan penyediaan jasa seksual. Akibatnya banyak yang menderita penyakit menular seksual (termasuk HIV) dan meninggal akibat AIDS.&lt;br /&gt;Di Thailand Utara, akibat pembangunan ekonomi dan industri yang berkembang pesat menyebabkan lahan pertanian berkurang dan wanita tergusur dari pekerjaan tradisionalnya di bidang pertanian. Sebagian besar kemudian migrasi ke kota-kota besar dan menjadi pekerja seks dan akhirnya tertular oleh HIV.&lt;br /&gt;SITUASI HIV/AIDS DI INDONESIA :&lt;br /&gt;Sampai dengan bulan September 1996, jumlah kasus HIV/AIDS mencapai 449 orang, dengan kelompok umur terbanyak pada usia 20-29 tahun (47%) dan kelompok wanita sebanyak 27%. Kelompok usia produktif (15-49 tahun) mencapai 87%. Dilihat dari lokasi, kasus terbanyak ditemukan di DKI Jakarta, Irian Jaya dan Riau.&lt;br /&gt;Jumlah kasus yang tercatat diatas adalah menurut catatan resmi yang jauh lebih rendah dari kenyataan sesungguhnya akibat keterbatasan dari sistem surveilance perangkat kesehatan kita.&lt;br /&gt;Permasalahan HIV/AIDS di banyak negara memang memperlihatkan fenomena gunung es, dimana yang tampak memang jauh lebih kecil dibandingkan jumlah sesungguhnya.&lt;br /&gt;Upaya penanggulangan AIDS di Indonesia masih banyak ditujukan kepada kelompok-kelompok seperti para pekerja seks dan waria, meskipun juga sudah digalakkan upaya yang ditujukan pada masyarakat umum, seperti kaum ibu, mahasiswa dan remaja sekolah lanjutan. Yang masih belum digarap secara memadai adalah kelompok pekerja di perusahaan yang merupakan kelompok usia produktif.&lt;br /&gt;Proyeksi perkembangan kasus HIV/AIDS di Indonesia diperkirakan akan menembus angka 1 juta kasus pada tahun 2005, dan sesuai pola epidemiologis yang ada maka jumlah kasus terbanyak akan ada pada kelompok usia produktif (patut diingat bahwa pada tahun 2003 Indonesia akan memasuki pasar bebas APEC dan membutuhkan SDM yang tangguh untuk bersaing di pasar global).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;PENGOBATAN DAN VAKSINASI :&lt;br /&gt;Pertemuan Konperensi Internasional AIDS ke XI di Vancouver bulan Juli 1996 yl melaporkan penggunaan tiga obat kombinasi (triple drugs) yang mampu menurunkan viral load hingga jumlah minimal dan memberikan harapan penyembuhan.&lt;br /&gt;Kendala yang dihadapi untuk pengobatan adalah biaya yang mahal untuk penyediaan obat dan biaya pemantauan laboratorium, yang mencapai US$ 16.000 - US$ 25.000/tahun. Kendala lain adalah kepatuhan penderita untuk minum obat secara disiplin dalam jangka waktu 1,5 - 3 tahun, karena obat yang diminum secara tidak teratur akan menyebabkan resistensi.&lt;br /&gt;Diperkirakan karena mahalnya biaya pengobatan, maka hanya ada 5-10% pengidap HIV yang mampu berobat dengan menggunakan triple drugs ini. Jika masalah biaya ini tidak bisa diatasi, maka adanya obat tidak akan mampu memberantas HIV/AIDS secara bermakna.&lt;br /&gt;Penelitian untuk menemukan vaksi pencegahan HIV juga terus dilakukan. Biaya vaksinasi diperkirakan tidak akan semahal triple drugs. Seandainyaoun ditemukan vaksin untuk pencegahan HIV, kendalanya adalah harus dicapainya jumlah cakupan vaksinasi yang tinggi (80%) jika diinginkan dampak pemberantasan HIV. Untuk mencapai cakupan sebesar ini, diperkirakan akan membutuhkan biaya yang cukup mahal dan sulit disediakan oleh negara berkembang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dampak sampingan dari mahalnya obat dan ketersediaan biaya untuk pelaksanaan vaksinasi, menyebabkan munculnya isu diskriminasi baru yaitu kaya dan miskin. Pengidap HIV yang kaya akan mampu menyediakan biaya untuk triple drugs, tetapi yang miskin tetap akan mati. Negara industri kaya bisa menyediakan biaya untuk mencapai cakupan vaksinasi yang tinggi, sedangkan negara berkembang mungkin tidak akan mampu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;BAGAIMANA MENCEGAH AIDS&lt;a class="snap_noshots" href="http://cerita17ml.blogspot.com/2008/10/bagaimana-mencegah-aids.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a title="Edit Post" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6417179592555640505&amp;amp;postID=1081186455360260722"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak berganti-ganti pasangan seksual&lt;br /&gt;2. Pencegahan kontak darah, misalnya pencegahan terhadap penggunaan jarum suntik yang diulang&lt;br /&gt;3. Dengan formula A-B-C&lt;br /&gt;ABSTINENSIA artinya tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah&lt;br /&gt;BE FAITHFUL artinya jika sudah menikah hanya berhubungan seks dengan pasangannya saja&lt;br /&gt;CONDOM artinya pencegahan dengan menggunakan kondom &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a title="Edit Post" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6417179592555640505&amp;amp;postID=2539899585121995551"&gt;&lt;/a&gt;GEJALA AIDS&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Rasa lelah berkepanjangan&lt;br /&gt;Sesak nafas dan batuk berkepanjangan&lt;br /&gt;Berat badan turun secara menyolok&lt;br /&gt;Pembesaran kelenjar (di leher, ketiak, lipatan paha) tanpa sebab yang jelas&lt;br /&gt;Bercak merah kebiruan pada kulit (kanker kulit)&lt;br /&gt;Sering demam (lebih dari 38 °C) disertai keringat malam tanpa sebab yang jelas&lt;br /&gt;Diare lebih dari satu bulan tanpa sebab yang jelas &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a title="Edit Post" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6417179592555640505&amp;amp;postID=5575971817041137013"&gt;&lt;/a&gt;BAGAIMANA AIDS MENULAR?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;75-85 % Penularan terjadi melalui hubungan seks (5-10 % diantaranya melalui hubungan homoseksual)&lt;br /&gt;5-10 % akibat alat suntik yang tercemar (terutama pada pemakai narkotika suntik)&lt;br /&gt;3-5 % melalui transfusi darah yang tercemar&lt;br /&gt;90 % infeksi pada bayi dan anak terjadi dari Ibu yang mengidap HIV&lt;br /&gt;25-35 % bayi yang dilahirkan oleh Ibu pengidap HIV akan menjadi pengidap HIV &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a title="Edit Post" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6417179592555640505&amp;amp;postID=909672088357468373"&gt;&lt;/a&gt;APAKAH AIDS?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang merusak sistem kekebalan tubuh.&lt;br /&gt;Virus penyebab AIDS adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus)&lt;br /&gt;Penderita AIDS yang meninggal, bukan semata-mata disebabkan oleh virus AIDS, tetapi juga oleh penyakit lain yang sebenarnya bisa ditolak, seandainya sistem kekebalan tubuh tidak rusak oleh virus AIDS. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-6277471108849670825?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/6277471108849670825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/6277471108849670825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/09/acquired-immuno-deficiency-syndrome.html' title='ACQUIRED IMMUNO DEFICIENCY SYNDROME (AIDS)'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TIqZPEcbUyI/AAAAAAAAALw/SgXxqTzzem8/s72-c/penis.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-6849356428487212040</id><published>2010-08-03T12:37:00.001-06:00</published><updated>2010-08-03T12:41:14.324-06:00</updated><title type='text'>Survai ini diikuti oleh dua ribu (2000)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TFhiud-QNtI/AAAAAAAAALg/vjXUgyW2NAA/s1600/XL.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 111px; height: 118px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TFhiud-QNtI/AAAAAAAAALg/vjXUgyW2NAA/s400/XL.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501255495292303058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu Pusat Kajian di Eropa telah mengadakan survai seputar 20 sifat  perempuan yang paling tidak disukai laki-laki. Survai ini diikuti oleh dua ribu  (2000) peserta laki-laki dari beragam umur, beragam wawasan dan beragam tingkat  pendidikan. Dari gambaran survai ini, diharapkan menjadi masukan dan  pertimbangan sikap para istri dan juga sikap para suami. Sekaligus menjawab  pertanyaan para istri selama ini, perihal sebab mengapa para suami mereka lari  dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survai itu menguatkan bahwa ada 13 sifat atau tipe perempuan  yang tidak disukai laki-laki:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, perempuan yang  kelaki-lakian&lt;br /&gt;Perempuan tipe ini menempati urutan pertama dari sifat yang  paling tidak disukai laki-laki. Padahal banyak perempuan terpandang berkeyakinan  bahwa laki-laki mencintai perempuan “yang memiliki sifat perkasa”. Namun survai  itu justru sebaliknya, bahwa para peserta survai dari kalangan laki-laki  menguatkan bahwa perempuan seperti ini telah hilang sifat kewanitannya secara  fitrah. Mereka menilai bahwa perangai itu tidak asli milik perempuan. Seperti  sifat penunjukan diri lebih kuat secara fisik, sebagaimana mereka menyaingi  laki-laki dalam berbagai bidang kerja, terutama bidang yang semestinya hanya  untuk laki-laki… Mereka bersuara lantang menuntut haknya dalam dunia  kepemimpinan dan jabatan tinggi! Sebagian besar pemuda yang ikut serta dalam  survai ini mengaku tidak suka berhubungan dengan tipe perempuan seperti  ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, perempuan yang tidak bisa menahan lisannya&lt;br /&gt;Tipe perempuan  ini menempati urutan kedua dari sifat yang tidak disukai laki-laki, karena  perempuan yang banyak omong dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk  berbicara, menyampaikan pendapatnya, umumnya lebih banyak memaksa dan egois.  Karena itu kehidupan rumah tangga terancam tidak bisa bertahan lebih lama,  bahkan berubah menjadi “neraka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, perempuan  materialistis&lt;br /&gt;Adalah tipe perempuan yang orientasi hidupnya hanya kebendaan  dan materi. Segala sesuatu dinilai dengan harga dan uang. Tidak suka ada  pengganti selain materi, meskipun ia lebih kaya dari suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Keempat&lt;/span&gt;,  perempuan pemalas&lt;br /&gt;Tipe perempuan ini menempati urutan keempat dari sifat  perempuan yang tidak disukai laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Kelima&lt;/span&gt;, perempuan bodoh&lt;br /&gt;Yaitu  tipe perempuan yang tidak memiliki pendapat, tidak punya ide dan hanya bersikap  pasif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Keenam&lt;/span&gt;, perempuan pembohong&lt;br /&gt;Tipe perempuan yang tidak bisa  dipercaya, suka berbohong, tidak berkata sebenarnya, baik menyangkut masalah  serius, besar atau masalah sepele dan remah. Tipe perempuan ini sangat ditakuti  laki-laki, karena tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari segala sisinya, dan  umumnya berkhianat terhadap suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Ketujuh&lt;/span&gt;, perempuan yang mengaku  serba hebat&lt;br /&gt;Tipe perempuan ini selalu menyangka dirinya paling pintar, ia  lebih hebat dibandingkan dengan lainnya, dibandingkan suaminya, anaknya, di  tempat kerjanya, dan kedudukan materi lainnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Kedelapan&lt;/span&gt;, perempuan sok  jagoan tidak mau kalah dengan suaminya&lt;br /&gt;Tipe perempuan yang selalu menunjukkan  kekuatan fisiknya setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Kesembilan&lt;/span&gt;, perempuan yang iri dengan  perempuan lainnya.&lt;br /&gt;Adalah tipe perempuan yang selalu menjelekkan perempuan  lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Kesepuluh&lt;/span&gt;, perempuan murahan&lt;br /&gt;Tipe perempuan pasaran yang  mengumbar omongannya, perilakunya, menggadaikan kehormatan dan kepribadiannya di  tengah-tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kesebelas&lt;/span&gt;, perempuan yang perasa&lt;br /&gt;Tipe  perempuan seperti ini banyak menangis yang mengakibatkan laki-laki terpukul dan  terpengaruh semenjak awal. Suami menjadi serba salah dengan sikap  cengengnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Keduabelas&lt;/span&gt;, perempuan pencemburu yang berlebihan&lt;br /&gt;Sehingga  menyebabkan kehidupan suaminya terperangkap dalam perselisihan, persengketaan  tak berkesudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ketigabelas&lt;/span&gt;, perempuan fanatis&lt;br /&gt;Model perempuan yang  tidak mau menerima perubahan, nasehat dan masukan meskipun itu benar dan ia  membutuhkannya. Ia tidak mau menerima perubahan dari suaminya atau anak-anaknya,  baik dalam urusan pribadi atau urusan rumah tangganya secara umum. Model seperti  ini memiliki kemampuan untuk nerimo dengan satu kata, satu cara, setiap harinya  selama tiga puluh tahun, tanpa ada rasa jenuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Laki-Laki  MemilihDari hasil survai di Eropa itu, dikomparasikan dengan pendapat banyak  kalangan dari para pemuda, para suami seputar hasil survai itu, maka bisa kita  lihat pendapatnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja namanya Franxs (40) tahun, menikah  semenjak sebelas tahun, ia berkomentar: “Saya sepakat dengan hasil survai itu.  Terutama sifat “banyak omong dan malas”. Tidak ada sifat yang lebih jelek dari  perilaku mengumbar omongan, tidak bisa menahan lisan, siang-malam dalam setiap  perbincangan, baik berbincangan serius atau canda, menjadikan suaminya dalam  kondisi sempit, dan marah, apalagi suaminya telah menjalankan pekerjaan berat di  luar, di mana ia membutuhkan ketenangan dan kejernihan pikiran di  rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru mengetahui dari rekan saya yang memiliki istri model  ini, tidak bisa menahan lisannya di setiap pembicaraan, setiap waktu dan dengan  semua orang. Suaminya telah menasehatinya berulang kali, agar bisa menahan  omongan, namun ia tidak menggubris nasehatnya sehingga berakhir dengan  perceraian.Pada umumnya model istri yang banyak omong, itu lebih pemalas di  rumahnya. Bagaimana ia menggunakan waktu yang cukup untuk mengurus rumah tangga  dan anak-anaknya, sedangkan ia sibuk ngobrol dengan para tetangga dan  teman?!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampard, sebut saja namanya begitu, insinyur berumur 34 tahun,  menikah semenjak 9 tahun, ia berkomentar:“Tidak ada yang lebih buruk dari model  perempuan yang materialistis, selalu menuntut setiap saat, meskipun suaminya  menuruti permintaannya, ia terus meminta dan menuntut!!Tipe perempuan ini,  sayangnya tidak mudah menerima perubahan menuju lebih baik, tidak gampang  menyesuaikan diri dalam kehidupan apa adanya. Boleh jadi kondisi demikian  berangkat dari asuhan semenjak kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak diuji Tuhan dengan  model perempuan seperti ini, namun justru saya diuji dengan istri perasa dan  cengeng.Dengan tertawa Backam menerima hasil survai ini, ia berkomentar:“Demi  Tuhan, sungguh menarik ada lembaga atau Pusat Study yang menggelar survai dengan  pembahasan seputar ini. Survai ini meskipun memiki cara pandang dan penilaian  yang berbeda-beda, namun terungkap bahwa cara pandang itu satu sama lain tidak  saling bertentangan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lain lagi dengan Snaijder, sebut saja begitu. Belum  menikah, mahasiswa di universitas. Ia berujar tentang mimpinya, yaitu istri yang  akan mendampinginya, ia mengharap:“Pasti saya menginginkan tidak mendapatkan  istri yang memiliki tipe sebagaimana hasil survai di atas. Tetapi mengingat  tidak ada istri yang “sempurna”, karena itu saya masih mungkin menerima tipe  perempuan di atas kecuali tipe perempuan pembohong. Istri pembohong akan lebih  mudah mengkhianati, tidak menghormati hubungan suami-istri, tidak memelihara  perkataannya, tidak bisa dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang pada umumnya tidak  menyenangi sifat bohong, baik laki-laki maupun perempuan itu sendiri. Karena  akan berdampak negative pada anak-anaknya, karena anak-anak akan meniru  dirinya!!.Ketika ia ditanya tentang tipe perempuan “kelaki-lakian”. Perempuan  yang menyerupai laki-laki dalam segala hal dan menyanginya dalam segala hal. Ia  berkomentar:“Tidak masalah berhubungan dengan istri tipe seperti ini, selagi  sifat “kelaki-lakian” tidak mengalahkan dan mengibiri sifat aslinya. Selagi ia  masih mengemban kerja dan tugas yang sesuai dengan tabiat perempuan, seperti  nikah, mengandung, menyusui dan lainnya.”“Perempuan “kuat” menurut saya akan  mengetahui bagaimana ia mengurus kebutuhan dirinya, mengarahkan dan mengatur  keluarga dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi segala sesuatu ada batasnya yang  tidak boleh diterjangnya. Sebagaimana seorang perempuan tidak suka terhadap  laki-laki yang “banci”, seperti berbicara dan berperilaku layaknya perempuan.  Sebagaimana juga laki-laki tidak suka terhadap perempuan yang mengedepankan  sifat kelaki-lakian… segala sesuatu ada batas ma’kulnya. Jika melampaui batas  sewajarnya, yang terjadi adalah dampak negatif.Tidak ada seorang istri yang  “sempurna”. Dan memang ada berbedaan cara penilaian dan cara pandang antara  laki-laki satu dengan laki-laki lain. Namun ada kaidah umum yang disepakati oleh  samua. Yaitu menolak sikap bohong, penipu, sebagaimana yang disebutkan  sebelumnya.”Semoga tulisan ini menambah informasi dan pengalaman buat para istri  dan calon istri. Dan tentunya bermanfaat bagi laki-laki.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-6849356428487212040?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/6849356428487212040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/6849356428487212040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/08/survai-ini-diikuti-oleh-dua-ribu-2000.html' title='Survai ini diikuti oleh dua ribu (2000)'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TFhiud-QNtI/AAAAAAAAALg/vjXUgyW2NAA/s72-c/XL.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-8383298542095845583</id><published>2010-07-17T16:22:00.004-06:00</published><updated>2010-07-17T16:30:22.836-06:00</updated><title type='text'>Motivasi untuk terus menghadapi kehidupan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TEIu8jZ6IcI/AAAAAAAAALY/vk6PtX54Wp4/s1600/07.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495006113176363458" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TEIu8jZ6IcI/AAAAAAAAALY/vk6PtX54Wp4/s320/07.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hidup di zaman susah begini,rasanya sulit dan berat. Pikiran tiap hari hanya berapa duit yang bisa aku kumpulin hari ini? Akibatnya banyak dari kita yang menyanyangkan nasib dan memilih untuk berputus asa dan menjalani hidup ala kadarnya. Padahal mereka yang berani berbuat itu hanya menentang hukum kesuksesan Tuhan sehingga ia justru merugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mensyukuri HidupWalau hidup memang sangat sukar dijalani bukan berarti kita harus terus-menerus menunjukkan gejala dan perilaku untuk mengeluh dan membenarkan sikap kita. Ada kalanya anda harus bisa berpikir tenang dan tidak gelisah. Kalau begitu lihatlah anda akan mudah berpikir jernih dan positif, dengan melakukan itu anda selain sudah membantu anda sendiri juga sudah ikut membantu orang lain yang kesusahan memikirkan diri anda.Setiap dari kita tentu harus memberikan makna untuk kehidupan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurilah bila anda masih memiliki Bapak dan Ibu, Kakak dan adik, dengan mereka anda bisa membagi keberadaan anda dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi penguatan hidup mereka. Sehingga nantinya anda bisa saling merawat dan membina kehidupan seoptimal Anda bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memudahkan pandangan anda untuk selalu dapat bersyukur atas kehidupan sering-seringlah menengok orang di bawah kita yang tidak memiliki seperti yang kita miliki. Tentu anda harus bahagia karena ternyata anda masih lebih beruntung dibanding orang-orang di sekeliling anda yang tak bisa mengecap keberuntungan seperti anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koreksilah diri kita sendiri, apakah selama ini kita telah mensyukuri semua yang sudah kita peroleh, apakah itu kesehatan, pengalaman kerja, kasih sayang dari seseorang. Kalau kita belum mampu untuk mensyukuri itu berarti kita memang belum pantas untuk mendapatkan yang lebih dari pada itu. Marilah selalu bersemangat untuk melanjutkan kehidupan. karena masih banyak orang yang membutuhkan keberadaan diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka memiliki motivasi di setiap saat merupakan hal yang mutlak agar langkah kita tak gampang goyah ditimpa musibah.MotivasiHidup walau sesulit dan sepahit apapun harus tetap punya harapan. Kita perlu me-”motivasi diri sendiri ” agar terus berdaya menghadapi hari esok. Cara meningkatkan motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Beri hadiah kepada diri sendiri untuk memperkuat perilaku tertentu dan keberhasilan tertentu yang anda capai. Selalulah memberikan ucapan ”selamat’ kepada diri sendiri bila berhasil. Kalau tidak, Anda akan terbiasa menurunkan kebiasaan untuk bersikap riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Buatlah sasaran kerja secara yang efektif. Tetapkan sasaran untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari, bukan menjadi yang sempurna. Milikilah tujuan yang lebih rinci, realistis, dan berada di bawah kendali kita .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pahami lingkungan dan diri sendiri. Cermati dan kenali diri Anda sebaik-baiknya, agar anda mengerti bagaimana sebenarnya watak khusus anda untuk berhadapan dengan dunia di luar anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berjuang terus.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-8383298542095845583?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/8383298542095845583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/8383298542095845583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/07/motivasi-untuk-terus-menghadapi.html' title='Motivasi untuk terus menghadapi kehidupan'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TEIu8jZ6IcI/AAAAAAAAALY/vk6PtX54Wp4/s72-c/07.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-8715280788277443244</id><published>2010-05-13T13:25:00.002-06:00</published><updated>2010-06-16T06:47:31.155-06:00</updated><title type='text'>KIAT SUCCESS BERDAGANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TBjHvszPjdI/AAAAAAAAALQ/239EPPCrrXM/s1600/03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 215px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TBjHvszPjdI/AAAAAAAAALQ/239EPPCrrXM/s320/03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483352168617446866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bagi Anda seorang pedagang tips berikut dibawah ini mungkin bermanfaat:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;*Saat menawarkan dagangan, jangan langsung menawarkan barang, tapi bentuk dulu kepercayaan pembeli pada kepribadian kita, melalui bicara yang baik-baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;*Senantiasa memperluas jaringan, baik dengan cara mengikuti pameran, maupun menjaga hubungan dengan pembeli.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;*Sampai saat ini, bisnis sepatu bermasalah baru ditekuni oleh Elly, namun demikian Elly selalu beranggapan ada pengusaha lain yang menjadi pesaingnya. Dengan demikian Elly jadi terpacu untuk selalu meningkatkan kualitas dan menjaga stabilitas harga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;*Lakukan bisnis yang sesuai dengan hati, karena biasanya kita akan bekerja dengan sungguh-sungguh&lt;br /&gt;Agar Mantap, jika kita sudah menekuni satu bisnis, maka apapun yang terjadi pada bisnis itu, tetap harus kita jalani. Jangan cepat berubah arah bila bisnis itu mengalami badai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;*Anggap kritik konsumen untuk memacu kita menjadi lebih pintar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;*Yakin dengan merk yang kita punya, dan selalu berusaha mempertahankan mutu, jangan menggunakan merk perusahaan lain, apalagi pinjam merk luar negeri. Pengusaha harus punya ciri khas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-8715280788277443244?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/8715280788277443244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/8715280788277443244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/05/kiat-success-berdagang.html' title='KIAT SUCCESS BERDAGANG'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/TBjHvszPjdI/AAAAAAAAALQ/239EPPCrrXM/s72-c/03.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-2536848369560080480</id><published>2010-05-13T11:49:00.002-06:00</published><updated>2010-05-13T13:25:13.480-06:00</updated><title type='text'>BULAN MEI DATANG LAGI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Sebuah kisah kehidupan yang sangat panjang kulalui... Bulan Mei selalu kulalui penuh dengan ketakutan... jika saja bisa dihapus maka aku ingin menghapus bulan mei... Bulan mei ya bulan mei kenapa harus ada.. aku pernah mengalami sakit hati, kehilangan,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;ada pula kebahagiaan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;campur aduk, entahlah apa yang akan terjadi di bulan mei 2010 ini????? semua aku tak tau.......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-2536848369560080480?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/2536848369560080480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/2536848369560080480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/05/bulan-mei-datang-lagi.html' title='BULAN MEI DATANG LAGI'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-5159122890453585982</id><published>2010-05-08T13:23:00.001-06:00</published><updated>2010-05-08T13:26:21.912-06:00</updated><title type='text'>Aliran Sesat Gereja Setan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S-W6jjJ6s4I/AAAAAAAAALA/JNIbmz9Zi00/s1600/satan666.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468982442406359938" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 387px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S-W6jjJ6s4I/AAAAAAAAALA/JNIbmz9Zi00/s400/satan666.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Misteri Gereja Setan (Satanic Church) ini dia nih yang namanya gereja setan .&lt;br /&gt;Mereka punya ritual seperti yang gereja umumnya lakukan :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;1. Praise &amp;amp; Worship :&lt;br /&gt;Tapi lagu-lagunya yang lagi disenengin anak muda, dan biasanya yang beraliran heavy metal/rock, termasuk juga lagunya Santana (Maria), Janet, Michael Jackson (scream), John Lennon (Imagine) atau lagunya Bon Jovi, terus Black Sabbath, dan aliran heavy metal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;2. Pembacaan firman :&lt;br /&gt;Bukan pakai Bible yang biasa tetapi Satanic Bible, yang isinya memutarbalikkan semua isi alkitab menurut versi mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;3. Perjamuan kudus :&lt;br /&gt;Mereka makan organ tubuh bayi (hasil aborsi) dan minum darah bayi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;4. perjamuan kasih :&lt;br /&gt;Mereka boleh melakukan seks bebas dengan orang-orang yang hadir di situ, dan juga narkoba dibagikan secara free.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Mereka punya 2 program kerja :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;1. Jangka panjang :&lt;br /&gt;Membangun bait ‘allah’ nya mereka yaitu antikris&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;2. Jangka pendek :&lt;br /&gt;Menjaring jiwa-jiwa khususnya generasi muda dan menyusup kegereja-gereja. Untuk daerah operasi mereka, dibagi-bagi, dan basis yang di Asia, yaitu Indonesia, ada di Menado, karena tingkat aborsinya paling tinggi dan roh teritorialnya (roh penguasa daerah menado adalah roh perzinahan). &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Yang seru nich, waktu AGS (Anak gereja setan) menyusup ke gereja-gereja.&lt;br /&gt;Untukgereja-gereja di luar Pantekosta karismatik, mereka ikut ibadah/menyusup mulai dari awal kebaktian. Khususnya untuk gereja Pentakosta Karismatik, mereka menyusup waktu pembacaan firman, karena mereka tidak bisa masuk waktu pujian &amp;amp; penyembahan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Targetnya mereka : &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bikin 75% jemaat ngantuk, 20% jemaat ngobrol, Cuma 5% yang dengerin (itupun kalo dengerin) dengan cara mereka mengucapkan mantra-mantra tertentu. Menurut mereka, gereja2 di luar pentakosta karismatik, gampang sekali untuk mereka nyusup karena tidak ada pendoa syafaat yang jaga juga tidak ada praise &amp;amp; worship. Kalau di gereja pentakosta, pendoa syafaat pasti doa selama ibadah berlangsung, dan kalo sudah pujian&amp;amp; penyembahan, malaikat-malaikat Tuhan akan berjaga di sekeliling gereja itu, jadi susah untuk ditembus, walaupun mereka menguasai ilmu tembus dinding, tapi kalo sudah ada malaikat-malaikat yang jaga, mereka engga akan bisa keluar, dan bahayanya buat mereka kemungkinan mereka bisa kesakitan dan manifestasi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Untuk Itu Mari Kita Perkuat Praise And Worship dan Doa &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-5159122890453585982?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/5159122890453585982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/5159122890453585982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/05/aliran-sesat-gereja-setan.html' title='Aliran Sesat Gereja Setan'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S-W6jjJ6s4I/AAAAAAAAALA/JNIbmz9Zi00/s72-c/satan666.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-7074168680971682577</id><published>2010-05-05T07:08:00.001-06:00</published><updated>2010-05-05T07:11:06.174-06:00</updated><title type='text'>Team work synergy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S-FuXpgQWuI/AAAAAAAAAK4/c8hvMjRwuNM/s1600/samarinda+team.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S-FuXpgQWuI/AAAAAAAAAK4/c8hvMjRwuNM/s400/samarinda+team.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467772775161682658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Berdua lebih baik dari seorang diri, tali tiga lembar tak mudah diputuskan.&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Anda tentu ingat karakter Superman. Tokoh fantasi idola tua muda yang gemar menolong dan menang melawan segala kejahatan. Almarhum Christopher Reeve menjadi sangat terkenal ketika ia memerankan tokoh Superman. Mendekati akhir hidupnya, Reeve mengalami kecelakaan yang mengakibatkan ia lumpuh total. Namun ”Sang Superman”, dengan bantuan keluarga, rekan dan medis sanggup meneruskan hidupnya dengan baik, bahkan menjadi sutradara film.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Apa yang dapat disimak dari peristiwa ini ? Tak seorangpun yang benar-benar bisa menjadi Superman. Semua manusia ternyata saling membutuhkan. Sebuah kekuatan dan kehebatan terletak dari kerjasama dan sinergi yang harmonis. &lt;/p&gt; &lt;strong style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Kegagalan the lone ranger.&lt;/strong&gt; &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Memang benar ada orang yang memiliki banyak talenta dan sanggup mengerjakan berbagai pekerjaan sekaligus ( multi tasking). Namun ia tetap membutuhkan orang lain. Untuk sementara ia kelihatan unggul, tapi sesungguhnya ia tak akan mampu bersaing menghadapi kekuatan sebuah tim.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Seorang pemilik perusahaan bermaksud mencari rekanan untuk jasa training dikantornya. Ia menghubungi sebuah erusahaan training dan menanyakan perihal kompetensi sang trainer. Dengan bangga sang trainer menjawab bahwa ia sanggup mengajarkan semua bidang keahlian yang diinginkan pemilik perusahaan. Harapannya ia pasti memperoleh pekerjaan tersebut. Namun ia harus kecewa, karena ternyata si bos mencari trainer yang expert pada bidang tertentu dan bukan yang bisa segalanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Di tengah era globalisasi, spesialisasi sangat diperlukan. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Apa yang dilakukan seorang CEO – Chief Executive Officer untuk membangun tim kerjanya yang solid dan terintegrasi ? Pemimpin yang handal akan membentuk struktur organisasi dengan menempatkan orang yang tepat pada bidangnya dan mampu bekerja sama dengan baik. &lt;/div&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;" align="justify"&gt; &lt;strong&gt;1. Spesifik.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Analogi yang paling tepat adalah jari-jari tangan kita. Bayangkan apa yang terjadi jika kita memiliki jari yang semuanya terdiri atas jempol atau kelingking. Namun jari kita diciptakan sesuai dengan fungsi dan keunikan masing-masing. Keragaman memperkuat fungsi, memperkaya khazanah dan kompetensi dari tim kerja kita. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Delegasi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Delegasi berbicara mengenai pemahaman fungsi dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Tim kerja yang tidak jelas job desc nya tidak mungkin dapat bekerja sama dengan baik. Delegasi diawali dengan penempatan yang tepat sesuai kapasitas dan kompetensi masing-masing anggota tim kerja. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3. Kerjasama.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Si buta dan si lumpuh saling bertetangga, namun saling bermusuhan. Tanpa henti mereka saling mengolok-olok kekurangan masing-masing. Suatu saat desa mereka di landa banjir. Semua penduduk mengungsi ke bukit. Tinggallah mereka berdua. Akhirnya mereka menyadari kesalahan masing-masing dan mau saling menerima. Si buta membopong si lumpuh. Dengan petunjuk silumpuh, si buta bergegas berjalan naik ke bukit. Setiap manusia punya kelebihan tapi juga kekurangan. Jika belajar untuk saling menerima, sesama manusia akan mudah membangun sinergi dalam tim kerja.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Membiasakan diri bekerja secara tim. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak yang memiliki bakat alamiah sebagai pemimpin. Namun sebagian besar pemimpin sulit mendelegasikan atau bekerja sama dengan orang lain. Ego yang kuat dan sulit mempercayai merupakan halangan terbesar dalam tim kerja. Namun hal ini dapat dikelola dan dilatih agar kita tidak terjebak dalam kegagalan the lone ranger. Pemimpin tidak dilahirkan, melainkan dibentuk. Sama halnya dengan tim kerja yang harus dibangun dengan melewati berbagai proses pembentukan. Diawali dengan tahap pengenalan pribadi dan sesama anggota, lalu ada tahap konflik dan perbedaan pendapat. Kemudian terjadi proses saling memahami dan penyesuaian pribadi yang dilanjutkan dengan kemampuan untuk saling mengisi dan sinergi. Ketika seorang merasa lemah, maka anggota tim yang lain akan dapat menolong. Itulah keunggulan sebuah sinergi tim kerja. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-7074168680971682577?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/7074168680971682577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/7074168680971682577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/05/team-work-synergy.html' title='Team work synergy'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S-FuXpgQWuI/AAAAAAAAAK4/c8hvMjRwuNM/s72-c/samarinda+team.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-3184445175938451241</id><published>2010-04-30T08:29:00.004-06:00</published><updated>2010-04-30T08:47:58.366-06:00</updated><title type='text'>Bagaimana Cara Anda Menyelesaikan Masalah?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S9rtkBE7A7I/AAAAAAAAAKw/11RxpsVfgAY/s1600/sex.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S9rtkBE7A7I/AAAAAAAAAKw/11RxpsVfgAY/s400/sex.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465942300787671986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Dua pendekatan dalam melihat suatu masalah&lt;/h2&gt;  &lt;div style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;" class="PostContent"&gt;&lt;!-- The Adsense will automatically be inserted half way through the content. Applies for both Side and Middle options. --&gt;Dalam  pengalaman saya bekerja dan berinteraksi dengan banyak orang, saya amati ada dua  tipe orang dalam menghadapi masalah atau problem, baik di pekerjaan maupun  kehidupan sosial. Dua tipe ini adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reactive&lt;/span&gt; (bereaksi begitu masalah datang) dan  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;receptive&lt;/span&gt; (mau menerima masalah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Reactive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang reactive  biasanya melihat suatu masalah sebagai ancaman. Entah ancaman terhadap karirnya,  bisnisnya, keluarganya, dan sebagainya. Dalam kelompok ini Anda mencari solusi  terhadap masalah dengan menggunakan pendekatan logis dan tradisional.  Ciri-cirinya:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Begitu masalah datang Anda cenderung segera mencari cara apapun untuk  mengatasinya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masalah dilihat sebagai faktor penghambat perkembangan diri. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anda akan segera menyusun strategi untuk menghadapi masalah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karena masalah dilihat sebagai ancaman, dia akan mendominasi pikiran dan  cenderung menyebabkan kecemasan dan stress.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Apabila Anda bekerja di  perusahaan, barangkali Anda pernah diminta untuk memimpin suatu proyek dimana  Anda bertanggung jawab untuk mencapai target tertentu. Disini Anda dihadapkan  dengan situasi yang membutuhkan analisa, justifikasi, dan pemikiran logis dalan  menghadapi tantangan atau masalah yang muncul. Anda akan berada dalam kondisi  tertekan untuk memenuhi deadline. Bisa ditebak, Anda akan cenderung menggunakan  pendekatan reaktif dalam menyelesaikan persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Receptive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan ini  biasanya dipraktekkan oleh mereka yang sudah menyadari bahwa masalah bukanlah  ancaman tetapi justru konsekuensi yang timbul dari suatu kondisi yang kita  ciptakan. Oleh karena itu kita mempunyai kekuatan untuk mengubah kondisi  tersebut dari dalam diri sendiri. Anda mau menerima masalah dan pada saat yang  sama membuat solusinya.Ciri-cirinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masalah datang, Anda  mengenalinya dan menggunakan pendekatan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Masalah merupakan kebalikan dari solusi. Ketika masalah muncul, Anda percaya  saat itu juga bahwa solusinya sudah ada. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anda fokus kepada solusi dari persoalan yang timbul, bukan pada penyebab  dari masalah itu. Dengan demikian Anda mengambil alih kontrol dari dalam diri  Anda sendiri, bukannya dikendalikan oleh keadaan di luar. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masalah merupakan kesempatan untuk pengembangan diri. Anda melihatnya  sebagai peluang untuk meciptakan realitas positif dalam hidup Anda.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Mau  menerima masalah bukan berarti berdiam diri. Anda tidak ”kebakaran jenggot”  tetapi mengenali masalah itu dengan tenang dan membuat diri Anda responsif  terhadap semua yang Anda perlukan untuk mengundang solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang  paling sederhana adalah ketika pasangan yang Anda cintai (misalnya istri, suami,  atau pacar) sedang ngambek karena masalah sepele. Dengan pendekatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reactive&lt;/span&gt;, Anda hanya akan memperburuk keadaan  dengan bertanya-tanya kenapa dia harus ngambek, menganalisa penyebabnya dan  merasa kondisi ini akan mengancam keharmonisan hubungan Anda dengannya. Bukannya  solusi yang didapat tetapi justru kecemasan dan kekhawatiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  pendekatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;receptive&lt;/span&gt;, Anda menerima dan  menyadari bahwa pasangan Anda sedang marah. Anda fokuskan energi Anda untuk  menciptakan kasih sayang yang pada dasarnya merupakan lawan dari kemarahan. Anda  tidak larut terbawa suasana – mencoba mencari jawaban dari analisa kenapa dia  jadi marah – tetapi mengambil alih kendali dari dalam diri sendiri, tetap  berpikir tenang, dan menunjukan sikap positif dalam perilaku Anda. Anda akan  rasakan bahwa berada dalam situasi ini justru membuat diri Anda berkembang. Anda  membuat kualitas positif dari diri Anda muncul ke permukaan dan sudah menjadi  hukum alam dengan bersikap seperti ini pasangan Anda niscaya akan berubah dari  marah menjadi cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;receptive&lt;/span&gt; ini bisa Anda praktekkan di  kehidupan bisnis, rumah tangga, dan sosial. Intinya Anda membangun keyakinan  bahwa masalah tidaklah nyata sehingga Anda tidak merasa terbebani. Latih diri  Anda untuk tidak reaktif ketika suatu masalah muncul. Fokuskan diri Anda pada  lawan dari masalah, yaitu solusi, untuk menemukan kendali dan bukannya larut  dalam masalah itu.  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-3184445175938451241?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/3184445175938451241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/3184445175938451241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/04/bagaimana-cara-anda-menyelesaikan.html' title='Bagaimana Cara Anda Menyelesaikan Masalah?'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S9rtkBE7A7I/AAAAAAAAAKw/11RxpsVfgAY/s72-c/sex.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-2250014771102100377</id><published>2010-04-16T09:41:00.002-06:00</published><updated>2010-04-16T09:49:44.820-06:00</updated><title type='text'>CARA MENGUBAH KEPAHITAN HIDUP MENJADI DAMAI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S8iFyZv6RLI/AAAAAAAAAKg/gpHr2ZY_CpY/s1600/666.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 210px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S8iFyZv6RLI/AAAAAAAAAKg/gpHr2ZY_CpY/s320/666.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460761649138517170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suatu hari aku melihat seorang tua yang bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Pak tua bijak hanya mendengarkan dengan seksama, lalu dia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk &lt;/span&gt;&lt;b style="font-weight: bold;"&gt;mengambil segelas air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas,&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; lalu diaduknya perlahan.&lt;/span&gt;  &lt;b style="font-weight: bold;"&gt;"Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya",&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; ujar pak tua&lt;/span&gt; &lt;b style="font-weight: bold;"&gt;"Pahit, pahit sekali",&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; jawab pemuda itu sambil meludah ke samping&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Pak tua itu tersenyum, lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampai ke tepi telaga yang tenang itu. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Sesampai disana, Pak tua itu kembali &lt;/span&gt;&lt;b style="font-weight: bold;"&gt;menaburkan serbuk pahit ke telaga itu,&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah." &lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Saat si pemuda mereguk air itu, Pak tua kembali bertanya lagi kepadanya,&lt;/span&gt;  &lt;b style="font-weight: bold;"&gt;"Bagaimana rasanya ?"&lt;br /&gt;"Segar",&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; sahut si pemuda.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; "Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu ?" tanya pak tua&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; "Tidak", sahut pemuda itu&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata:&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; "Anak muda, dengarkan baik-baik. &lt;/span&gt;&lt;b style="font-weight: bold;"&gt;Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit ini,&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; tak lebih tak kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yang kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki, tergantung dari luas tidaknya hati/perasaan kita.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Jadi &lt;/span&gt;&lt;b style="font-weight: bold;"&gt;saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan, maka LAPANGKANLAH DADAMU menerima semuanya itu, LUASKANLAH HATIMU untuk menampung setiap kepahitan itu".&lt;/b&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Pak tua itu lalu kembali menasehatkan:&lt;/span&gt;  &lt;b style="font-weight: bold;"&gt;"Hatimu adalah wadah itu;&lt;br /&gt;Perasaanmu adalah tempat itu;&lt;br /&gt;Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan jadikan hatimu seperti gelas;&lt;br /&gt;Buatlah hatimu laksana telaga yang mampu menampung setiap kepahitan itu;&lt;br /&gt;Sehingga kepahitan itu menjadi tidak terasa dan tidak mempengaruhi kesegaran dan kedamaian hatimu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak muda, belajarlah menerima kenyataan;&lt;br /&gt;Berlatihlah menerima kenyataan;&lt;br /&gt;Berlatihlah untuk ikhlas serta mensyukuri setiap kenyataan.&lt;br /&gt;Karena itulah yang terbaik bagimu.&lt;br /&gt;Dan latihan itu akan semakin memperluas daya tampung hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu mau dan berusaha melatihnya terus-menerus, maka hatimu akan benar-benar seluas telaga.&lt;br /&gt;Dan kamu tidak pernah merasakah kepahitan lagi, apa pun keadaan dan masalahmu, hatimu akan tetap segar, damai, dan bahagia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;he he he bagaimana dengan anda semua??? masih setiakan baca artikel2 yang kutulis???? semoga semua ini bisa bermanfaat buat kehidupan anda semua... salam buat teman2ku di Korea, hongkong, dan Taiwan.. semoga semakin success di negeri Rantau...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God Bless You and Good Luck....&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-2250014771102100377?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/2250014771102100377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/2250014771102100377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/04/cara-mengubah-kepahitan-hidup-menjadi.html' title='CARA MENGUBAH KEPAHITAN HIDUP MENJADI DAMAI'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S8iFyZv6RLI/AAAAAAAAAKg/gpHr2ZY_CpY/s72-c/666.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-7416253533675612549</id><published>2010-04-11T13:00:00.004-06:00</published><updated>2010-04-11T13:11:49.725-06:00</updated><title type='text'>KEKHAWATIRAN ANDA</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S8IdViopZiI/AAAAAAAAAKY/iEBagqXc7iU/s1600/Nursing+Bras+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458957954238211618" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 156px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S8IdViopZiI/AAAAAAAAAKY/iEBagqXc7iU/s400/Nursing+Bras+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Manusia hidup tentu tidak pernah lepas dari yang namanya masalah. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Dunia ini hakikatnya adalah tempat ujian untuk mengetahui mana yang beriman dan mana yang ingkar kepada Tuhannya. Detik demi detik yang kita lewati sebenarnya hanyalah menunggu pergantian ujian.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Dalam pergantian waktu ada orang yang memandang semuanya dengan penuh rasa optimis namun ada pula yang memandangnya dengan penuh rasa pesimis. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Bagaikan melihat sebuah donat, orang yang optimis melihat donat sebagai makanan yang sangat lezat namun bagi sebagian lainnya hanya melihat lubang di tengah donat dan meratapi kenapa roti yang satu ini tidak bulat sempurna.Dunia sekarang memang diliputi chaos. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Pertukaran informasi global sangatlah cepat. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Apa yang diketahui di Amerika bisa diketahui oleh orang-orang di Asia dalam waktu yang bersamaan. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Apa yang ditulis saat ini bisa menjadi berita basi hanya dalam beberapa detik ke depan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Akibat dari informasi media yang semakin menggila maka muncul pandangan bahwa masa depan umat manusia berada dalam kesuraman. Pemanasan global, tabrakan meteor, bencana alam, ledakan populasi, kurangnya air bersih, kelaparan dan kurangnya lahan pekerjaan menghantui sebagian besar manusia.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Bila ada satu hal yang paling sering menimbulkan penyakit dan banyak menimbulkan korban jiwa itu bukanlah faktor-faktor eksternal seperti yang tadi saya sebutkan. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Ternyata penyebab utama masalah yang dihadapi manusia ada dalam diri mereka sendiri yaitu kekhawatiran.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;“Alasan mengapa kekhawatiran membunuh lebih banyak orang dibanding dengan kecelakaan kerja adalah karena lebih banyak orang yang penuh kekhawatiran dari pada bekerja”.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Depresi dan stres menjadi penyakit yang paling sering dialami oleh orang-orang terutama mereka yang tinggal di daerah perkotaan. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Gaya hidup yang meningkat serta tuntutan kerja yang tinggi bukannya membuat meningkatnya produktifitas tetapi malah meningkatkan kekhawatiran, kekhawatiran tidak mampu menyesuaikan gaya hidupnya dengan tuntutan zaman.Kemajuan zaman harusnya membuat manusia semakin nyaman karena banyak hal-hal yang memudahkan kehidupan mereka. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Tetapi budaya hedonisme dan materialisme telah menghancurkan semuanya.Demi meningkatkan efisiensi banyak perusahaan yang melakukan restrukturisasi sehingga banyak menimbulkan pemecatan. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Bayangan gelombang pengangguran besar-besaran menghantui pikiran para karyawan yang masih bekerja. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Apalagi di tengah krisis global seperti sekarang ini perampingan jumlah karyawan menjadi hal yang tidak dapat lagi dielakkan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Jika ada karyawan yang dipanggil oleh bosnya maka hanya ada 2 pertanyaan. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Apakah gajinya akan dinaikkan? Ataukah dirinya akan dipecat? &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Kalau naik gaji tentu syukur akan terucap tetapi bagaimana jika dipecat?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Manusia memiliki kemampuan untuk memilih respon terhadap suatu masalah yang dihadapinya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Jika suatu hari Anda dikeluarkan dari pekerjaan Anda, apa yang akan Anda katakan kepada isteri tercinta?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Apakah Anda akan berkata, “Mah, dipecat nih. Bagaimana masa depan kita? Bagaimana sekolah anak-anak?”Atau Anda akan berkata, “Yes !!! Terima kasih Tuhan. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Hari ini Papah diberi kesempatan untuk membangun bisnis sendiri…&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;”You can choose to worry or you can choose to have faith.Apakah Anda akan memilih untuk khawatir?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Ataukah Anda akan memilih iman kepada Tuhan? &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Percaya bahwa Dialah yang menentukan takdir dan semuanya akan baik-baik saja?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Masalah bukanlah hal yang mengganggu kita. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Tetapi cara kita memandang suatu masalahlah yang merugikan kita. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Semua tergantung cara pandang kita, apakah mau terus khawatir atau memilih untuk bertindak, melakukan sesuatu untuk mengubah hidup Anda.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Apakah sesuatu akan berubah hanya dengan kekahwatiran?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Apakah keadaan akan membaik jika kita merasa khawatir? &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Jika Anda merasa bahwa dengan khawatir maka masalah akan selesai dengan sendirinya maka silakan Anda khawatir. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;Tetapi jika Anda yakin bahwa masalah hanya bisa dirubah dengan tindakan dan bukannya kekhawatiran maka bertindaklah sekarang juga.&lt;br /&gt;“Diberkatilah orang yang terlalu sibuk untuk khawatir pada siang hari dan terlalu lelah untuk khawatir di malam harinya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;So, Don’t Worry...Be Happy !!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;good luck for you&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-7416253533675612549?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/7416253533675612549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/7416253533675612549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/04/kekhawatiran-anda.html' title='KEKHAWATIRAN ANDA'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S8IdViopZiI/AAAAAAAAAKY/iEBagqXc7iU/s72-c/Nursing+Bras+1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-4996744752357710445</id><published>2010-04-10T12:01:00.006-06:00</published><updated>2010-04-10T12:15:40.519-06:00</updated><title type='text'>Kiat Jitu Menangani Penolakan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S8C93HquYiI/AAAAAAAAAKQ/8R9FAm5_Jf4/s1600/17-01-08++2$+.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458571503021744674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S8C93HquYiI/AAAAAAAAAKQ/8R9FAm5_Jf4/s400/17-01-08++2%24+.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Dalam kehidupan kita sehari-hari pasti pernah mengalami penolakan, terutama bagi Anda yang berprofesi sebagai marketers atau yang tengah mengembangkan bisnis Anda sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Apalagi teman-teman yang di industri network marketing ataupun asuransi, mungkin penolakan itu sudah menjadi makanan pokok Anda sehari-hari. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Lantas apakah Anda takut dengan penolakan? Bagaimana Anda menyikapi penolakan yang Anda terima? &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu kita sadari adalah bahwa penolakan itu adalah hal biasa, dalam industri atau bidang apapun. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selama kita menawarkan sesuatu ke orang lain, apakah itu berupa barang atau jasa, Anda mempunyai kemungkinan ditolak. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya sering mengatakan: “&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Penolakan itu hal biasa&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Penerimaan baru Luar Biasa !” Bahkan penjual terbaik dan tergigih di dunia sekalipun pernah mengalami penolakan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun Anda bisa membuat penolakan itu justru berguna buat Anda. Apa yang harus Anda lakukan ketika seseorang mengejek ide besar Anda? Berikut empat cara untuk membalikkan penolakan menjadi penerimaan dan kesuksesan yang besar: &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. - Jadikan setiap kata TIDAK sebagai Pembukaan, bukan Akhiran.&lt;br /&gt;Jika seseorang menolak ide besar Anda hari ini, di masa depan penolakan akan menjadi peluang untuk membangun jejaring Anda. Sedikit sekali orang yang akan mengatakan secara terang-terangan: “Jangan pernah injakkan kaki lagi di sini.”&lt;br /&gt;Kenyataannya, jika mereka punya sedikit rasa kemanusiaan, mereka akan merasa tidak enak untuk mengecewakan Anda. Tanyakan dengan sopan, “Anda tidak keberatan jika saya kabari Anda tentang kemajuan saya di waktu yang akan datang?” Saya jamin, kebanyakan orang akan mengiyakan pertanyaan itu. Kemudian, ikuti saja. Tambahkan mereka kedalam daftar follow up Anda, dan selalu kabarkan perkembangan bisnis Anda. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. - Gali makna di balik kata TIDAK, temukan solusinya.&lt;br /&gt;Jadikan penolakan sebagai peluang untuk melakukan riset yang berharga. Dalam setiap kata TIDAK, terdapat serpihan informasi yang akan membantu Anda menyempurnakan metode, dan produk Anda. Alih-alih menyelinap keluar dari rumah atau kantor yang Anda datangi, tetaplah duduk di sana selama Anda diizinkan tuan rumah, dan cobalah mengorek keterangan dari mereka.&lt;br /&gt;Apa yang mereka tahu tentang bisnis atau produk yang sedang Anda tawarkan, yang tidak Anda ketahui? Cari tahu alasan sebenarnya kenapa mereka tidak menyukai produk Anda. Apa yang mereka butuhkan? Mungkin cara penawaran Anda kurang menarik atau Anda datang di waktu yang tidak tepat, dll. Temukan jawabannya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;3. - Jangan menyamaratakan kata TIDAK.&lt;br /&gt;Tidak ada produk atau jasa yang tepat bagi setiap orang. Jika Anda ditolak, sadari bahwa bukan Anda yang ditolak. Yang ditolak hanyalah produk atau jasa Anda. kemungkinan Anda belum menentukan secara spesifik ceruk Anda. Atau mungkin Anda mendekati orang yang kurang tepat. Sebelum anda meninggalkan pertemuan, tanyakan kepada orang yang sedang Anda dekati apakah ia bisa menyarankan orang lain yang mungkin tertarik dengan produk atau jasa Anda. Selalu minta referensi atau rekomendasi untuk anda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. -Dapatkan kata "Ya" lain kali. Never Give Up!&lt;br /&gt;Sudah sering kita mendengar kisah para wirausaha sukses yang dengan gigih kembali dan kembali mengetuk pintu rumah itu, kadang-kadang sampai bertahun-tahun. Mereka menunjukkan sikap: “Akan saya tunjukkan kepada mereka” yang tak tergoyahkan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan selalu katakan pada diri Anda sendiri : “Suatu hari , saya pasti dapatkan deal itu!” &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting adalah jangan pernah putus asa dan kehilangan antusiasme Anda, jangan biarkan penolakan menghalangi jalan Anda untuk mewujudkan ide besar Anda dan menghentikan langkah Anda menuju sukses, Ingat selalu : “Penolakan itu Biasa, Penerimaan baru Luar Biasa !” Angkat telepon, dan mulailah melangkah penuh dengan kepercayaan diri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Just Perform, Do Your Best ! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-4996744752357710445?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/4996744752357710445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/4996744752357710445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/04/kiat-jitu-menangani-penolakan.html' title='Kiat Jitu Menangani Penolakan'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S8C93HquYiI/AAAAAAAAAKQ/8R9FAm5_Jf4/s72-c/17-01-08++2%24+.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-7648004257747021143</id><published>2010-04-01T08:24:00.004-06:00</published><updated>2010-04-01T08:31:25.983-06:00</updated><title type='text'>Buat, Para Wanita, Penting dan Pelajarilah !!</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S7StYwUwEOI/AAAAAAAAAKI/hpXoDuItl-4/s1600/1742w2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455175689452916962" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 297px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S7StYwUwEOI/AAAAAAAAAKI/hpXoDuItl-4/s400/1742w2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, penyakit kanker serviks merupakan penyebab utama kematian akibat kanker. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Di dunia, setiap dua menit seorang wanita meninggal dunia akibat kanker serviks. Jadi, jangan lagi memandang ancaman penyakit ini dengan sebelah mata. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Berikut 5 hal yang wajib Anda ketahui tentang kanker serviks.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;1. Apa itu kanker serviks?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah jenis penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu, bagian rahim yang terletak di bawah, yang membuka ke arah liang vagina. Berawal dari leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;2. Seberapa berbahaya penyakit ini?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks, dan kira-kira sebanyak 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;3. Apa penyebabnya?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Namun, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;4. Bagaimana penularannya?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;5. Apa saja gejalanya?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Yaitu, munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal, perdarahan di luar siklus menstruasi, serta penurunan berat badan drastis. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung, hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-7648004257747021143?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/7648004257747021143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/7648004257747021143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/04/di-negara-negara-berkembang-seperti.html' title='Buat, Para Wanita, Penting dan Pelajarilah !!'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S7StYwUwEOI/AAAAAAAAAKI/hpXoDuItl-4/s72-c/1742w2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-3373524475559265563</id><published>2010-03-26T08:06:00.002-06:00</published><updated>2010-03-26T08:22:53.690-06:00</updated><title type='text'>15 Ciri Pria Berpotensi Hidup Kaya</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6zDDISTiVI/AAAAAAAAAKA/uVm9dE5w2-k/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452947707370113362" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6zDDISTiVI/AAAAAAAAAKA/uVm9dE5w2-k/s320/2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Sebelum menikah dengannya, cari tahu apakah dia memiliki 15 ciri Pria Berpotensi Menjadi Kaya, dimana Anda akan selalu tenang hidup bersamanya. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Coba teliti apakah kekasih Anda memiliki salah satu dari ciri berikut.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;1. Beberapa Rekening. Lihat, apakah kekasih Anda punya rekening bank lebih dari satu? Ini bisa jadi indikasi dia berbakat kaya. Karena biasanya, orang yang punya rekening tabungan 2 atau lebih cenderung berusaha mengatur uangnya dengan benar. Pria tipe ini suka memisahkan pos-pos penghasilannya. Misal, satu rekening digunakan hanya untuk menerima transfer gaji dan belanja lalu rekening lainnya untuk tabungan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;2. Suka Menolong. Tidak tepat jika orang yang suka menimbun harta, pelit, serta enggan berbagi dan memberi, adalah orang yang berbakat kaya. Justru lelaki yang mudah tergerak hatinya dan gampang menolong orang lah yang pantas Anda lirik. Dia adalah tipe orang yang akan relatif mudah hidupnya. Entah bagaimana caranya, Anda berdua akan sangat jarang kesulitan uang. Hidup mengalir dan smooth. Dan yang terpenting, kenikmatan memberi itu memang selalu ada penggantinya. Ingat kata orang bijak bahwa Anda tidak mungkin miskin hanya karena beramal!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;3. Punya Cita-cita. Jangan harap si dia berbakat kaya jika hidupnya dialirkan bagai sungai, entah hendak bermuara di mana. Pria yang berbakat kaya selalu punya rencana besar dalam hidupnya. Anda juga bisa menyebutnya sebagai cita-cita. Ada sesuatu di masa depan yang hendak diraihnya. Untuk itu, dia akan punya rencana jangka pendek, rencana jangka menengah, untuk mencapai cita-citanya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;4. Tidak Berhobi Spesifik. Pria yang punya hobi spesifik cenderung menghabiskan uangnya untuk hobinya tersebut. Mereka tidak bisa menahan perasaan melihat toko C, perlengkapan Tamiya, aksesoris sepeda gunung atau bengkel mobil. Ini juga berlaku untuk mereka yang hobi berbelanja, yang selalu ’sakaw’ setiap melihat tulisan ’sale’ di mal. Cukup dikompori sedikit oleh temannya dia rela merogoh kocek begitu dalam. Tentu saja ada orang yang punya hobi spesifik karena memang kekayaannya atau orang tuanya tak ada habisnya. Namun toh tidak semua pria punya nasib bisa kaya begitu saja. Pria yang tidak punya hobi spesifik biasanya akan mengeluarkan uangnya untuk berbelanja sesuai dengan mood-nya saja. Dia cenderung merasa tidak punya kebutuhan spesifik, sehingga enggan membeli sesuatu. Tapi tenang saja, ini tidak ada hubungannya dengan mood dia membelikan Anda sesuatu kok!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;5. Buta Harga. Dia tidak tahu persis ada bedanya barang mahal dan barang murah. Buatnya, kemeja ya kemeja. Bentuknya seperti itu, ada ukurannya yang pas dan pantas dipakai di kantor. Habis perkara. Pria seperti ini tidak akan bermasalah dengan kemeja murahnya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;6. Hidung Bisnis. Apakah Anda pernah mendengar dia mengatakan (kurang-lebih), “Ini bisa menjadi peluang bisnis. Bisa dicoba.” Artinya dia dapat melihat sesuatu, sekecil apapun, sebagai sebuah peluang bisnis. Tidak banyak orang yang punya kemampuan seperti ini. Jadi, kalau si dia kerap melontarkan komentar yang berhubungan dengan peluang bisnis, bisa jadi dia memang berbakat kaya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;7. Pekerja Keras. Punya hidung bisnis saja tidak cukup tanpa kerja keras. Ini yang membedakan seorang pemimpi kelas berat dengan pengejar mimpi. Seorang pengejar mimpi akan berusaha sekuatnya untuk mewujudkan cita-citanya. Tentunya dengan kerja keras.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;8. Keahlian Khusus.Perhatikan, apakah si dia punya satu atau dua keahlian khusus? Tidak harus yang jarang dimiliki orang lain, seperti jagoan pencak silat, atau mungkin mengemudikan pesawat terbang misalnya! Tapi dia, misalnya, menguasai komputer dengan baik, pandai melobi dan sebagainya. Anda lah yang tahu persis apa kelebihannya. Kemampuan khusus ini bisa jadi modal dia dalam menjalani hidupnya. Pria tipe ini cenderung survive dalam hidupnya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;9. Banyak Teman. Temannya ada dimana-mana. Tidak hanya mantan teman-teman SMA, kuliah atau kantornya. Tapi juga dari komunitas lain, yang mungkin Anda tidak pernah duga sebelumnya. Orang yang banyak teman bisa diartikan punya banyak networking yang cukup luas. Sehingga, ditaruh dimana pun, dia akan bisa hidup dengan baik.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;10. Memelihara Pertemanan. Kadang Anda jengkel karena dia rajin menelpon atau SMS yang tidak penting ke teman-temannya. Just say hello saja bisa berpanjang-panjang. Mestinya, Anda tidak perlu kesal, karena ini adalah caranya untuk memelihara pertemanan. Orang boleh punya banyak teman, tapi jika tidak bisa memeliharanya, maka it’s just nothing! Silahkan tabah-tabahkan hati menunggu selesai ber-chit-chat. Katakan saja padanya complain Anda bila ‘haha-hehe’-nya sudah kepanjangan. Dia pasti mengerti kok!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;11. Mudah Berteman. Hanya orang yang menyenangkan yang mudah berteman. Pergi ke tempat baru mana pun, dia bisa dengan mudah punya teman ngobrol. Ini menandakan dia orang yang terbuka, punya sense of humor dan berwawasan cukup luas.Bagaimana mungkin dia bisa ngobrol panjang lebar dengan orang baru, di mana pun bila tidak punya bahan pembicaraan yang cocok dan bisa jadi pendengar yang baik pula? Orang-orang seperti ini biasanya tidak sulit beradaptasi dengan lingkungan baru, termasuk dengan jenis pekerjaan baru. Sehingga, si dia tidak perlu khawatir tidak punya pekerjaan yang baik.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;12. Percaya Diri. Kita tidak sedang bicara tentang orang yang ‘gayanya dua juta’ (percaya diri berlebihan). Dia tahu persis apa kelebihan dan kekurangannya dan percaya orang lain pun begitu. Sehingga, dia tidak gentar ketika berinteraksi dengan orang lain, atau diharuskan melakukan sesuatu yang baru. Termasuk, dia percaya bahwa dia bisa hidup layak hari ini atau esok lusa, bersama Anda.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;13. Fokus. Dalam melakukan apapun, dia fokus. Perhatiannya tidak mudah tercerai oleh hal lain yang (dianggapnya) lebih menarik. Orang yang fokus biasanya punya tanggung jawab yang baik. Ini berhubungan dengan bagaimana dia berusaha mencapai cita-citanya, menyelesaikan pekerjaannya dan serius membangun hidup bersama Anda.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;14. Optimis. Hampir tidak pernah Anda mendengar dia bilang. “Ah susah”, “Enggak bisa Ah”, dan sejenisnya. Pria pesimis akan sulit survive dalam hidupnya. Keoptimisan bisa membuat seseorang mampu melakukan sesuatu yang secara hitungan di atas kertas sulit.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;15. Sehat. Oke, yang terakhir ini penting nggak penting. Pria penyakitan akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan tidak melakukan apa-apa. Belum lagi ongkos dokter dan rumah sakit yang tidak masuk akal mahalnya. Uang Anda berdua akan habis di sini. Selain itu, orang yang sehat akan bisa berpikir dengan lebih sehat.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;strong&gt;So, bagaimana dengan pasangan Anda??????????&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;TANDA TANYA BESAR YA HE HE HE HE?????????????&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-3373524475559265563?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/3373524475559265563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/3373524475559265563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/03/15-ciri-pria-berpotensi-hidup-kaya.html' title='15 Ciri Pria Berpotensi Hidup Kaya'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6zDDISTiVI/AAAAAAAAAKA/uVm9dE5w2-k/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-2225021137940490806</id><published>2010-03-26T07:43:00.001-06:00</published><updated>2010-03-26T07:51:59.153-06:00</updated><title type='text'>Kiat Mencintai dengan Sepenuh Hati</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6y71AwT0aI/AAAAAAAAAJ4/-XICqUIwlz8/s1600/1_511364804.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452939768248914338" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 266px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6y71AwT0aI/AAAAAAAAAJ4/-XICqUIwlz8/s400/1_511364804.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Manusiawi sekali kalau kamu ingin dicintai.Cinta memang indah, menggairahkan dan mempesona.Namun kamu tidak bisa meminta atau memaksa orang lain mencintaimu.Satu-satunya cara yang bijak untuk dicintai adalah dengan melupakan keinginan dicintai dan mulai mencintai.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;1. Mencintai berarti merindukannya.Kerinduanmu menyiratkan betapa berartinya dia bagimu sehingga kepergiannya membuat kamu merasa kehilangan , betapa kamu ingin selalu bersamanya , dan betapa waktu terasa lama ketika dia tidak berada disisimu. Ungkapkanlah kerinduanmu ketika kalian tidak bertemu dalam waktu yang cukup lama atau terpisah dengan jarak yang cukup jauh. Jangan tahan rasa rindumu , dan jangan biarkan dia menanti ungkapan kerinduanmu.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;2. Mencintai berarti memotivasinya.Doronglah kekasihmu untuk meraih cita-citanya , untuk bangkit dari kegagalan , untuk berani mengambil keputusan penting yang sudah ditundanya, dsb.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;3. Mencintai berarti memaafkannya.Karena kekasihmu juga seorang manusia biasa yang bisa salah, maka pemberian maaf adalah salah satu bukti cintamu padanya. Belajarlah untuk mudah memaafkan kekasihmu setiap kali dia melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang tidak prinsipil. Bahkan untuk kesalahannya yang cukup besar pun kamu perlu memaafkannya setelah persoalannya dibicarakan secara terbuka. menyimpan kesalahan akan merusak hubungan cinta yang sudah lama terjalin.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;4. Mencintai berarti menyadarkannya.Meskipun cinta sejati menutupi banyak kesalahan , namun cinta juga mengoreksinya, memperingatkannya dan menegurnya bila dianggap perlu. Ketika kekasihmu melakukan hal-hal yang buruk , ketika dia hendak mengambil keputusan yang bodoh dan berbahaya , saat itulah kamu perlu menyadarkannya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;5. Mencintai berarti peka terhadap keinginan dan kebutuhannya.Kalau kekasihmu seorang yang terbuka , kamu akan lebih mudah memahaminya. Tapi kalau dia tertutup , sebaiknya sering-seringlah menanyakan kepadanya. Jangan sampai tanpa sadar kamu mengulang-ulang kebiasaan yang dibencinya, tapi jarang melakukan apa yang disukainya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;6. Mencintai berarti berterima kasih .Berterima kasih atas kerelaannya menjadi kekasihmu , atas kesetiaannya dan atas pengorbanannya . Terimalah dengan penuh penghargaan ungkapan kasih sayang yang ditunjukkannya dalam bentuk apapun . Jangan mematikan gairah cintanya dengan sikap dingin dan pasif. Ungkapkanlah rasa terima kasihmu dengan ucapan yang manis, senyuman atau pelukan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;7. mencintai berarti mempercayai dan memberinya kesempatan untuk membuktikan ketulusan dan kesetiaannya kepadamu.Jangan membebani dia dengan rasa cemburu dan rasa takut kehilangan dia. Jangan mengekangnya hanya karena kamu kurang mempercayainya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;8. Mencintai berarti selalu berusaha untuk membahagiakannya.Ketika kamu ikut andil dalam membuatnya bahagia , maka kebahagiaannya akan menjadi sebagian dari kebahagiaanmu . Jangan pelit untuk berkorban bagi orang yang kamu cintai.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;9. Mencintai berarti memberinya kebebasan untuk mengungkapkan perasaan-perasaannya , termasuk keluhan ' kemarahan , harapan dan kekecewaannya. Jadilah pendengar yang baik agar kamu bisa lebih memahami isi hati dan masalah yang dihadapinya. Jangan biarkan dia memendam perasaannya karena merasa malu dan segan, jangan biarkan dia membungkam mulutnya karena merasa takut , dan jangan biarkan dia selalu mengalah karena ingin menghindari konflik dengan kamu.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;10. Mencintai berarti menghargainya dan membuatnya merasa puas menjadi dirinya.Hargailah kekasihmu sebagai pribadi yang istimewa . Buatlah hatinya selalu berbunga-bunga dengan pujian dan kekagumanmu padanya. Jangan pernah merendahkan dan menghinanya , meskipun dalam konteks bercanda.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-2225021137940490806?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/2225021137940490806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/2225021137940490806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/03/kiat-mencintai-dengan-sepenuh-hati.html' title='Kiat Mencintai dengan Sepenuh Hati'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6y71AwT0aI/AAAAAAAAAJ4/-XICqUIwlz8/s72-c/1_511364804.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-3566970376775298459</id><published>2010-03-23T07:55:00.002-06:00</published><updated>2010-03-23T08:06:52.173-06:00</updated><title type='text'>Saat Sedang Lelah, Kecewa, Sedih, dan Terpuruk, Apa yang Bisa Membuat Anda Merasa Lebih Baik?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6jKjdCnUJI/AAAAAAAAAJw/kQ-hpG87VjU/s1600-h/SAAT+TIBA.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6jKjdCnUJI/AAAAAAAAAJw/kQ-hpG87VjU/s400/SAAT+TIBA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451830059371810962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Buat saya, perubahan mood mendadak dari kondisi senang menjadi sedih, adalah hal yang biasa. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan kita hadapi di hari yang baru.&lt;br /&gt;Jadi, hari yang terasa indah di awal, kadang bisa berakhir dengan kekecewaan. Siapa pun pasti pernah mengalaminya, termasuk Anda.&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Namun, saya merasa sangat beruntung sebagai orang yang telah menikah, dan dikaruniai seorang putri kecil yang cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saya pulang bekerja, mereka selalu menyambut saya dengan senyuman dan pelukan hangat. Rasanya, semua beban pekerjaan yang masih menyangkut di pikiran, sirna begitu saja.&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Bagi saya, pelukan dan sentuhan dari pasangan, atau pun sang buah hati, berati lebih dari sekadar sentuhan biasa.&lt;br /&gt;Begitu sarat kasih sayang dan cinta yang tulus. Maka itu, saya tidak akan pernah meremehkan hal ini.&lt;br /&gt;Sebisa mungkin, sebuah pelukan singkat saya berikan kepada anggota keluarga, karena saya sendiri sudah membuktikan efek positifnya bagi jiwa saya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang terapis keluarga dari luar negeri, Virginia Satir, mengatakan bahwa untuk bertahan hidup kita membutuhkan empat pelukan dalam sehari. Untuk kesehatan, diperlukan delapan pelukan per hari. Dan untuk pertumbuhan, awet muda, dan kebahagian kita membutuhkan 12 pelukan seharinya. Menakjubkan, ya?&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Temuan tersebut didukung oleh beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa pelukan dapat menyembuhkan berbagai penyakit fisik dan psikis. Karena, disadari atau tidak, seseorang yang mendapat pelukan, atau yang memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan cinta inilah yang membuat kekebalan tubuh seseorang meningkat.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin , hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon ini membuat jantung dan pikiran menjadi sehat. Oxytocin baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat dan merasa damai serta tentram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sekarang, coba Anda ingat-ingat, kapan terakhir kali Anda memeluk pasangan dengan kasih sayang yang tulus, bukan sekadar pelukan rutin biasa? Bila jawabannya, setiap hari, itu sudah bagus. Beberapa pasangan yang sudah menikah lebih dari 25 tahun, mengakui bahwa mereka sering menyentuh dan memeluk dalam kesehariannya. Dengan kebiasaan tersebut, mereka merasa keterikatan yang kuat dan saling membutuhkan antara satu dengan yang lain, tidak pernah hilang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Jangan remehkan juga sebuah sentuhan. Saat berjalan bersama pasangan di tempat umum, saya masih selalu bergandengan tangan layaknya ABG yang baru mulai berpacaran. Sebisa mungkin kebiasaan itu tidak akan saya hilangkan. Dia pun tidak ragu untuk menunjukkan kasih sayangnya kepada saya di depan banyak orang, walaupun kami tida menunjukkannya secara berlebih. Hanya sekadar bergandengan tangan atau rangkulan di bahu atau pinggang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Sayangnya, beberapa teman mengaku risih melakukan hal tersebut, dengan alasan malu dengan umur. Kenapa harus malu? Untuk bersentuhan, berpelukan, dan menunjukkan kasih sayang kepada pasangan, tidak ada aturan yang membatasi usia seseorang yang boleh atau tidak boleh melakukannya. Ekspresikan cinta Anda, maka Anda pun akan senantiasa menerima perlakuan penuh cinta dari pasangan hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Atau, kalau memang masih malu memperlihatkan kemesraan di depan umum, lakukanlah saat sedang berdua atau di rumah. Biarkan Anda yang memulainya. Sentuhan ringan di bahunya saat pulang kerja, elusan sayang di kepala ketika Anda lewat di dekatnya, atau hanya senyuman manis penuh rasa sayang. Hidup pun akan terasa semakin indah, bila kebiasaan menyentuh dan memeluk ini mulai dilakukan jug oleh pasangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Seorang master Reiki di Mumbai, India, berkata," Pelukan adalah salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan, satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang, salah satu cara agar hubungan itu menghangat adalah dengan memeluknya. Jika rumah tangga Anda diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari stress dan depresi." &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-3566970376775298459?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/3566970376775298459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/3566970376775298459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/03/saat-sedang-lelah-kecewa-sedih-dan.html' title='Saat Sedang Lelah, Kecewa, Sedih, dan Terpuruk, Apa yang Bisa Membuat Anda Merasa Lebih Baik?'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6jKjdCnUJI/AAAAAAAAAJw/kQ-hpG87VjU/s72-c/SAAT+TIBA.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-7289493636725401428</id><published>2010-03-23T07:43:00.001-06:00</published><updated>2010-03-23T07:46:53.589-06:00</updated><title type='text'>Super Salesman: You are the Most Important Product to Sell</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6jGN8X13CI/AAAAAAAAAJo/l8OoSqj8R94/s1600-h/tuan.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 97px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6jGN8X13CI/AAAAAAAAAJo/l8OoSqj8R94/s400/tuan.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451825291778710562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;strong style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Mengapa banyak salesman gagal menjual? Mengapa salesman banyak yang tidak bisa mencapai target?&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;" Itulah pertanyaan yang sering ditanyakan para profesional sales peserta seminar saya. Jawaban saya amat sederhana, yaitu karena kebanyakan salesman tidak tahu produk yang dijualnya. &lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;"Masak iya?" Tanya peserta sampai penasaran atau mungkin juga kurang bisa menerima penjelasan saya. "Product knowledge sudah 100% dikuasai dan sudah diberikan pelatihan keterampilan menjual yang tepat, dan sudah diberikan pengarahan di lapangan oleh para supervisor-nya. Tapi hasilnya tetap saja gagal. Mengapa, Pak?" &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;strong&gt;Mindset, Action, Result. &lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Pola pikir (&lt;em&gt;mindset&lt;/em&gt;) atau paradigma yang kita miliki akan menentukan perbuatan (&lt;em&gt;action&lt;/em&gt;) yang kita lakukan. Perbuatan pada akhirnya akan menentukan hasil (&lt;em&gt;result&lt;/em&gt;) yang akan kita capai. Model mindset-action-result ini akan selalu berulang dalam hidup kita, baik sebagai profesional ataupun pelaku bisnis umumnya. Urutan ini belum banyak diketahui para salesman. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Bila seorang sales asuransi menganggap bahwa jualan asuransi jiwa itu susah, cari prospeknya juga susah (&lt;em&gt;mindset&lt;/em&gt;), lalu setiap orang baru yang ditemui dianggapnya sebagai prospek dan dia menjelaskan soal asuransi jiwa itu dengan tabel berisi angka-angka premi/ nilai tunai/ nilai tunai dijamin dsb (&lt;em&gt;action&lt;/em&gt;), maka hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan rata-rata salesman asuransi lainnya (&lt;em&gt;result&lt;/em&gt;). Menurut saya, inilah cara menjual asuransi jiwa yang paling membosankan karena salesman berusaha membuat prospek tertarik asuransi dengan memberikan perhitungan-perhitungan rasional yang rumit. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sebaliknya bila seorang salesman asuransi menganggap bahwa menjual asuransi jiwa itu mudah asal bisa menemukan prospek yang tepat dan bisa menjelaskan manfaat asuransi dengan benar (&lt;em&gt;mindset&lt;/em&gt;), selanjutnya dia akan hati-hati mencari prospek yang tepat dan menjelaskan manfaat asuransi dengan cara yang sederhana (&lt;em&gt;action&lt;/em&gt;), maka hasilnya pasti berbeda dengan salesman biasa (&lt;em&gt;result&lt;/em&gt;). &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Dalam sebuah komunitas, saya pernah bertemu dengan seorang salesman asuransi jiwa (seorang ibu) yang melakukan presentasi dengan cara yang menurut saya luar biasa. Dia membuka presentasinya dengan kisah hidupnya sendiri yang terpaksa bekerja lagi karena suaminya sudah meninggal dan kedua anaknya masih sekolah SD &amp;amp; SMP. Sepeninggal suaminya, dia harus mengurangi kualitas dan fasilitas hidupnya termasuk memindahkan sekolah anaknya dari sekolah favorit ke sekolah negeri, pakai mobil lawas, menjual rumahnya dan pindah ke pinggiran Jakarta; hanya supaya pengeluaran keluarga bisa pas dengan pemasukannya sebagai single parent. Kemudian dia menunjukkan &lt;em&gt;cash flow&lt;/em&gt; keluarga saat suaminya masih hidup (&lt;em&gt;double income&lt;/em&gt;) masih positif dan bisa menabung. Sedangkan saat dia sebagai &lt;em&gt;single parent&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;cash flow&lt;/em&gt;-nya jadi negatif, lama kelamaan tabungannya jadi habis. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Dia menutup presentasinya dengan sebuah wisdom: "&lt;strong&gt;Dulu saya terlambat membeli asuransi jiwa&lt;/strong&gt;." Bila tabungan dulu digunakan untuk membeli asuransi jiwa, hasilnya akan berbeda. Lalu dia menunjukkan cash flow fiktif; setelah suaminya meninggal, ada &lt;em&gt;cash-in-flow&lt;/em&gt; Rp 1 miliar dari asuransi. Rp 1 miliar itu sebagian dimasukkan deposito, sebagian reksadana, sebagian obligasi, maka setiap bulan akan ada &lt;em&gt;cash-in-flow&lt;/em&gt; baru yang membuat hidupnya bisa tetap &lt;em&gt;balance&lt;/em&gt;. Tidak perlu jual rumah, jual mobil, dan pindah sekolah anaknya. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Peserta di situ terpana dan terharu mendengar cerita pengalaman salesman ini, sebagian matanya berkaca-kaca dan ada ibu-ibu yang mulai menitikkan air mata. Cara berjualan yang luar biasa karena yang dia sentuh adalah dimensi emosional, bukan dimensi rasional seperti sales asuransi umumnya. &lt;strong&gt;Dua puluh peserta yang hadir semuanya &lt;em&gt;closed&lt;/em&gt;, termasuk saya&lt;/strong&gt;. Saya sangat menghargai cara menjualnya yang sangat menyentuh itu. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Apa yang membedakan salesman asuransi gagal dengan super salesman asuransi seperti di atas? Jawabya singkat: &lt;u&gt;mindset&lt;/u&gt;! Ya, mindset kedua salesman di atas berbeda.  &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Salesman gagal menjual produk asuransi. Super salesman menjual dirinya sendiri sebagai solusi!&lt;br /&gt;You are the most important product to sell. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Guru marketing saya di &lt;em&gt;Markplus&lt;/em&gt;, Hermawan Kartajaya, juga pernah menjelaskan soal ini. Salesman harus punya &lt;em&gt;passion&lt;/em&gt; pada profesinya sebelum dia bisa handal menjual. &lt;em&gt;Passion&lt;/em&gt; itu bukan uang, bukan&lt;em&gt; reward&lt;/em&gt;, bukan fasilitas, bukan pula jabatan. &lt;strong&gt;Passion adalah kecintaan pada profesi yang memberikan semangat kerja setiap hari&lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Jadi bila saat ini Anda masih berpikir bahwa salesman itu bertugas menjual produk supaya laku, Anda pasti keliru. &lt;strong&gt;Salesman itu menjual solusi yang dibutuhkan prospek&lt;/strong&gt;. Sebelumnya, salesman itu harus mahir dulu menjual dirinya sendiri! Mengapa? &lt;strong&gt;Karena sebelum prospek itu membeli produk Anda, prospek itu harus bisa "membeli diri Anda" terlebih dahulu, yaitu: menyukai Anda, memperhatikan Anda, memahami Anda, dan akhirnya mempercayai Anda. Anda adalah produk yang dicari prospek&lt;/strong&gt;. Selamat mencoba paradigma baru ini.  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-7289493636725401428?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/7289493636725401428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/7289493636725401428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/03/super-salesman-you-are-most-important.html' title='Super Salesman: You are the Most Important Product to Sell'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6jGN8X13CI/AAAAAAAAAJo/l8OoSqj8R94/s72-c/tuan.bmp' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-6798750938150902715</id><published>2010-03-21T05:11:00.006-06:00</published><updated>2010-03-21T07:09:20.973-06:00</updated><title type='text'>HATI BERGEJOLAK SAAT PENYERAHAN SEORANG ANAK PADA TUHAN</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ini kisah seorang laki2 yang sampai dengan detik ini masih tabah menjalani terpaan badai yang slalu datang silih berganti... laki2 itu bernama Alexsander&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 2 tahun walau segala masalah yang dipikulnya terasa berat namun alexs selalu berjiwa besar dan slalu tabah menjalani hidupnya tanpa air mata walau hatinya hancur.. masalah demi masalah datang alexs selalu tersenyum ceria.. alexs berjalan dalam kehidupan yang teramat pahit.. semua teman2 kerja selalu menilai alexs orang yang bisa menjadi contoh yang baik didalam pekerjaannya.. namun dibalik senyuman dan keramahan dalam kehidupan alexs yang selalu nampak ceria, sebetulnya didalam hidupnya p&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;enuh dengan tekanan dan kehancuran, sebenarnya alexs berada dalam kehidupan antara mati dan hidup...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau Alexs hancur ekonominya namun dia tidak mementingkan kebutuhan hidup pribadinya... kadang tekanan dari orang tuanya kadang dari mertuanya, istrinyapun udah kabur entah kemana serta menjadi broken home anaknyapun menjadi korban ke egoisan orang tuanya dan semua usahanya hancur berantakan sehingga semua meninggalkan alexsander dan semuanya hanya bisa menyalahkan ya semuanya hanya bisa menyalahkan alexs dan selalu menyalahkan.. kadang antara keluarga hanya saling sama sama mencari kesalahan.. semua egois orang tua alexs menyalahkan istrinya dan orang tua istrinya menyalahkan alexs semua hanya merasa menjadi orang yang paling benar, bukanya mencari solusi memecahkan masalah dan mencari jalan keluar tapi yang selalu dicari dan terus dicari hanyalah kesalahan dan kesalahan.. tapi alexs hanya diam menahan kesesakan2 dalam hidupnya.... saat inipun alexs juga bersyukur karena dibalik semua kisah ini masih ada orang2 yang setia menemaninya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alexs hidup berpindah pindah dari Negara A sampai Negara Z dari kota kecil2 sampai kota Metropolitan... kini alexs ditemani satu orang teman dan satu orang yang gadis yang mau mncintai alexs dan menerima alexs apa adanya... Alexs mulai merintis Bussines kecil kecilan tiap hari berjalan dari kota satu kekota yang lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hid&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6YXC425d4I/AAAAAAAAAJg/9dq2zITlJBI/s1600-h/Albert+sedih.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 201px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6YXC425d4I/AAAAAAAAAJg/9dq2zITlJBI/s400/Albert+sedih.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451069737368385410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;up yang teramat panjang... tidak semua orang yang mengerti dan merasakan apa yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan Alexs.. disuatu Pagi Alexs pergi Kegereja bersama seorang gadis yang dicintainya disaat Firman Tuhan mau dimulai diadakan acara penyerahan anak... Alexs melihat seorang ibu muda naik ke altar Tuhan membawa seorang anak kecil, Hati alexs terasa sakit alexs menangis dalam doa2nya karena alexs tidak bisa menyerahkan anaknya pada Tuhan tapi justru yang menyerahkan anak alexs adalah neneknya.. hati Alexs hancur berkeping keping sampai pulang dari Gereja di dalam Apartemenya yang mungil ditemani Gadis yang dicintainya Alexs menagis kayak anak kecil.. hatinya benar2 sakit dan hancur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alexs merasa telah menyia2kan anaknya, seharusnya kemanapun alexs pergi anaknya harus dibawa... kini Alexs hanya bisa menahan rasa sakit itu... tapi dibalik semua ini Alexs selalu ingat bahwa Bapa selalu peduli pada hidupnya... Alexs harus berjuang semakin giat demi masa depan anknya dan masa depan seorang gadis yang dicintainya dan tak akan menyia2kan mereka karena ini semua kepedulian dari Bapa di Surga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentuhan2 kasih Bapa selalu mengalir dalam kehidupannya, kini Alexs hanya bisa berusaha dan terus berusaha dan berdoa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-6798750938150902715?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/6798750938150902715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/6798750938150902715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/03/hati-bergejolak-saat-penyerahan-seorang.html' title='HATI BERGEJOLAK SAAT PENYERAHAN SEORANG ANAK PADA TUHAN'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6YXC425d4I/AAAAAAAAAJg/9dq2zITlJBI/s72-c/Albert+sedih.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-2737559257758691824</id><published>2010-03-19T09:49:00.003-06:00</published><updated>2010-03-19T09:55:44.044-06:00</updated><title type='text'>SAAT BALASAN MENGECEWAKAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6OdgUa2MUI/AAAAAAAAAJY/a10DAemwfJQ/s1600-h/Copy+of+10-01-08++4%24.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6OdgUa2MUI/AAAAAAAAAJY/a10DAemwfJQ/s400/Copy+of+10-01-08++4%24.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450373152611119426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p  style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Keluaran 2:11-15&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;2:11 Pada waktu itu, ketika Musa telah  dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa  mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari  saudara-saudaranya itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;2:12 Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya  tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam  pasir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;2:13 Ketika keesokan harinya ia keluar lagi, didapatinya dua orang  Ibrani tengah berkelahi. Ia bertanya kepada yang bersalah itu: "Mengapa engkau  pukul temanmu?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;2:14 Tetapi jawabnya: "Siapakah yang mengangkat engkau  menjadi pemimpin dan hakim atas kami? Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama  seperti engkau telah membunuh orang Mesir itu?" Musa menjadi takut, sebab  pikirnya: "Tentulah perkara itu telah ketahuan."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;2:15 Ketika Firaun mendengar  tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa  melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk  di tepi sebuah sumur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p face="georgia" style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;&lt;strong style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ayat mas hari ini: Keluaran 2:14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Alkitab Setahun:  Kejadian 46-48; Matius 13:1-30&lt;/strong&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Air susu dibalas air tuba.  Pepatah itu menggambarkan orang yang tidak tahu membalas budi. Ia menerima  kebaikan, tetapi malah membalasnya dengan kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah realitas yang pahit,  tetapi banyak terjadi dalam kehidupan kita.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Musa pernah mengalaminya.  Beberapa ahli tafsir Perjanjian Lama menduga, orang Ibrani yang memukul temannya  (ayat 13) adalah orang yang sama dengan sosok yang pada hari sebelumnya dibela  Musa ketika ia dipukuli orang Mesir (ayat 11). Yang kemarin menjadi korban  kejahatan, hari ini berbalik menjadi pelaku kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Musa menegur  karena ia memukul temannya, sesama orang Ibrani, si pemukul itu bukannya insaf,  tetapi malah menegur dan mencela Musa (ayat 14). Orang itu bukan hanya tidak  tahu berterima kasih, tetapi lebih buruk lagi, ia malah menjadi pelaku tindak  kejahatan yang sama dengan apa yang sebelumnya ia alami. Bagaimana kita  menyikapi realitas semacam ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hal itu dapat kita jadikan alasan untuk  menjadi tawar hati, sehingga mengabaikan pentingnya menolong orang yang  membutuhkan? Semestinya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setidaknya kita dapat menyiapkan hati agar  tidak selalu menganggap bahwa pertolongan yang kita berikan kepada seseorang  otomatis akan membuat orang itu tergerak untuk menjadi penolong bagi sesamanya.  Bisa jadi malah sebaliknya!&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Bagaimanapun, perbuatan menolong orang lemah,  kecil, dan tertindas, mesti tetap jalan terus. Sebab, tugas kita adalah menolong  sesama yang memerlukan bantuan, bukan mengubah karakter mereka. Dengan begitu,  kita akan menolong sesama tanpa pamrih.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGANLAH HATI ORANG BAIK MUDAH  PATAH KARENA KEDEGILAN ORANG JAHAT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-2737559257758691824?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/2737559257758691824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/2737559257758691824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/03/saat-balasan-mengecewakan.html' title='SAAT BALASAN MENGECEWAKAN'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6OdgUa2MUI/AAAAAAAAAJY/a10DAemwfJQ/s72-c/Copy+of+10-01-08++4%24.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-3648855350511697764</id><published>2010-03-19T09:01:00.006-06:00</published><updated>2010-04-16T09:30:06.970-06:00</updated><title type='text'>DIBALIK LAGU BAPA SENTUH HATIKU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6OSHW0X_9I/AAAAAAAAAJQ/_RuUBDJEbLM/s1600-h/Copy+of+dikamar+lamaku+1_01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6OSHW0X_9I/AAAAAAAAAJQ/_RuUBDJEbLM/s400/Copy+of+dikamar+lamaku+1_01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450360629130428370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p  style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mungkin banyak yang dengar lagu sentuh hatiku,  yang dinyanyikan oleh maria Shandy. Akan tetapi dibalik lagu itu ternyata ada  sebuah kisah yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencipta lagu ini adalah seorang anak  Tuhan, Kisah didalam lagu itu adalah milik teman sekolahnya. Temannya itu  diperkosa oleh ayahnya sendiri dan menjadi gila, sehingga harus  dipasung(dirantai) dirumahnya. Ia suka datang dan mendoakan anak itu sambil  sesekali menulis lirik lagu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu pun berlalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diapun pindah  kota dan mulai sibuk dengan kegiatannya sendiri. Suatu ketika anak perempuan itu  menelpon dia. Tentu saja kaget bukan main, krn anak itu kan gila. dipasung pula?  kok skrg bisa lepas? telp pula?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya anak perempuan itu cerita, suatu  hari entah karena karat atau bagaimana rantainya lepas. Satu hal yang langsung  dia ingat, dia mau bunuh bapaknya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saat dia bangun, ia melihat  Tuhan Yesus dengan jubah putihnya, berkata :&lt;br /&gt;"Kamu harus maafin papa  kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi anak itu ga bisa dan dia terus menangis, memukul, dan  berteriak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya Tuhan memeluk dia dan berkata : "Aku  mengasihimu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun bergumul akhirnya anak itupun memaafkan papanya,  mereka sekeluarga menangis dan boleh kembali hidup normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ lah  lagu sentuh hatiku ditulis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa ku mencintai, segala yang telah  terjadi&lt;br /&gt;tak pernah sendiri, selalu menyertai&lt;br /&gt;Betapa kumenyadari, didalam  hidupku ini..&lt;br /&gt;kau selalu memberi, rancangan terbaik oleh karena  kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapa sentuh hatiku,&lt;br /&gt;ubah hidupku, menjadi yang baru&lt;br /&gt;Bagai  Emas yang murni&lt;br /&gt;Kau membentuk bejana hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapa Ajarku  mengerti&lt;br /&gt;sebuah kasih yang selalu memberi..&lt;br /&gt;Bagai air mengalir&lt;br /&gt;yang  tiada pernah berhenti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KasihMu ya Tuhan tak pernah berhenti..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah  diatas sungguh2 terjadi, semoga bisa menginspirasi kita agar bisa merasakan  kasih Tuhan yang luar biasa..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Akupun saat ini benar2 dalam keadaan jatuh dalam kehidupanku semua hancur berantakan, tapi aku selalu merasakan sentuhan Bapa, Dia selalu melawatku disaat aku dalam lembah kekelaman, Bapa menghadirkan dan selalu menopangku, aku benar2 merasakan sentuhan itu....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: georgia;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sangat panjang perjalanan hidupku, hari ini 2th yang lalu aku mulai  jatuh dan disaat pagi itu aku merenung disebuah rumah sakit, aku melihat seorang bapak bapak sedang menggendong anak kecil berumur 1,7th  hujan2 semua bajunya dan anak itu berlumuran darah.... dan bapak itu tidak punya uang  padahal ada seorang ibu yang sudah sekarat, aku melihat garis computer di rumah sakit selama hampir satu menit ibu itu kehilangan nyawanya.. seorang anak kecil berdoa bersama bapaknya agar nyawa seorang ibu bisa tertolong... akhirnya Bapa menyentuh dan membangunkan seorang ibu yang sudah berlumuran darah dan sekarat....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: georgia;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Inilah kasih Bapa yang selalu menyentuh hatiku aku melihat seorang bapak dengan anaknya yang tabah..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;kehidupan memang sangat membingungkan, padahal aku juga dalam kejatuhan, bisnisku hancur, mobil rumah yang selama ini aku kumpulin uang dengan bekerja keras habis semua, uang ratusan juta dibawa rekan bisnis sampai sekarang juga belum dibayar..  aku tidak tau apa yang akan terjadi satu menit kedepan, saat ini yang bisa aku lakukan hanya memberikan dan selalu berusaha memberikan yang terbaik buat orang2 yang kucintai. uang harta memang penting, tapi lebih penting kesehatan, pikiran yang jernih, dan tentunya semangat hidup. walau aku hidup penuh dengan beban yang berat tapi aku melihat masih banyak yang mempunyai masalah lebih berat dari hidupku..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kini Bapa telah menyentuh Hatiku untuk bangkit dan lebih semangat lagi dalam menjalani kehidupanku.. dan kini ada seorang yang setia menemani aku baik dalam suka dan duka.. aku selalu berdoa kiranya Bapa akan selalu melawat hatiku dengan gadis suku batak.... semoga semua akan semakin membaik dalam kehidupanku... Thanks God..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-3648855350511697764?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/3648855350511697764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/3648855350511697764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/03/dibalik-lagu-bapa-sentuh-hatiku.html' title='DIBALIK LAGU BAPA SENTUH HATIKU'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6OSHW0X_9I/AAAAAAAAAJQ/_RuUBDJEbLM/s72-c/Copy+of+dikamar+lamaku+1_01.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-6271218285263817559</id><published>2010-03-18T06:42:00.002-06:00</published><updated>2010-03-18T06:47:58.599-06:00</updated><title type='text'>CIPTAKAN KEHIDUPAN YANG IDEAL DAN PENUH KEPEDULIAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6Igc4nLD5I/AAAAAAAAAJI/IbeNNxT1E4I/s1600-h/456.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449954179676835730" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 269px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6Igc4nLD5I/AAAAAAAAAJI/IbeNNxT1E4I/s400/456.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;"There is a great difference between worry and concern. A worried person sees a problem, and a concerned person solves a problem. - Ada perbedaan besar antara kekhawatiran dan kepedulian. Seorang orang khawatir hanya melihat masalah, dan orang yang peduli menyelesaikan masalah." CRISTIAN BUDI NUGROHO &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Penyakit karena gunungan sampah, peningkatan angka kriminalitas, daratan hilang tergerus air laut karena perubahan iklim, kemiskinan dan masalah-masalah serius lainnya menjadi isu yang mengancam kehidupan akhir-akhir ini. Jika terus dibiarkan, makatak lama lagi bumi ini tidak akan mampu mendukung kehidupan kita. Saat ini dibutuhkan segera upaya merevolusi kehidupan agar kembali ideal, nyaman, seimbang, dan menyenangkan, dan jauh dari masalah-masalah yang sekarang menghantui kehidupan kita. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Tetapi akan butuh proses dan waktu jika kita mengandalkan orang lain, pemerintahan atau negara-negara maju melakukan sesuatu mengatasi masalah-masalah tersebut. Untuk menyelenggarakan konferensi saja butuh proses, waktu dan birokrasi yang panjang serta biaya besar, padahal dibutuhkan tindakan cepat agar masalah tidak semakin menumpuk dan lebih sulit teratasi. Kepedulian kita semua merupakan alternatif terbaik untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dengan cepat dan efektif. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Dampak kepedulian bahkan dapat mengantarkan kita kedalam era kehidupan baru yang lebih aman dan nyaman dan menyenangkan bagi semua orang. Bayangkan kepedulian kita ini sebagai setetes air, itu mungkin tidak berarti. Tetapi bila tetes-tetes air dalam jumlah tak terbatas itu digabungkan, bukan tak mungkin tetes-tetes air itu menjelma menjadi samudra luas. Sebab kepedulian kita sekecil apapun jika dilakukan secara bersama-sama dan terus menerus dapat menciptakan perbedaan yang sangat besar di kemudian hari. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengharapkan orang lain untuk bersikap lebih peduli, terlebih dahulu kembangkanlah kepedulian itu di dalam diri kita sendiri. Kepedulian akan semakin subur jika kita selalu menanamkan dalam pikiran bahwa kita adalah orang yang sangat peduli. Bila kita merasa orang yang sangat peduli, maka kita akan senang melakukan tindakan-tindakan kepedulian terhadap lingkungan maupun kemiskinan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kepedulian terhadap lingkungan itu mungkin bentuknya sangat sederhana dan mudah dilakukan, misalnya memungut dan membuang sampah pada tempatnya atau mengolah sampah menjadi pupuk, hemat energi dan air, dan lain sebagainya. Jika terus dilakukan, maka lambat laun kepedulian itu akan menjadi nafas kita. Sehingga kita tidak akan merasa nyaman bila sehari saja tidak melakukan sesuatu yang baik bagi lingkungan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Pupuklah empati, yaitu kepekaan memahami situasi dan kondisi orang lain. Jika kita fokus untuk selalu berempati, walaupun dalam bentuk sederhana misalnya dalam bentuk ucapan yang baik, perhatian, bantuan tenaga, pikiran, sedikit bantuan materi, dan lain sebagainya, maka kita akan merasa lebih bahagia. Pernah suatu hari master Cheng Yen, yaitu pendiri Yayasan Tzu Chi di Taiwan mengungkapkan pengalaman tersebut, "A person with a generous heart and compassion for all things leads the most blessed life. - Seseorang yang murah hati dan peduli pada berbagai hal maka hidupnya kelak akan lebih beruntung" katanya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat mulai berempati kepada keluarga terlebih dulu. Kemudian kita baru berempati kepada saudara, teman, dan orang lain. Sekecil apapun kepedulian itu akan membuat orang lain merasa bahagia dan pada ujungnya dapat mempererat kasih sayang, persaudaraan dan kesetiakawanan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bila dalam keseharian kita selalu menunjukkan kepedulian kepada lingkungan dan empati kepada orang lain, tak ubahnya setiap hari kita selalu mengingatkan orang lain agar bersikap peduli kepada orang lain dan memelihara lingkungan. Sikap keseharian yang kita tunjukkan akan mempermudah kita membudayakan sikap peduli ini dalam lingkungan sekitar. Bukan tak mungkin suatu saat budaya kepedulian itu menular kepada lingkup yang lebih besar. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah mendengar tentang kekompakan seorang bapak dan anak membersihkan tanah kosong. Walaupun tidak dibayar, mereka selalu membersihkan sebuah tanah kosong di sebuah kompleks perumahan itu setiap hari. Kegiatan mereka mendorong warga komplek setempat melakukan hal serupa. Beberapa hari berikutnya lingkungan komplek perumahan tersebut menjadi lebih bersih, selain itu warga juga menjadi lebih kompak dan peduli satu sama lain. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan upaya memupuk kepedulian orang lain, tindakan yang dapat kita lakukan adalah lebih fokus pada tindak kepedulian yang pernah dilakukan orang lain. Jangan segan untuk memberikan pujian kepada mereka. Sebab pujian akan menumbuhkan semangat mereka untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungannya serta lebih berempati kepada orang lain. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kepedulian ini memang lebih efektif dilakukan secara bersama-sama. Oleh sebab itu usahakan untuk melibatkan orang lain, misalnya mengajak orang lain berdiskusi dan mengabarkan setiap kemajuan dari hasil kepedulian yang telah dilakukan. Langkah ini selain efektif memotivasi orang lain supaya lebih peduli, tetapi juga cara untuk mendapatkan dukungan yang lebih besar dalam melakukan aksi-aksi kepedulian. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terasa sulit untuk memulai. Tetapi dengan semangat untuk berbagi kehidupan dan menciptakan kehidupan yang lebih baik, maka kita pasti mampu melakukan tindak kepedulian. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, saya sangat yakin bangsa Indonesia memiliki kepedulian yang tinggi kepada orang lain dan lingkungan. Sebagaimana kita ketahui antusiasme masyarakat selalu besar dalam menggalang dana dan memberikan bantuan untuk para korban bencana alam di Padang, Jawa Barat, dan berbagai tempat di Indonesia. Terlebih tehnologi informasi saat ini sudah sangat maju untuk menggalang aksi-aksi kepedulian ke berbagai wilayah secara cepat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Mengutip kata-kata bijak sang Buddha, "Thousands of candles can be lit from a single candle, and the life of the candle will not be shortened. Happiness never decreases by being shared. - Ribuan dapat dinyalakan dari sebuah lilin saja, dan kehidupan lilin itu juga tidak akan menjadi lebih singkat. Jadi Kebahagiaan itu juga tidak akan berkurang nilai dan rasanya jika dibagi kepada orang lain." Tentu saja semangat dan tindakan kepedulian kita berdampak baik bagi kehidupan kita semua. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu membayangkan tindakan muluk-muluk, untuk menciptakan perubahan positif atau mengatasi masalah-masalah yang sedang mengintai kehidupan kita. Kita hanya perlu bersikap konsisten peduli kepada keluarga dengan cinta dan kasih sayang, kemudian peduli pada orang lain dan lingkungan dalam keseharian. Kepedulian betul-betul alat yang sangat efektif untuk menciptakan kehidupan ideal, melindungi dan memberi harapan bagi generasi masa depan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mulailah bersikap peduli dari diri sendiri, dari rumah dan lingkungan sendiri, dari hal yang paling sederhana, dan sejak saat ini juga!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;GOD BLESS YOU&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-6271218285263817559?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/6271218285263817559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/6271218285263817559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/03/ciptakan-kehidupan-yang-ideal-dan-penuh.html' title='CIPTAKAN KEHIDUPAN YANG IDEAL DAN PENUH KEPEDULIAN'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S6Igc4nLD5I/AAAAAAAAAJI/IbeNNxT1E4I/s72-c/456.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-3285862390752595226</id><published>2010-03-15T09:01:00.001-06:00</published><updated>2010-03-15T09:04:05.338-06:00</updated><title type='text'>CARA MERAWAT PENIS ANDA DAN BERIKAN YANG TERBAIK PADA PASANGANMU</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S55MLENXgjI/AAAAAAAAAJA/XDfs7XcXHic/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448876352156959282" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 266px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S55MLENXgjI/AAAAAAAAAJA/XDfs7XcXHic/s400/4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Jadi rawatlah penis anda sebaik-baiknya, berikut beberap tips yang bisa dilakukan agar penis anda terus berfungsi dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;1. Olahraga dengan berlari, jangan berjalan&lt;br /&gt;Semakin bugar tubuh anda, maka semakin sering anda mampu berhubungan seksual, dengan baik atau ada baiknya anda mengikuti &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Health_Medical/Other_Therapies/?PostID=274939"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;pijat penis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Health_Medical/Other_Therapies/?PostID=274939"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;terapi pijat penis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;. Sebuah studi memperlihatkan, 78 pria sehat tetapi tidak aktif mulai berlatih aerobik tiga hingga lima hari dalam seminggu, masing-masing selama satu jam. Selama penelitian itu, tiap orang menulis buku harian tentang kegiatan seksual mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa kehidupan seks para pelaku aerobik itu sangat meningkat. Sementara itu, kehidupan seks mereka yang hanya berjalan-jalan santai hanya berubah sedikit.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;2. Berhenti merokokMerokok mempercepat pembentukan endapan-endapan dalam arteri jantung, maka proses yang sama dapat terjadi pada pembuluh-pembuluh darah yang memasok darah ke penis, nah klo sudah begini sebaiknya anda ikutilah &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Health_Medical/Other_Therapies/?PostID=274939"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;pijat penis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Health_Medical/Other_Therapies/?PostID=274939"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;terapi pijat penis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;. Sekarang merokok telah dipandang sebagai faktor utama dalam masalah ereksi dan hal tersebut dimulai ketika usia anda menginjak 40 tahun. Maka berhentilah merokok sekarang juga, demi kesehatan penis anda&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;3. Kurangi makanan berlemakDalam hal makanan, yang penting adalah membatasi asupan lemak. Sekali lagi logika mengatakan bahwa yang baik untuk arteri pemasok darah ke jantung juga akan baik untuk arteri pemasuk darah ke penis. Direkomendasikan para dokter bahwa diet untuk menjadi pria perkasa adalah diet rendah lemak, dengan hanya 20 persen kalori berasal dari lemak. Apabila anda makan 2500 kalori per hari, berarti batas asupan lemak anda adalah sekitar 50 gram atau oleskanlah &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Health_Medical/Other_Therapies/?PostID=274939"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;minyak penis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Health_Medical/Other_Therapies/?PostID=274939"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;minyak terapi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; pada penis anda sehingga sehat. Untuk mulai dengan arah yang benar, bacalah label makanan yang anda beli, cari produk-produk miskin lemak dan tanpa lemak, hindari gorengan, pindah ke susu skim dan makan cukup buah-buahan dan sayuran segar setiap hari, ditambah kira-kira 75 gram ikan, daging ayam, atau daging merah tanpa lemak.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;4. Cermati rekasi obat yang anda pakaiRatusan obat dapat menyebabkan impotensi sebagai efek samping, termasuk diuretik, penurun darah tinggi lain, beberapa obat antidepresi, dan antipsikotik, sebaiknya pakai yang alami saja seperti &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Health_Medical/Other_Therapies/?PostID=274939"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;terapi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; kesehatan atau &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Health_Medical/Other_Therapies/?PostID=274939"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;minyak penis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;. Tanyakan kepada dokter atau apoteker apakah obat yang anda minum dapat membuat anda bermasalah.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;5. Jangan terlalu gemukKelebihan berat badan dapat menyebabkan panjang penis anda berkurang. Penelitian tidak resmi terhadap sejumlah pria kegemukan menunjukkan bahwa sampai batas tertentu, seorang pria yang kegemukan akan mendapatkan kembali panjang dua setengah cm penisnya untuk setiap 17 kilogram berat badan yang dihilangkannya. Ini insentif yang tidak buruk bagi seseorang yang benar-benar kegemukan, klo anda kegemukan sebaiknya ikutilah &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Health_Medical/Other_Therapies/?PostID=274939"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;terapi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; kesehatan bisa juga gunakanlah &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Health_Medical/Other_Therapies/?PostID=274939"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;minyak terapi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; . Akan tetapi yang jelas, mempertahankan berat tubuh yang ideal akan mengurangi risiko tekanan darah tinggi dan diabetes, karena keduanya dapat merusak kemampuan ereksi anda.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-3285862390752595226?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/3285862390752595226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/3285862390752595226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/03/cara-merawat-penis-anda-dan-berikan.html' title='CARA MERAWAT PENIS ANDA DAN BERIKAN YANG TERBAIK PADA PASANGANMU'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S55MLENXgjI/AAAAAAAAAJA/XDfs7XcXHic/s72-c/4.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-2834965206518199122</id><published>2010-03-13T12:18:00.002-07:00</published><updated>2010-03-13T12:25:39.781-07:00</updated><title type='text'>Investasikan Uang Anda Secara Rutin</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S5vmq28wdcI/AAAAAAAAAIw/e8v3QaeI_lw/s1600-h/658.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448201798213989826" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 271px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S5vmq28wdcI/AAAAAAAAAIw/e8v3QaeI_lw/s400/658.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Jaman sekarang yang serba cepat dan modern serta pola hidup yang serba nyaman kadangkala bisa membuat anda tertidur dan lupa akan tujuan keuangan anda. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Jangan sampai gaya hidup anda memporak porandakan impian masa depan anda sendiri. Semua harus dimulai dari kedisiplinan dan ketekunan antara lain dengan melakukan investasi keuangan secara rutin. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Hati-hati dengan uang anda karena jaman gini uang mudah menguap karena keinginan mata anda mengalahkan prioritas kebutuhan keuangan masa depan anda. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Hiduplah dengan low profile dan kendalikan keinginan mata dengan suatu tekad yang bulat untuk masa depan yang lebih baik. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu instrumen investasi yang baik pada masa sekarang adalah reksadana. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tentu haruslah memilih reksadana yang sesuai dengan risk profile anda dan target masa investasinya. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Berinvestasilah secara regular tiap bulan dan jangan terlalu panik akan siklus pasar yang up and down karena pada saat market turun, andapun turut menikmati harga yang lebih murah dimana dengan penempatan nilai investasi yang sama tiap bulan, anda dapat memperoleh unit penyertaan yang lebih banyak bila market mengalami penurunan. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ini yang sering disebut sebagai effect dari Rupiah Cost Averaging. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Strategi berinvestasi ini sangatlah efektif apalagi kalo untuk kurun waktu yang panjang seperti untuk tabungan dana pensiun hari tua atau mempersiapkan secara dini kebutuhan biaya pendidikan universitas untuk anak anda. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Lakukan diversifikasi investasi sesuai dengan risk profile dan sasaran jangka waktu inivestasi. Artinya pemilihan jenis investasi antara seorang Bapak berumur 30 tahun tentu jelas akan berbeda dengan Bapak yang berumur 50 tahun karena situasi dan kondisi serta tujuan yang ingin dicapaipun sudah berbeda. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bagaimanapun kesigapan, ketekunan dan kecerdikan anda dalam mengelola keuangan akan membantu anda mengendalikan keinginan mata anda yang seringkali mengalahkan prioritas keuangan anda. Mau bermimpi kaya raya dan banyak uang……&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Segera Bulatkan Tekadmu!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-2834965206518199122?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/2834965206518199122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/2834965206518199122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/03/investasikan-uang-anda-secara-rutin.html' title='Investasikan Uang Anda Secara Rutin'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S5vmq28wdcI/AAAAAAAAAIw/e8v3QaeI_lw/s72-c/658.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-3696078939912752768</id><published>2010-03-13T12:11:00.002-07:00</published><updated>2010-03-13T12:16:37.393-07:00</updated><title type='text'>MERENCANAKAN KEUANGAN DALAM MASA PRODUKTIF</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S5vjzc1fqPI/AAAAAAAAAIg/bD0IHcGbttM/s1600-h/2886119fb9aef8a8f98b6a095ddb1af7af80abf.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448198647288146162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 262px; CURSOR: hand; HEIGHT: 336px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S5vjzc1fqPI/AAAAAAAAAIg/bD0IHcGbttM/s400/2886119fb9aef8a8f98b6a095ddb1af7af80abf.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Saya akan memulai artikel perencanaan keuangan dalam masa produktif ini dengan sebuah cerita dimana saya bertemu dengan orang yang mengatakan bahwa saudaranya ada yang sudah tidak bekerja lagi padahal jelas masih dalam range masa produktif. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Lo saya tanya kenapa? apa saudaramu sudah benar-benar financial freedom atau memang tidak dapat pekerjaan karena ketatnya persaingan kerja saat ini. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Cerita selanjutnya terlalu panjang untuk dibicarakan di sini tapi pendek kata saya mau bercerita bahwa banyak orang yang tidak bekerja lagi padahal mereka masih pada masa produktif. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Hal ini jelas sangat berpengaruh sekali terhadap perencanaan keuangan. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://perencanakeuangan123.com/2009/10/30/perencanaan-keuangan-dalam-masa-produktif/penghasilan-masa-produktif/" rel="attachment wp-att-311"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Kenapa masa produktif itu sangat berharga, karena masa produktif adalah masa dimana kita masih bisa bekerja dan mengumpulkan aset investasi melalui keringat kerja kita. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Umumnya di Indonesia memakai patokan minimal sampai umur 55 tahun walaupun kita tahu masih banyak orang yang bekerja sampai usia sangat lanjut bahkan sampai umur 70 tahunan walaupun dengan dasar motivasi yang beraneka ragam. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Taruhlah kita anggap masa produktif mulai usia 23 tahun yang artinya kita punya waktu 32 tahun untuk berjuang demi masa pensiun kita. Jangan sia siakan masa ini karena apabila kita tidak merancangnya dengan baiknya, maka sudah pasti kita akan menyesal justru pada masa pensiun kita sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Perencanaan keuangan yang matang akan membantu anda melewati masa masa ini dengan gemilang yang pada akhirnya mencapai masa pensiun yang membahagiakan. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ingat umur kita tidak pernah tahu, kalo asumsinya masa pensiun kita sama denga masa produktif kita maka kita akan hidup sampai 80 tahun. Cukupkah dana pensiun dan aset investasi kita membiayai hidup kita sampai umur tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; Perencanaan Keuangan yang matang akan memastikan bahwa anda tidak akan hidup menderita secara ekonomi di kemudian hari khususnya pada masa pensiun anda. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Hayo kerja dan investasi yang rajin pada masa mudamu, Tetap Semangat!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-3696078939912752768?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/3696078939912752768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/3696078939912752768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/03/merencanakan-keuangan-dalam-masa.html' title='MERENCANAKAN KEUANGAN DALAM MASA PRODUKTIF'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S5vjzc1fqPI/AAAAAAAAAIg/bD0IHcGbttM/s72-c/2886119fb9aef8a8f98b6a095ddb1af7af80abf.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-822906160470835483</id><published>2010-03-07T22:25:00.004-07:00</published><updated>2010-03-07T22:53:46.916-07:00</updated><title type='text'>Berbahagialah (Dulu) Dengan Payudara Yang Ada</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S5SQlfNh_1I/AAAAAAAAAIQ/Pu6lbcllwxc/s1600-h/071029-029.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446136823105584978" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 229px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S5SQlfNh_1I/AAAAAAAAAIQ/Pu6lbcllwxc/s320/071029-029.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Rekan semua, selamat bulan baru ya… Tak terasa kita sudah memasuki bulan ketiga di tahun 2010 ini. Wah…ada rekor jelek nich! Saya hanya posting satu artikel di bulan Februari. Bulan kemarin, saya memang banyak tidak di tempat. Saya menulis artikel ini juga dalam perjalanan bisnis di luar kota.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Browsing…browsing!! Apa yang menarik untuk saya sajikan kepada rekan pembaca setia artikel payudara, ya…?&lt;br /&gt;Hhmmm…sekarang saya ingin suguhkan artikel yang akan membuat anda semakin bahagia dengan kondisi payudara yang anda miliki.&lt;br /&gt;Apa tuch? Yuuukk….kita baca bersama…&lt;br /&gt;Rekan wanita, bagi sebagian wanita, memiliki payudara yang kecil akan memberi dampak negatif pada kepercayaan diri mereka. Bagi sebagian besar wanita kondisi ini akan membuat stress. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Padahal pria tidak selalu wanita dari ukuran payudaranya,lho?!.&lt;br /&gt;Wanita dengan payudara kecil biasanya akan merasa kurang senang dan tidak puas dengan keadaan yang mereka miliki. Dan ketika anda coba untuk tanyakan, jika mereka diberi kesempatan, bagian tubuh mana yang ingin mereka ubah, jawaban mereka sama: payud&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S5SMKnKiIyI/AAAAAAAAAII/DEDsjMH9zbg/s1600-h/big-breast_implants-300x207.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446131963337515810" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 207px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S5SMKnKiIyI/AAAAAAAAAII/DEDsjMH9zbg/s320/big-breast_implants-300x207.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ara!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Maka, tidak mengherankan, bila anda membaca, mendengar, ataupun melihat banyak wanita yang menjalani prosedur medis dengan sayatan pisau di payudara serta menghadapkan diri mereka pada risiko yang tidak kecil dengan hidupnya, untuk mendapatkan payudara yang lebih seksi, lebih penuh, dan lebih montok.&lt;br /&gt;(Sebagian dari proses pembesaran payudara -yang mengerikan- telah anda baca di &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.rahasiapayudara.com/artikel/2010/01/11/implan-payudara-di-awal-tahun.html" target="_blank" modo="false"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;artikel serial implan payudara&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Banyak wanita berpikir dengan melakukan operasi pembesaran payudara akan mengembalikan kepercayaan diri mereka. Namun seperti biasanya, sebuah tindakan yang mengubah tubuh, tentu ada risikonya.&lt;br /&gt;Menjalani operasi pembesaran payudara tidak selalu berarkhir dengan cerita bahagia. Ada wanita yang meninggal saat operasi berlangsung. Ada yang kemudian justru bertahun-tahun mengalami nyeri punggung, karena beban tidak seimbang dengan kekuatan tulang punggung.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Apapun alasannya, ketika anda menginginkan payudara anda bertambah ukuran, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://rahasiapayudara.com/" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;pilihlah cara yang alami&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;. Sebagai wanita, andalah yang memutuskan langkah yang menurut anda adalah yang terbaik.&lt;br /&gt;Namun, langkah penting pertama yang harus anda pertimbangkan adalah: penerimaan diri. Bagaimana anda menerima apapun keadaan payudara yang anda miliki.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Anda Perlu Menerima Payudara Anda Apapun Keadaannya?&lt;br /&gt;Rekan wanita, dari banyak email konsultasi yang saya terima dari pengunjung, calon member dan member &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://rahasiapayudara.com/" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;situs rahasiapayudara.com&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;, sebagian isinya adalah “komplain” atas payudara yang merupakan pemberian Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menulis, saya malu dengan kondisi payudara saya…, saya aja ga tertarik untuk melirik payudara sendiri, apalagi cowok …, saya nggak pede dengan keadaan ini…, saya takut untuk pacaran, nanti kalau menikah, suami tidak puas, takut diolok-olok…dsb, dsb…&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Rekan wanita, seberapa besar rasa bahagia anda atas payudara anda, tidak hanya akan berpengaruh terhadap penampilannya, namun lebih jauh akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatannya secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Dan memang selalu saya katakan kepada rekan yang mengeluh via email tersebut untuk berbahagia atas payudara yang mereka miliki. Jika hati telah mensyukuri apa yang dimiliki, maka upaya yang dilakukan untuk memperbaiki kondisi payudara, akan direspon tubuh secara positif. Dan diharapkan, hasilnyapun akan optimal sesuai harapan… &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sebelum anda mengambil risiko di atas meja operasi ataupun mengkonsumsi obat, ataupun menjalankan program latihan pembesaran payudara, pertama, anda harus belajar menerima keindahan payudara anda. Selama anda tidak mau belajar, bagaimana menerima apapun keadaan payudara anda, sebanyak dan sekeras apapun usaha yang anda lakukan, maka hati, pikiran dan tubuh anda selamanya tidak akan saling terhubung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih Tuhan, Atas Kehidupan Yang Kau Berikan Kepadaku...&lt;br /&gt;Jika anda telah membaca artikel saya tentang implant payudara, maka sesungguhnya banyak berita yang kemudian mengabarkan bahwa terdapat hubungan antara kegagalan operasi dengan kecenderungan bunuh diri pada wanita. Hal ini membuktikan bahwa menjalani proses pembesaran payudara bukanlah satu jalan untuk menyelesaikan kondisi yang anda anggap menjadi masalah bagi diri anda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Masalah kepercayaan diri ini jika tidak cari penyelesaiannya secara bijak, memang akan memicu masalah yang lebih besar dan lebih kompleks.&lt;br /&gt;Apa Yang Dapat Anda Lakukan Agar Anda Mampu Menerima Kondisi Payudara Anda?Menerima kondisi payudara (yang kecil dan kurang menarik) memang membutuhkan usaha dan tidak segampang mengatakannya. Memang, kata-kata itu perlu, namun langkah pertama yangharus diambil, agar anda mencintai payudara anda apa adanya, adalah hentikan “memvonis” mereka dan membandingkannya dengan payudara milik orang lain atau bahkan gambar yang anda lihat di majalah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, sentuhlah payudara anda dengan lembut setiap waktu anda dapat menyentuhnya. Rasakan, kenyamanan yang anda terima. Pijatlah payudara anda dengan lotion atau minyak tubuh yang tidak membuatnya sakit. Hal ini terbukti mendatangkan pengalaman yang sangat sensual bagi hampir semua wanita.Pijatan di payudara akan memacu tubuh mengeluarkan beberapa hormone yang akan membuat tubuh anda merasa senang dan lebih percaya diri. Langkah ini, sungguh, lebih baik, lebih murah, daripada operasi pembesaran payudara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir, bukti anda menerima payudara anda adalah dengan penuh kesadaran dan senang hati berusaha menyehatkannya dan memperbaiki aliran darah di daerah payudara. Anda dapat melakukannya dengan pijatan lembut di payudara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Banyak dokter menyatakan bahwa memijat payudara, tidak hanya akan memperbaiki kesehatan payudara, namun juga berpengaruh pada ukurannya. Pijatan akan memacu perubahan positif payudara anda.&lt;br /&gt;Nah, rekan semua, mungkin anda tidak lagi perlu menjalani operasi pembesaran payudara, jika anda mau belajar untuk menerima kondisi payudara anda. Sayangi payudara anda sepenuh hati dan percayalah dirilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In my opinion, they're really ugly!&lt;br /&gt;Sembari berdoa, lakukan pijatan payudara sebagai cara untuk &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://rahasiapayudara.com/" target="_blank" modo="false"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;menyehatkan dan membesarkan payudara secara alami&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;, tanpa risiko. Perbaiki pola makan anda dan konsumsilah makanan yang banyak mengandung phytoestrogen, seperti kedelai, untuk kesehatan juga kecantikan payudara anda.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-822906160470835483?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/822906160470835483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/822906160470835483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/03/berbahagialah-dulu-dengan-payudara-yang.html' title='Berbahagialah (Dulu) Dengan Payudara Yang Ada'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S5SQlfNh_1I/AAAAAAAAAIQ/Pu6lbcllwxc/s72-c/071029-029.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-5649233336599195086</id><published>2010-03-07T22:09:00.002-07:00</published><updated>2010-03-07T22:19:29.697-07:00</updated><title type='text'>PILIHAN BRA TEPAT PENAMPILANPUN MEMIKAT</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S5SIUOck1TI/AAAAAAAAAIA/CDlxLxYefHw/s1600-h/tepat-perfect-figure-200x300.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446127730454484274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S5SIUOck1TI/AAAAAAAAAIA/CDlxLxYefHw/s400/tepat-perfect-figure-200x300.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;Rekan semua, agar anda tidak bosan dengan artikel serial bulan ini, maka pada artikel kali ini saya ingin berbagi informasi tentang pentingnya memilih bra secara tepat agar penampilan anda pun memikat. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bra adalah salah satu pakaian untuk wanita yang sangat penting. Penting karena melindungi bagian yang penting pula. Saat ini tersedia berbagai macam bra sesuai dengan keperluan Anda. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.rahasiapayudara.com/artikel/2009/06/27/31-tipe-bra-bagian-3.html" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;Bra sport&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;, misalnya, diciptakan untuk dipakai saat anda berolah raga. Bra ini akan mendukung kenyamanan dan performa Anda. Saat berolah raga sebaiknya anda tidak menggunakan bra biasa, karena bisa saja talinya lepas atau terlalu sesak. Bra sport akan membantu mempermudah Anda bernafas.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Apa saja tips-tips tersebut, yuk kita simak bersama… &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;1. KUALITAS Produk dengan harga murah seringkali berkualitas kurang baik, misalnya kawat mudah keluar karena jahitannya tidak kuat. Kawat tersebut dapat melukai payudara/ dada Anda. Untuk itu pilihlah produk berkualitas baik dengan harga sesuai.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;2. SIZE atau UKURANJika ukuran bra yang kita pakai lebih kecil dapat mengganggu peredaran darah, membuat nafas menjadi sesak dan meninggalkan bekas/ tanda merah pada kulit. Apabila ukuran bra yang kita pakai lebih besar, payudara tidak akan tersangga dengan baik. Untuk mendapatkan ukuran yang benar, konsultasikan ukuran Anda dengan beauty advisor yang bertugas di counter bra. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;3. OUTWEARAgar penampilan Anda tampil sempurna sebaiknya kombinasikan underwear dan outwear dengan tepat. Contoh :• T-Shirt gunakan Perfect Contour (Seamless Bra)• V-neck gunakan Bra 3/4 Cup• Gaun Strapless gunakan Bra Strapless/ 1/2 Cup &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;4. BRA TYPE &amp;amp; BRA FUNCTIONBra yang baik harus sesuai dengan bentuk payudara dan tubuh kita. Jika payudara berukuran agak besar dan penuh, sebaiknya pilih koleksi-koleksi perfect figure atau &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.rahasiapayudara.com/artikel/2009/06/24/31-tipe-bra-bagian-1.html" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;full cup bra&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt; Jika payudara berukuran kecil, sebaiknya pilih bra dengan busa yang berfungsi sebagai push up. Payudara dengan ukuran besar tidak disarankan menggunakan model bikini karena tidak menyangga payudara dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Berikut “dampak” penampilan yang memikat karena pilihan bra yang disesuai dengan aktivitas juga outwear-nya.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;a. PERFECT CONTOUR (SEAMLESS BRA)Tipe bra ini memiliki outline lembut dengan seamless cup agar tidak tampak dari luar pakaian. Perfect Contour (Seamless bra) sangatlah fleksibel untuk dipadupadankan dengan beragam jenis pakaian. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;b. PERFECT FIGURE (FULL CUP BRA)Menutupi seluruh bagian payudara &amp;amp; memberikan rasa nyaman serta kekencangan yang mantap. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;c. PERFECT MOVE (SPORT BRA)Bra yang tepat untuk digunakan saat Anda berolahraga atau beraktivitas sehari-hari. Dengan bahan yang lembut, elastis, sangat fleksibel dan nyaman dipakai. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;d. PERFECT LUV (1/2 &amp;amp; 3/4 CUP BRA)(1). 1/2 CUP BRA)Dengan desain yang diperkaya sentuhan lace/ renda untuk tampil elegan dan feminim. Memiliki tali yang dapat diatur pemasangannya sehingga bisa dikenakan sebagai halter bahkan tanpa tali/straps(2). 3/4 CUP BRA)Mengangkat payudara dan membentuk lekukan sensual. Potongan mendalam pada bagian depan tengah cocok untuk pakaian dengan kerah V-neck. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;e. PERFECT SHAPEKoleksi untuk menunjang pembentukan tubuh Anda menjadi lebih sempurna, kenakan bra Long torso dan Girdle.&lt;br /&gt;Nah, rekan wanita, kini tampillah lebih memikat dengan pilihan bra yang tepat!!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-5649233336599195086?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/5649233336599195086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/5649233336599195086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/03/pilihan-bra-tepat-penampilanpun-memikat.html' title='PILIHAN BRA TEPAT PENAMPILANPUN MEMIKAT'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S5SIUOck1TI/AAAAAAAAAIA/CDlxLxYefHw/s72-c/tepat-perfect-figure-200x300.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-8655820882125600049</id><published>2010-03-07T21:39:00.003-07:00</published><updated>2010-03-07T23:13:05.727-07:00</updated><title type='text'>ANGGUR CINTA</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S5SAZ2JZ7DI/AAAAAAAAAH4/NRLte9VEc9g/s1600-h/1_cewek_tiduran.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446119030917819442" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S5SAZ2JZ7DI/AAAAAAAAAH4/NRLte9VEc9g/s320/1_cewek_tiduran.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;"Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur" Kidung 1:2&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Bukankah cinta itu sesuatu yang menakjubkan? Coba pikirkan tentang cinta pertama Anda; debaran dan kegembiraan yang Anda rasakan ketika ada seseorang yang mencintai Anda! Ketika saudara perempuan Anda selalu mengingatkan Anda betapa menyebalkannya Anda, dan kaus kaki Anda adalah kaus kaki yang paling bau di seluruh dunia, ada wanita lain yang harum dan secantik bunga yang mengatakan Anda sungguh manis!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Lalu Anda menikahi sang bunga, dan menikmati keharumannya selama bertahun-tahun, sampai satu hari, Anda terbangun dan menyadari keharuman itu telah hilang. Anda melihat si pengantin muda Anda, dan waktu telah meninggalkan jejak di dirinya. Anda melihat cermin, dan bayangan Anda sendiri tidak Anda kenali. Kemanakah cinta telah pergi?Dalam kebanyakan kasus, cinta itu masih tetap ada disana, tetapi telah melalui beberapa perubahan positif dan negatif. Cinta telah berubah ke arah lebih baik melalui pendalaman akan pengertian yang baru dan lebih berkembang mengenai apa cinta itu. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Cinta bukan mengenai hubungan seksual, makan malam romantis dan berdansa di malam hari, tetapi mengenai hubungan dan cinta kasih. Pasangan Anda tidak hanya mengedipkan matanya kepada Anda, tetapi sekarang Anda sekarang yang mengedipkan mata yang pedih ketika ia membantu Anda memasang contact lens. Ketika suami Anda dulunya memandang Anda dengan mesra dari seberang meja makan dan dengan lembut menyuapi Anda dengan jarinya, sekarang ia menyuapi Anda makan pagi, siang dan malam selama 6 minggu karena tangan Anda patah akibat cucu Anda tiba-tiba melompat menimpa Anda! &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Anda melihat rambut istri Anda dan berpikir kemanakah rambutnya yang dulu hitam legam, dan sekarang hanya ada beberapa bayangan abu-abu.. Anda memegang sendiri kepala Anda hanya untuk merasakan licinnya kepala Anda sekarang.Yah, waktu telah berubah banyak bagi Anda berdua, dan ketika Anda memikirkan kenyataan ini, sudut bibir Anda bergerak naik dan Anda senang Anda tidak sendirian dalam melewati transformasi alamiah ini. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S5SU4oGZICI/AAAAAAAAAIY/72PaHpjkT4E/s1600-h/tepat-perfect-luv-200x300.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446141549955588130" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S5SU4oGZICI/AAAAAAAAAIY/72PaHpjkT4E/s320/tepat-perfect-luv-200x300.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Anda berpaling kepada pasangan Anda dan tersenyum tanpa alasan yang jelas, dan ia kembali berpikir Anda sedang pada "masa senioritas" yang lain!Dan untuk yang negatif, perubahan negatif itu tidak PERLU terjadi, tetapi sedihnya, dalam pernikahan, hal itu sering terjadi karena kita sering saling meremehkan. Kita berpikir hal yang tersulit adalah bagian memasukan cincin ke dalam pasangan kita dan sekarang, kita dapat duduk-duduk santai dan menikmati masa indah selamanya. Dan ketika masa indah itu tidak datang, kita mulai marah, merasa frustrasi dan menyalahkan, "Ia tidak bersikap sama kepada saya seperti dulu!" ujar Anda.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Bagaimana dengan Anda? &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Bagaimana sikap ANDA terhadap pasangan Anda?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Apakah Anda berkata-kata dengan kata-kata pedas dan mengharapkan respon semanis madu?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt; Bagaimana dengan tindakan Anda sendiri?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Apakah Anda mengacuhkan kebutuhan pasangan Anda sementara Anda menginginkan ia memenuhi kebutuhan Anda?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Sebagaimana ayat itu membandingkan cinta dengan anggur, pernikahan seperti layaknya kebun anggur harus dirawat, disiram dan dipupuk jika Anda menginginkan buah anggur yang manis dan lezat untuk dibuat anggur. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Jika tidak, kebun anggur itu akan mulai mati dan mengering, dan air yang keluar dari buah anggur itu terasa asam.Cinta dalam pernikahan LEBIH nikmat dibandingkan dengan anggur, karena seperti rasa anggur yang semakin enak seiring dengan berlalunya waktu, cinta kasih yang terpelihara memiliki kemampuan untuk menumbuhkan karakter dan intensitas. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Minuman terenak!!Hal yang sama juga berlaku dalam hubungan kita dengan Tuhan. Mengacuhkan hubungan kita akan menyebabkan kepahitan jiwa dan kehancuran terhadap keselamatan yang telah kita peroleh.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-8655820882125600049?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/8655820882125600049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/8655820882125600049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/03/anggur-cinta.html' title='ANGGUR CINTA'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/S5SAZ2JZ7DI/AAAAAAAAAH4/NRLte9VEc9g/s72-c/1_cewek_tiduran.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-2717929981334432518</id><published>2010-03-03T07:36:00.003-07:00</published><updated>2010-03-03T07:39:20.173-07:00</updated><title type='text'>KARYA ILMIAH BIOLOGI</title><content type='html'>&lt;strong&gt;ABSTRAK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CHRISTIAN BUDI NUGROHO. 2007&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Evaluasi Taman Kota Binaan Masyarakat di Kota Malang Bagian Utara Berdasarkan Struktur Vegetasi dan Fungsi Ekologis.&lt;br /&gt;Skripsi: Progam Studi Biologi.&lt;br /&gt;Pembimbing: (I) Drs. Faturrachman, M. Si, (II) Drs. Sulisetijono, M. Si.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata kunci: evaluasi, taman kota binaan masyarakat, struktur vegetasi, fungsi ekologis.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi wilayah di Kota Malang Jawa Timur saat ini memprihatinkan, karena masalah pelaksanaan program pembangunan tidak lagi mempedulikan tata ruang yang benar. Berdasarkan keterangan Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPL), ruang terbuka hijau yang ada di Kota Malang  saat ini hanya tinggal empat persen dari seluruh luas wilayah yang mencapai 110,06 kilometer persegi, sedangkan lahan resapan air hanya tinggal 40%. Taman kota merupakan sarana paru-paru kota, dapat juga disebut ruang terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan taman kota ini sangat diperlukan karena menjadi filter udara kotor diperkotaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) struktur vegetasi taman kota binaan masyarakat di Kota Malang Bagian Utara, (2) pengelompokkan taman kota binaan masyarakat di Kota Malang Bagian Utara berdasarkan struktur vegetasi dan fungsi ekologisnya, (3) hubungan antara struktur vegetasi dengan fungsi ekologis taman kota binaan masyarakat di Kota Malang Bagian Utara, dan (4) evaluasi hasil pengelompokkan taman kota binaan masyarakat di Kota Malang Bagian Utara berdasarkan struktur vegetasi dan fungsi ekologisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis penelitian deskriptif eksploratif. Pelaksanaan penelitian ini pada bulan Mei-Juli 2007. Area penelitian ini adalah taman kota binaan masyarakat di Kota Malang bagian utara. Adapun komponen struktur vegetasi yang diamati meliputi kerapatan, kerimbunan dan INP dari setiap jenis tumbuhan yang ada di setiap taman kota. Faktor lingkungan yang diukur adalah suhu udara, kelembapan udara, intensitas cahaya, kecepatan angin, dan intensitas suara. Pengukuran faktor abiotik dilakukan pada pagi, siang dan sore hari. Pengelompokkan taman berdasarkan struktur vegetasi menggunakan teknik ordinasi dan pengukuran tingkat reduksi faktor-faktor abiotik digunakan rumus %t = (t1 – t2): t2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur vegetasi taman kota binaan masyarakat di Kota Malang bagian utara berbeda-beda, setiap taman memiliki jenis dari strata pohon, tetapi tidak semua taman memiliki jenis dari strata perdu dan herba. Pengelompokkan taman berdasarkan struktur vegetasi menghasilkan enam kelompok dan berdasarkan fungsi ekologis menghasilkan lima kelompok taman. Taman yang memiliki struktur vegetasi hampir sama dapat memiliki fungsi ekologis yang berbeda, atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman kota binaan masyarakat di Kota  Malang bagian utara memiliki fungsi ekologis yang kecil, sebesar 18 % yaitu Taman Kunir.Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Malang diperbanyak dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut misal: mengukur konsentrasi CO2 dan partikulat-partikulat lain pada taman kota.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1396820455777748926-2717929981334432518?l=boyskorean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/2717929981334432518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1396820455777748926/posts/default/2717929981334432518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boyskorean.blogspot.com/2010/03/karya-ilmiah-biologi.html' title='KARYA ILMIAH BIOLOGI'/><author><name>BOYSKOREAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11103892573628299530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_u5yzo8Y6qJY/SK0BnIJJFYI/AAAAAAAAADQ/D4rceNeiays/S220/Foto(045).jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1396820455777748926.post-5530504485659308177</id><published>2010-03-03T07:08:00.001-07:00</published><updated>2010-03-03T07:33:36.403-07:00</updated><title type='text'>SISTEM KESEHATAN PROPINSI JAWA TIMUR</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;LAMPIRAN KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR&lt;br /&gt;TANGGAL : 29 JANUARI 2007&lt;br /&gt;NOMOR : 188/23/KPTS/013/2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SISTEM KESEHATAN PROPINSI JAWA TIMUR&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A. Latar Belakang&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan kesehatan di Jawa Timur dilaksanakan dengan mengacu pada Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945), Undang-Undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah dan peraturan-perundangan lain yang berlaku, serta Peraturan Daerah Propinsi Jawa Timur.&lt;br /&gt;Pelaksanaan pembangunan kesehatan tersebut diselenggarakan secara menyeluruh, terarah, merata, bermutu, terjangkau dan berkesinambungan melalui proses yang terintegrasi, didasarkan pada Sistem Kesehatan Nasional (SKN).&lt;br /&gt;Ketetapan MPR RI Nomor X Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Reformasi Pembangunan yang mengamanatkan perlu dilakukannya pembaharuan melalui reformasi total kebijakan pembangunan dalam segala bidang, Undang - Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang - Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemeritah Pusat dan Pemerintah Daerah, Undang - Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), Undang - Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Peraturan Daerah Propinsi Jawa Timur Nomor 8 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) , KepMenkes RI no.131 tahun 2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional, Undang - Undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), Peraturan Daerah Propinsi Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2005 tentang Pelayanan Publik serta Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) digunakan sebagai acuan dalam penyusunan berbagai kebijakan, pedoman dan arah pelaksanaan pembangunan kesehatan.&lt;br /&gt;Pada dekade terakhir Propinsi Jawa Timur khususnya dan Indonesia pada umumnya menghadapi berbagai perubahan dan tantangan strategis yang mendasar, baik eksternal maupun internal yang perlu dipertimbangkan dalam melaksanakan pembangunan kesehatan. Di era globalisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sistem informasi serta meningkatnya persaingan bebas, mengharuskan masyarakat Jawa Timur meningkatkan daya saing. Di sisi lain peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan yang di Jawa Timur masih sangat diperlukan.&lt;br /&gt;Untuk mendukung keberhasilan pembangunan kesehatan, disusunlah Sistem Kesehatan Propinsi (SKP) yang akan menjawab dan merespon berbagai tantangan pembangunan kesehatan di Jawa Timur, baik untuk masa kini maupun untuk masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. Maksud dan Tujuan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;SKP Jawa Timur ditetapkan dengan maksud memberikan landasan, arah dan pedoman penyelenggaraan pembangunan kesehatan bagi seluruh penyelenggara pembangunan kesehatan di Propinsi Jawa Timur, kabupaten/kota maupun masyarakat dan dunia usaha serta pihak terkait lainnya. Tujuannya adalah agar pembangunan kesehatan dapat berhasil dan berdaya guna serta bermanfaat bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAB II&lt;br /&gt;DATA, ANALISIS DAN KECENDERUNGAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A. Gambaran Umum&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keadaan Geografi &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Secara geografis, Propinsi Jawa Timur terletak antara 7.12' – 8.48' Lintang Selatan dan 111' – 114.4' Bujur Timur, dengan batas wilayah : &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;a. sebelah utara : Laut Jawa&lt;br /&gt;b. sebelah selatan : Samudra Indonesia&lt;br /&gt;c. sebelah timur : Laut Jawa dan Selat Bali&lt;br /&gt;d. sebelah barat : Propinsi Jawa Tengah &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Luas Wilayah :&lt;br /&gt;a. luas daratan : 46.428,57 km²&lt;br /&gt;b. luas lautan : 110.000 km²&lt;br /&gt;c. jumlah pulau : 74 buah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wilayah Administrasi Pemerintahan, terbagi dalam :&lt;br /&gt;a. kabupaten : 29&lt;br /&gt;b. kota : 9&lt;br /&gt;c. kecamatan : 654&lt;br /&gt;d. desa/kelurahan : 8.477&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kependudukan&lt;br /&gt;Berdasarkan data Pendaftaran Pemilihan dan Pendataan Penduduk Berkelanjutan (P4B) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk Jawa Timur Tahun 2006 sebanyak 36.612.348 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 0,77% dengan tingkat kepadatan penduduk 787/km².&lt;br /&gt;Jumlah penduduk miskin Jawa Timur Pada tahun 2004 sebesar 6.979.565 jiwa dan pada tahun 2005 menjadi 10.914.516 jiwa. Pada Tahun angka ini meningkat sebanyak 12.947.484 jiwa (34,92 %) berdasar perhitungan BPS Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pendidikan Masyarakat&lt;br /&gt;Berdasarkan SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional Tahun 2005) yang dilakukan BPS, angka buta huruf penduduk &gt;10 tahun sebesar 12,59 % dari jumlah penduduk. Pendidikan tertinggi yang ditamatkan penduduk berumur &gt;15 tahun pada tahun 2005 adalah :&lt;br /&gt;a. tidak/belum pernah sekolah ( 13,73%)&lt;br /&gt;b. tidak/belum tamat SD/MI (15,51%)&lt;br /&gt;c. tamat SD/MI (31,78%)&lt;br /&gt;d. tamat SLTP Sederajat (18,37%)&lt;br /&gt;e. tamat SMU Sederajat (16,55%)&lt;br /&gt;f. tamat perguruan tinggi (4,06%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Budaya&lt;br /&gt;Secara garis besar, masyarakat Jawa Timur terbagi menjadi 4 kelompok :&lt;br /&gt;a. budaya Surabaya/Arek&lt;br /&gt;b. budaya Pesisir&lt;br /&gt;c. budaya Kejawen/Mataraman&lt;br /&gt;d. budaya Madura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sosioekonomi&lt;br /&gt;Product Domestic Regional Bruto (PDRB)&lt;br /&gt;Angka PDRB Jawa Timur atas dasar harga berlaku (ADHB) selama kurun waktu lima tahun terakhir (2001-2005) adalah masing-masing Rp. 233.881.585,28 (2001), Rp. 267.157.716,58 (2002), Rp. 300.609.857,98 (2003), Rp. 341.065.251,33 (2004) dan 402.392.698,23 (2005). ( Sumber: Data Makro Sosial dan Ekonomi Jawa Timur 2001 – 2005 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pertumbuhan ekonomi&lt;br /&gt;Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur atas dasar harga konstan’00 tahun 2001 – 2005, pada tahun 2001 sebesar 3.76%, tahun 2002 sebesar 3.80%, tahun 2003 sebesar 4.78%, tahun 2004 sebesar 5.83%, tahun 2005 sebesar 5,84%. ( Sumber: Data Makro Sosial dan Ekonomi Jawa Timur 2001 – 2005 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Gambaran Pembangunan Kesehatan&lt;br /&gt;1. Sarana Kesehatan di Jawa Timur&lt;br /&gt;Jumlah sarana kesehatan tahun 2006 yang ada di Jawa Timur adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;RS Umum Pemerintah : 45&lt;br /&gt;RS Umum Swasta : 58&lt;br /&gt;RS BUMN : 11&lt;br /&gt;RS TNI Polri : 20&lt;br /&gt;RS Khusus Pemerintah : 8&lt;br /&gt;RS Khusus Swasta : 2&lt;br /&gt;Puskesmas : 927&lt;br /&gt;Puskesmas Pembantu : 2.255&lt;br /&gt;Puskesmas Keliling : 955&lt;br /&gt;Posyandu : 43.672&lt;br /&gt;Polindes : 4.927&lt;br /&gt;Laboratorium Kesehatan Daerah : 29&lt;br /&gt;Laboratorium Klinik Swasta : 197&lt;br /&gt;Laboratorium kesehatan lingkungan : 38&lt;br /&gt;Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Pencegahan&lt;br /&gt;Penyakit Menular ( BBTKL PPM) : 1&lt;br /&gt;Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) : 1&lt;br /&gt;Balai Kesehatan Mata Masyarakat ( BKMM) : 1&lt;br /&gt;Balai Materia Medica : 1&lt;br /&gt;Balai Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit&lt;br /&gt;Paru (BP4) : 3&lt;br /&gt;Apotek : 1.364&lt;br /&gt;Gudang Farmasi : 38&lt;br /&gt;Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) : 1&lt;br /&gt;Puslitbang Sistem dan Kebijakan Kesehatan (P3SKK) : 1&lt;br /&gt;Balai Besar Laboratorium Kesehatan (LabKes) : 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan&lt;br /&gt;a. Jumlah tenaga kesehatan tahun 2005 yang ada di Jawa Timur adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1 Dokter Spesialis : 1,324 orang&lt;br /&gt;2 Magister Kesehatan : 233 orang&lt;br /&gt;3 Dokter : 3,197 orang&lt;br /&gt;4 Dokter Gigi : 1,057 orang&lt;br /&gt;5 Apoteker : 278 orang&lt;br /&gt;6 SKM : 569 orang&lt;br /&gt;7 S.Kp : 210 orang&lt;br /&gt;8 Perawat (Akper) : 6,009 orang&lt;br /&gt;9 Perawat (SPK): 6,996 orang&lt;br /&gt;10 Bidan : 8,235 orang&lt;br /&gt;11 Sanitarian : 602 orang&lt;br /&gt;12 Paramedis lain : 7,304 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan :&lt;br /&gt;Fakultas Kedokteran (FK) : 6&lt;br /&gt;Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) : 3&lt;br /&gt;Fakultas Farmasi (FF) : 3&lt;br /&gt;Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) : 1&lt;br /&gt;Akademi Perawat (AKPER) : 47&lt;br /&gt;Akademi Kebidanan (AKBID) : 22&lt;br /&gt;Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL) : 3&lt;br /&gt;Akademi Analis Kesehatan (AKK) : 5&lt;br /&gt;Akademi Gizi (AKZI) : 3&lt;br /&gt;Akademi Kesehatan Gigi (AKG) : 1&lt;br /&gt;Akademi Teknik Elektro Medik (ATEM) : 1&lt;br /&gt;Akademi Farmasi &amp;amp; Makanan (AKFARMA) : 3&lt;br /&gt;Akademi Farmasi (AKFAR) : 2&lt;br /&gt;Akademi Refraksi Optisi (ARO) : 1&lt;br /&gt;Akademi Teknis Gizi (ATG) : 1&lt;br /&gt;Akademi Fisioterapi (AKFIS) : 1&lt;br /&gt;Akademi Perekam Informasi Kesehatan (APIKES) : 1&lt;br /&gt;Akupuntur : 2&lt;br /&gt;Sekolah Menengah Farmasi (SMF) : 5&lt;br /&gt;Sekolah Menengah Analis Kesehatan (SMAK) : 1&lt;br /&gt;Sekolah Pengatur Rawat Gigi (SPRG) : 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Program Kesehatan&lt;br /&gt;a. Upaya Kesehatan&lt;br /&gt;Pada hakekatnya Pelayanan Kesehatan di Jawa Timur belum menyeluruh, merata, bermutu dan terjangkau secara berkesinambungan, karena pelayanan kesehatan yang diberikan belum memenuhi harapan dan tuntutan masyarakat. Disamping itu pelayanan kesehatan belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat karena penyebarluasan tenaga kesehatan yang belum merata, serta peralatan kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan lainnya masih belum mencukupi. Dilain pihak upaya kesehatan yang kompleks belum sepenuhnya mempertimbangkan pola lingkungan, pembiayaan dan manajemen yang berpengaruh pada pembangunan kesehatan.&lt;br /&gt;Puskesmas sebagai penanggung jawab dan pelaksana upaya kesehatan masyarakat strata pertama di wilayah kerjanya yang terdepan mempunyai beban yang berat dalam melaksanakan fungsinya. Puskesmas yang di tahun 2006 berjumlah 927, masih belum mencukupi dibanding dengan jumlah penduduk sesuai konsep wilayah (1 puskesmas untuk 30.000 penduduk), sehingga masih diperlukan sekitar 200 puskesmas untuk Jawa Timur.&lt;br /&gt;Jawa Timur merupakan daerah yang rawan dengan berbagai jenis bencana baik bencana karena alam ( banjir, tanah longsor, gunung meletus, kekeringan, luapan lumpur panas, dan lain - lain) maupun bencana yang ditimbulkan karena manusia ( kecelakaan lalu lintas, kebakaran, ledakan pabrik, dan lain - lain). Pada tahun 2005 terjadi 90 kejadian bencana dengan korban 11 orang meninggal dunia dan 1 luka - luka. Sedangkan pada tahun 2006 terjadi 15 kejadian bencana dengan korban meninggal sebanyak 103 orang dan 66 luka - luka. Jumlah korban yang banyak karena terseret banjir bandang.&lt;br /&gt;Masih tingginya korban yang luka maupun meninggal akibat kejadian bencana, secara umum menunjukkan kurang optimalnya sistem manajemen penanganan bencana. Walaupun beberapa kabupaten/kota telah mempunyai Tim Penanggulangan Bencana Bidang Kesehatan yang merupakan bagian Tim Satlak di kabupaten/kota, namun dalam implementasinya masih belum optimal&lt;br /&gt;Indikator keberhasilan derajat kesehatan masyarakat masih belum menggembirakan. Hal ini berdasarkan data Sensus Tahun 2000 dan Susenas Tahun 2000, bahwa Angka Kematian Ibu (AKI)168 per 100.000 Kelahiran Hidup, dan Angka Kematian Bayi (AKB) 34 per 1000 Kelahiran Hidup dan Umur Harapan Hidup (UHH) 68,47 tahun (BPS 2005). Hal ini sangat dipengaruhi oleh Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM), Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Kegawatdaruratan (UKKD). Pelayanan kesehatan ibu dan anak serta Keluarga Berencana (KB) belum mencapai target Standar Pelayanan Minimal (SPM). Persentase Pemeriksaan Ibu Hamil Empat Kali (K4) 79,45% ( tahun 2005) ; Persalinan Nakes sebesar 86.10% ( tahun 2005 ); Kunjungan Neonatal Tiga Kali (KN2) sebesar 87,61% ( tahun 2005 ); Peserta KB Baru sebesar 70.15% ( tahun 2005 ). Masalah gizi buruk masih cukup banyak sekitar 2,2 % pada balita, sedangkan anemia gizi terjadi sekitar 29,9 % ibu hamil. Jawa Timur juga masih mempunyai masalah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) dengan Total Goiter Rate (TGR) 16,3 % pada tahun 1999 dan meningkat menjadi 25,5 % tahun 2004. Kekurangan vitamin A dikhawatirkan juga masih menjadi masalah walaupun belum tersedia data terbaru yang mendukung. Oleh karena itu masih diperlukan kegiatan terobosan dengan memberdayakan masyarakat dan pelatihan teknis bagi petugas kesehatan di lapangan.&lt;br /&gt;Sampai Tahun 2005, Universal Child Immunization (UCI) desa baru mencapai 40,4% sehingga masih ada kantong-kantong yang rawan untuk terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi ( PD3I ). Disamping itu dengan semakin meningkatnya penggunaan vaksin untuk imunisasi, kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) juga meningkat. Ditemukannya vaksin beku di lapangan merupakan indikator bahwa kualitas dan potensi vaksin masih memerlukan perhatian yang serius.&lt;br /&gt;KLB penyakit maupun keracunan makanan masih sering terjadi di Jawa Timur dan baru sekitar 60% yang dilaporkan ke propinsi. Dengan lemahnya Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) di kabupaten/kota dikhawatirkan KLB yang terjadi tidak dapat segera terdeteksi dan ditanggulangi dengan benar.&lt;br /&gt;Pada beberapa tahun terakhir ini telah terjadi transisi epidemiologi pola penyakit di masyarakat, penyakit infeksi yang berbasis lingkungan seperti Tuberkulosis (TB), Malaria, Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), Diare, Kusta, Demam Berdarah Dengue (DBD), Chikungunya dan lainnya belum tuntas dapat ditanggulangi, penyakit non-infeksi seperti Hipertensi, Stroke, Diabetes Mellitus (DM), Jantung, dan lainnya cenderung meningkat dengan cepat, ditambah dengan munculnya penyakit-penyakit infeksi seperti SARS, Flu Burung, Anthrax dan lain-lain. Hal ini akan memberi beban ganda bagi pemerintah dan masyarakat untuk mencegah dan menanggulanginya.&lt;br /&gt;Terjadi peningkatan insiden rate penyakit DBD dari 12,01 per 100.000 penduduk pada tahun 2003 menjadi 23,50 per 100.000 penduduk pada tahun 2004 dan pada tahun 2005 menjadi 43,06 per 100.000 penduduk. Salah satu penyebabnya adalah kepadatan vektor penular masih cukup tinggi, dan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) masih belum memasyarakat. Pada awal tahun 2004 Gubernur Jawa Timur mencanangkan pembentukan Juru Pemantau Jentik (jumantik) di seluruh wilayah Jawa Timur sebagai upaya terobosan untuk melakukan kewaspadaan dini terjadinya peningkatan jumlah penderita DBD pada masa mendatang.&lt;br /&gt;Propinsi Jawa Timur merupakan urutan ke dua untuk kasus HIV/AIDS (Human Immuno Defisiency Virus/Acquired Immuno Defisiency Syndroms) di Indonesia dan diperkirakan ada 17 sampai 44 ribu kasus HIV. Di 12 kabupaten/kota sudah masuk ke level konsentrasi, sehingga penanggulangan Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS harus lebih ditingkatkan dan diperluas jangkauan programnya. Dari kasus AIDS yang dilaporkan 55% ber faktor risiko pengguna narkoba suntik (penasun).&lt;br /&gt;Masalah kesehatan lingkungan yang sangat mendasar antara lain pada tahun 2005 pemanfaatan air bersih yang sehat masih berkisar 87,5% dan penggunaan jamban masih sekitar 59,5%, sedangkan pencemaran udara dan kebisingan di permukiman cenderung meningkat. Disamping itu pembuangan limbah industri yang tidak terkontrol terhadap badan air menyebabkan terjadinya akumulasi logam-logam berat yang terkandung di dalamnya.&lt;br /&gt;Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sebagai penanggungjawab upaya kesehatan masyarakat (UKM) strata kedua telah banyak mengembangkan puskesmas rawat inap sebagai sarana rujukan dan puskesmas spesifik sesuai spesifikasi yang ada di wilayah kerja seperti puskesmas nelayan, puskesmas jalan raya dan lain-lain.&lt;br /&gt;Penyelenggaraan upaya kesehatan di wilayah kabupaten/kota direncanakan, dikendalikan, diawasi dan dipertanggung jawabkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Banyak pedoman dan produk hukum tentang penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat yang telah disusun dan dipergunakan sebagai petunjuk teknis atau acuan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan di kabupaten/kota antara lain Keputusan Gubernur Nomor 27 Tahun 2004 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan, Perda Nomor 5 Tahun 2004 tentang HIV/AIDS.&lt;br /&gt;Upaya kesehatan perorangan (UKP) strata pertama tersebar sampai ke pelosok, mulai dari pelayanan pengobatan tradisional, praktik bidan, praktik perawat, praktik dokter / dokter gigi, puskesmas, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Pemanfaatan Rumah Sakit (RS) sebagai UKP strata kedua seperti RS pemerintah, swasta, TNI/POLRI dan BUMN masih belum optimal ( rata-rata BOR sebesar 54,77% ) karena pelayanan yang diberikan belum memadai. Disisi lain diperlukan adanya bentuk pelayanan unggulan sebagai pusat rujukan UKP strata ke tiga karena adanya kecenderungan meningkatnya penyakit degeneratif (jantung, hipertensi, diabetes, dan lainya)&lt;br /&gt;Berdasarkan standar klasifikasi pelayanan gawat darurat di rumah sakit telah ditetapkan klasifikasi Unit Pelayanan Gawat Darurat yang terdiri dari Upaya Pelayanan Gawat Darurat Dasar, Pratama, Madya dan Utama yang nantinya akan sangat berguna untuk menentukan klasifikasi unit pelayanan gawat darurat rumah sakit di Propinsi Jawa Timur, sehingga akan didapatkan pemetaan klasifikasi pelayanan gawat darurat yang memudahkan pola/sistem rujukan kasus gawat darurat. Disamping itu telah dikembangkan Desa Siaga, yang merupakan desa yang memiliki kesiapan sumberdaya dan kemampuan untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan bencana secara mandiri dalam rangka mewujudkan Desa Sehat. Dengan adanya Desa Sehat, masyarakat menjadi sehat , peduli dan tanggap terhadap masalah-masalah kesehatan. Untuk tujuan pengembangan Desa Siaga semua petugas kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan dan kader dilatih untuk melakukan tindakan kegawatdaruratan bencana serta akhir tahun 2006 Jawa Timur mempunyai tugas mengembangkan 5.000 Desa Siaga yang terbagi dalam berbagai tingkatan mulai Bina , Tumbuh, Kembang dan Paripurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pembiayaan Kesehatan&lt;br /&gt;Penggalian dana sektor kesehatan diperoleh dari sumber dana APBD, APBN atau sumber lain. Dana yang bersumber dari APBD Propinsi Tahun 2006 untuk kesehatan sebesar Rp. 170.332.933.000,- atau sekitar 6,96 % dari total APBD Propinsi Tahun 2006 ( Rp. 2.448.712.621.974,- ). APBD propinsi untuk kesehatan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan APBN sebesar Rp 412.858.622.000,-. Sedangkan data total APBD Tahun 2006 di 38 kabupaten/kota kurang lebih Rp 250.000.000.000,-.&lt;br /&gt;Pada umumnya anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan di kabupaten/kota secara langsung maupun tidak langsung. Namun permasalahannya adalah mekanisme perencanaan melalui sitem musrenbang belum sepenuhnya dapat mensinergikan antara APBN dan APBD sehingga relatif belum sinkron atau belum saling mendukung satu sama lain sehingga dalam pemanfaatannya kemungkinan terjadi tumpang tindih antar kegiatan&lt;br /&gt;Pembiayaan kesehatan dari masyarakat dan perorangan termasuk swasta sampai dengan saat ini cukup besar, namun belum dapat teridentifikasi secara jelas sehingga kontribusinya dalam pembangunan kesehatan belum dapat diperhitungkan secara kuantitatif.&lt;br /&gt;Pengalokasian dana dari pemerintah belum sepenuhnya mengacu kepada kebijakan atau kesepakatan yang berlaku. Sebagai contoh anggaran tersebut lebih diprioritaskan untuk upaya kuratif yang tidak sesuai dengan Paradigma Sehat dan Standar Pelayanan Monimal (SPM). Disamping itu anggaran yang ada cenderung untuk pembelanjaan upaya yang bersifat investasi dan operasional, namun belum memperhitungkan biaya pemeliharaan.&lt;br /&gt;Komitmen nasional maupun daerah untuk pembiayaan kesehatan bagi keluarga miskin perlu diprioritaskan, dan pada tahun 2006 alokasi dari pusat relatif meningkat dibanding tahun sebelumnya. Kebijakan nasional telah membebaskan biaya pengobatan di rawat jalan dan perawatan di kelas III rumah sakit serta di puskesmas. Disamping itu sejak semester II tahun 2005 telah dialokasikan biaya untuk operasional puskesmas meskipun masih relatif kecil serta alokasi dana untuk safeguarding dari Program Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin (ASKESKIN).&lt;br /&gt;Saat ini di Jawa Timur selain PT. ASKES Persero, Jamsostek, ASABRI dan Taspen yang pembentukannya berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) terdapat 5 Badan Pelaksana (Bapel) berizin Departemen Kesehatan dan PraBapel yang telah menyelenggarakan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM). Namun saat ini alokasinya masih relatif kecil. Masyarakat yang ikut dalam jaminan pemeliharaan kesehatan masih sangat terbatas atau sekitar 32% di Jawa Timur dimana sebagian besar adalah masyarakat miskin yang dijamin pemerintah.&lt;br /&gt;Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan pola penyakit dan mobilitas penduduk akan berdampak pada peningkatan pembiayaan kesehatan. Disamping itu peningkatan angka kesakitan terutama penyakit menular antara lain TBC, DBD, HIV/AIDS belum dapat dikendalikan dengan baik. Hal ini akan mengakibatkan meningkatnya beban pembiayaan pemerintah dan masyarakat. Disamping itu pembangunan berwawasan kesehatan belum sepenuhnya dilaksanakan karena belum memperhitungkan risiko terhadap lingkungan maupun kesehatan yang pada akhirnya juga akan meningkatkan pembiayaan kesehatan.&lt;br /&gt;Secara geografis Jawa Timur merupakan daerah rawan bencana dan rawan kecelakaan. Sampai saai ini pembelanjaan untuk upaya kesehatan kegawatdarutan belum terencana dan terkoordinasi dengan baik, sehingga mempengaruhi pembelanjaan lain yang sudah direncanakan.&lt;br /&gt;Pembiayaan peningkatan sumberdaya manusia, penyediaan obat dan perbekalan kesehatan dan subsistem lain sebagai pendukung utama dalam upaya kesehatan belum mencukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Sumberdaya Manusia Kesehatan&lt;br /&gt;Perencanaan ketenegagaan merupakan upaya cermat untuk mengindentifikasi kebutuhan komposisi tenaga kesehatan, namun saat ini belum dapat dilaksanakan sesuai dengan standar kebutuhan pembangunan kesehatan, karena belum adanya sistem informasi manajemen SDM Kesehatan yang memadai. Hal ini disebabkan masih lemahnya koordinasi dalam pengelolaan data SDM Kesehatan antara propinsi, kabupaten/kota, institusi pendidikan serta organisasi profesi.&lt;br /&gt;Institusi pendidikan tenaga kesehatan di Jawa Timur saat ini jumlah dan jenisnya belum berorientasi pada kebutuhan pembangunan kesehatan, sehingga jumlah kelulusan tenaga kesehatan jenis tertentu lebih banyak / kurang dibanding dengan kebutuhan yang berakibat menumpuknya kelulusan dan disisi lain kekurangan tenaga kesehatan.&lt;br /&gt;Penyerapan lulusan pendidikan tenaga kesehatan masih rendah, karena lemahnya kemampuan daya serap pasar dalam negeri, sedangkan pengiriman dan pemanfaatan tenaga kesehatan ke luar negeri belum memenuhi standar kompetensi negara tujuan. Untuk mengatasi hal ini perlu adanya pengaturan dan koordinasi yang lebih intensif tentang pendirian dan peningkatan kualitas institusi pendidikan tenaga kesehatan dengan pihak-pihak terkait. Adanya kompetisi dalam era pasar bebas sebagai akibat dari globalisasi harus diantisipasi dengan peningkatan mutu dan profesionalisme. SDM Kesehatan dan menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).&lt;br /&gt;Pendayagunaan SDM kesehatan belum sesuai dengan kebutuhan, hal ini disebabkan karena keterbatasan pemerintah dalam mengangkat SDM Kesehatan baik dalam hal jumlah mapupun jenis sebagai PNS Kesehatan, Pegawai Tidak Tetap (PTT). Sedangkan penempatan tenaga kesehatan di daerah-daerah tertentu belum merata dalam jumlah, jenis dan kualifikasi yang dibutuhkan. Sebagai contoh, di Kabupaten Sampang 1 tenaga medis melayani 14.285 penduduk, sedangkan di Kota Madiun 1 tenaga medis melayani 2.857 penduduk.&lt;br /&gt;Pemanfaatan tenaga kesehatan di sarana pelayanan kesehatan belum sepenuhnya sesuai dengan latar belakang pendidikannya, sehingga perlu penataan kembali pemanfaatan tenaga kesehatan sesuai dengan fungsinya.&lt;br /&gt;Kebijakan peningkatan karier SDM Kesehatan dikelompokkan per sasaran karier, jalur karier, perencanaan karier, pengembangan karier. Adapun jalur karier perlu dikembangkan secara optimal antara lain melalui jalur swasta atau pengangkatan dalam jabatan fungsional. Sedangkan untuk effisiensi yang memacu penampilan kerja SDM Kesehatan diperlukan sistem pengembangan karier yang merangsang kompetisi yang sehat dan rasa keadilan yang terbuka.&lt;br /&gt;Penempatan, pembinaan, pengawasan SDM Kesehatan di sektor swasta pada saat ini belum optimal, disebabkan karena masih lemahnya sistem yang mengatur dan tim yang menangani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Obat dan Perbekalan Kesehatan&lt;br /&gt;Pada era otonomi daerah, pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan yang semula menjadi tanggung jawab dan kewenangan Gudang Farmasi Kabupaten/Kota (GFK) dengan tenaga yang berkompetensi dan profesional, menjadi tidak menentu dan beragam bentuknya. Pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan yang saat ini ditangani kabupaten/kota secara langsung belum didukung tenaga yang sesuai dan belum terkoordinasi.&lt;br /&gt;Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) belum ditindaklanjuti dengan Daftar Obat Esensial Propinsi (DOEP) sebagai pedoman dalam pengadaan obat esensial kabupaten/kota.&lt;br /&gt;Tingkat ketersediaan obat pada tahun 2005 sudah tercapai 89,58% dari target SPM 100%. Pengadaan obat essensial pada tahun 2005 sebesar 91,30% dari target 100%. Pengadaan obat generik tahun 2005 mencapai 86,21% dari target 100%. Pelayanan penggunaan obat generik di sarana pelayanan kesehatan pemerintah tahun 2005 sebesar 63,64% dari target 90%. Hal tersebut belum memenuhi Peraturan Menteri Kesehatan Repbublik Indonesia Nomor 085 Tahun 1989 tentang Kewajiban Menulis Resep dan atau Menggunakan Obat Generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah.&lt;br /&gt;Obat dan perbekalan kesehatan yang telah rusak, kadaluwarsa dan tidak layak dikonsumsi pada tahun 2004 telah dimusnahkan sebanyak 54 item dari 77 item yang ada di gudang propinsi.&lt;br /&gt;Produsen obat dan perbekalan kesehatan dalam pendistribusiannya kepada konsumen masih ada yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan penatalaksanaan pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan yang meliputi tatacara, sarana dan prasarana penunjang belum terkoordinasi antara pemerintah propinsi dengan kabupaten/kota.&lt;br /&gt;Pengawasan dan pengamanan mutu obat dan perbekalan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat belum optimal serta terjadi tumpang tindih kewenangan antara Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan dengan pemerintah propinsi.&lt;br /&gt;Pelayanan obat belum sepenuhnya mengacu pada Penggunaan Obat Secara Rasional (POSR) yang diikuti dengan komunikasi informasi dan edukasi.&lt;br /&gt;Kasus keracunan obat, perbekalan kesehatan dan makanan yang terjadi pada tahun 2004 terjadi 41 kasus dengan jumlah korban 1.503 orang. Pada Tahun 2005 terjadi 40 kasus dengan jumlah penderita 963 orang. Masyarakat sampai saat ini belum memanfaatkan pelayanan Sentra Informasi Keracunan (SIKer) secara optimal.&lt;br /&gt;Penyalahgunaan Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) lainnya merupakan masalah nasional yang menimbulkan kerugian di segala bidang termasuk kesehatan. Di Jawa Timur dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur.&lt;br /&gt;Penyuluhan dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Napza (P3-Napza) berbasis masyarakat dalam SPM ditargetkan sebesar 15%, pada tahun 2005 dicapai 9,19%. Pencegahan kebocoran peredaran narkotika psikotropika sesuai dengan peraturan perundang-undangan melalui program Sistem Pelaporan Narkotika dan Psikotropika (SIPNAP).&lt;br /&gt;Budidaya dan pemanfaatan obat asli Indonesia belum dikembangan secara optimal. Kerja sama pengembangan dan pemanfaatan obat asli Indonesia telah dilakukan melalui suatu program penelitian dan pengembangan dengan melibatkan berbagai unsur terkait, antara lain Balai Materia Medika, Sentra Penelitian Pengembangan Pengobatan Tradisional (Sentra P3T), perguruan tinggi, pihak swasta dan peran serta masyarakat.&lt;br /&gt;Penyimpanan obat dan perbekalan kesehatan masih didapati bercampur dengan perbekalan perkantoran dan bukan pada gudang khusus, serta belum dikelola oleh tenaga yang berkompeten dan profesional.&lt;br /&gt;Masyarakat yang memanfaatkan SIKer untuk memperoleh informasi tentang efek samping dan keracunan obat, perbekalan kesehatan serta makanan, untuk itu pada tahun 2005 masyarakat menyampaikan 26 pertanyaan dan tahun 2006 sebanyak 34 pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pemberdayaan Masyarakat&lt;br /&gt;Keberhasilan pembangunan kesehatan di Jawa Timur tidak terlepas dari partisipasi masyarakat. Untuk itu, berbagai bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat banyak tumbuh dan berkembang, antara lain Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) pada tahun 2005 berjumlah 43.672 buah yang berarti rata-rata 1 posyandu melayani 800 penduduk, dari rasio ideal 1 posyandu untuk 750 penduduk. Strata posyandu terbanyak adalah tingkat madya (41,63%). Sedangkan posyandu purnama mandiri kini mencapai 27,79%.&lt;br /&gt;Kader sebagai penggerak posyandu saat ini juga makin menurun jumlahnya. Saat ini rata-rata rasio kader terhadap posyandu adalah 4,35 orang yang idealnya 1 Posyandu dikelola 5 orang kader.&lt;br /&gt;Selain itu pada tahun 2005 terdapat 4.977 Pondok Bersalin Desa (Polindes), hal ini berarti telah memenuhi 61,60% dari jumlah desa di Jawa Timur. Walaupun secara kuantitatif jumlah polindes tersebut sudah mencukupi, secara kualitatif kondisinya belum seluruhnya memenuhi syarat sebagai tempat pertolongan persalinan. Hal ini tergambar dari tingkat perkembangan polindes yang terbanyak masih pada tingkat pratama sebesar 51,88%. Pemenuhan prasarana-sarana Polindes sesuai standar secara bertahap dilakukan dengan dana APBD propinsi, APBD kabupaten/kota, kas desa dan sebagian dari upaya mandiri dari bidan di desa.&lt;br /&gt;Pada saat Hari Kesehatan Nasional Tahun 2006 , Propinsi Jawa Timur telah mulai mengembangkan 5.000 desa siaga yan merupakan wujud kepedulian- kesiapsiagaan masyarakat dalam menanggapi masalah terkait kesehatan , bencana dan kegawatdaruratan yang lain.&lt;br /&gt;Untuk mendukung upaya pengobatan tradisional di masyarakat hingga tahun 2005 telah ada 23.799 pengobat tradisional yang tercatat, di mana pada tahun 2004 hanya tercatat 22.715 orang. Dengan demikian rasio pengobat tradisional dibanding penduduk adalah 1 : 1.498. Pengobat tradisional terbanyak yang tercatat adalah jamu gendong sebanyak 6.605 orang (27,77%). Terdapat 3.136 toga percontohan di desa (37,02%) dari seluruh desa di Jawa Timur tidak ada perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya (39,13%). Hal ini menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam upaya kesehatan secara tradisional.&lt;br /&gt;Hasil survei Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan 10 indikator sesuai SPM (Standar Pelayananan Minimal) menunjukkan 1,78% Rumah Tangga Sehat (tahun 2004), sedangkan pada tahun 2005 meningkat menjadi 7% dan pada tahun 2006 meningkat menjadi 12,2%.&lt;br /&gt;Pembinaan Kader Generasi Muda melalui gerakan Pramuka Satuan Karya Bakti Husada (SBH) pada tahun 2005 telah berkembang di 293 kecamatan atau kuartir ranting. Jumlah tersebut merupakan 44,8% dari kecamatan di Jawa Timur. Adapun jumlah anggotanya sebanyak 24.280 orang atau rata-rata 83 orang di tiap-tiap kuartir ranting. Kegiatan SBH ini utamanya di daerah rural/pedesaan telah secara nyata memberikan sumbangan bagi keberhasilan pembinaan generasi muda di bidang kesehatan.&lt;br /&gt;Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) baru mencapai 412 buah pada tahun 2005 dengan jumlah kelompok sebanyak 17.279 dari jumlah pekerja 353.477 orang. Hal tersebut menggambarkan rata-rata pekerja dalam satu kelompok berjumlah 20 orang yang idealnya maksimal 15 orang. Intensitas pembinaan UKK masih dibutuhkan karena masih rendahnya pemahaman masyarakat pekerja terhadap upaya promotif dan preventif kesehatan.&lt;br /&gt;Dalam memberikan pelayanan kepada para santri di pondok pesantren, pada tahun 2005 telah terbentuk 826 Pos Kesehatan Pesantren (20.2%) dari 4.075 ponpes yang tercatat di Dinas Kesehatan se-Jawa Timur dimana sebagian dikelola oleh dokter. Selain itu juga telah dikembangkan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) yang menjadi pusat upaya – upaya kesehatan di pondok pesantren dengan didukung para Santri Husada.&lt;br /&gt;Kepesertaan dana sehat sebagai wujud keberdayaan masyarakat dalam kemandirian pembiayaan kesehatan tahun 2005 telah diikuti oleh 1.110.984 jiwa. Gambaran ini menunjukkan masih rendahnya pemahaman, keberdayaan masyarakat dalam penerapan JPKM.&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan pembangunan di Jawa Timur tahun 2005 telah tumbuh 203 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang kesehatan serta berbagai yayasan peduli kesehatan seperti Yayasan Kanker Indonesia, Yayasan Jantung Indonesia, Koalisi Jawa Timur Sehat, Kelompok Peduli Diabetes, Kelompok Peduli Kanker, Waria Peduli HIV/ AIDS, Forum Kesehatan Reproduksi serta berbagai kelompok peduli lainnya yang kini mulai berkembang di Jawa Timur.&lt;br /&gt;Dalam rangka mempercepat tercapainya Indonesia Sehat pemberdayaan masyarakat dilaksanakan dalam berbagai bentuk gerakan seperti: Gerdunas TB, Gerakan PSN dengan Jumantiknya, Gerakan Sayang Ibu (GSI) dengan 52,62% kecamatan Sayang Ibu yang berpredikat madya, Aliansi Pita Putih (Kesehatan Ibu), BPNA (Badan Penanggulangan Narkotika dan AIDS), Forum Kabupaten / Kota Sehat dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Jaringan kemitraan antara sektor pemerintah, organisasi profesi, LSM, swasta dan dunia usaha belum dikembangkan secara optimal, baru terbatas pada penyampaian informasi, belum ada keterpaduan dalam mencapai tujuan yaitu derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;Salah satu kendala yang banyak mempengaruhi terhadap belum optimalnya pemberdayaan masyarakat adalah lemahnya tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi di bidang promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Saat ini di setiap jenjang pelayanan kesehatan dan administrasi tugas ini dijalankan secara rangkap oleh petugas yang tidak memliki kompetensi standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Manajemen Kesehatan&lt;br /&gt;Kebijakan desentralisasi memberikan kewenangan kepada daerah untuk menyusun perencanaan daerah sedangkan propinsi berfungsi sebagai fasilitator. Perencanaan sangat penting artinya untuk suatu keberhasilan pembangunan kesehatan, namun saat ini belum terkoordinasi dan tersinkronisasi dengan baik. Pada kenyataannya perencanaan belum sepenuhnya terpadu dan mengacu kepada kebijakan yang berlaku dan kebutuhan spesifik daerah. Pencapaian kinerja pembangunan kesehatan pelaksanaan dan pengendaliannya belum mengacu pada perencanaan yang telah disusun dan SPM Kesehatan Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;Laporan dari masing-masing kabupaten/kota belum semuanya dapat dipenuhi, secara kuantitas maupun kualitas karena dalam era desentralisasi tidak ada kewajiban kabupaten/kota untuk menyampaikan laporan ke Dinas Kesehatan Propinsi.&lt;br /&gt;Pengawasan Melekat (Waskat), Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), sebagai bagian pertanggungjawaban pembangunan kesehatan belum dilakukan secara optimal.&lt;br /&gt;Sistem informasi kesehatan masih terfragmentasi dan identik dengan pencatatan dan pelaporan, dimana banyak sekali format pencatatan dan pelaporan yang harus dikerjakan oleh puskesmas dan rumah sakit. Profil kesehatan kab/kota maupun propinsi sudah berjalan sejak tahun 1990, namun belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai dasar pengambilan keputusan. Inpres RI. No. 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Goverment untuk mendukung upaya pemanfaatan teknologi informasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi, serta akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 36 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Sistem Informasi dan Telematika Propinsi Jawa Timur adalah upaya untuk mempercepat pengembangan sistem informasi berbasis komputer. Dinas Kesehatan Propinsi sedang mengembangkan jaringan sistem informasi internal maupun eksternal melalui teknologi informasi (file transfer protokol, Website, LAN) dan penetapan perangkat data minimal pada setiap jenjang administrasi.&lt;br /&gt;Penelitian dan pengembangan Iptek belum dilaksanakan secara optimal dan hasilnya belum dimanfaatkan untuk perencanaan pengembangan program, karena penelitian dan pengembangan kesehatan dilakukan oleh berbagai program dan sektor yang belum terkoordinasi. Disamping itu pengelolaan dan penyebarluasan hasil penelitian masih terbatas, karena terbatasnya sumber daya sehingga sulit diakses oleh pihak yang membutuhkan.&lt;br /&gt;Kebijakan otonomi daerah berakibat adanya perubahan kewenangan daerah di bidang kesehatan, sehingga memerlukan penyesuaian produk hukum daerah (Perda) untuk mendukung penyelenggaraan upaya kesehatan. Adanya kecenderungan gugatan dan tuntutan hukum berkaitan dengan penyelenggaraan pelayanan kesehatan, karena belum dilakukan penyuluhan di bidang hukum kesehatan yang memadai.&lt;br /&gt;Ketidaksesuaian produk hukum daerah di bidang kesehatan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dapat diakibatkan karena belum adanya jaringan informasi dan dokumentasi hukum bidang kesehatan yang dapat digunakan sebagai rujukan dalam penyusunan produk hukum di bidang kesehatan.&lt;br /&gt;Penegakan hukum di bidang kesehatan belum dapat dilaksanakan secara optimal, karena belum berfungsinya peran Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan belum adanya badan khusus yang menangani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAB III&lt;br /&gt;POKOK-POKOK SISTEM KESEHATAN PROPINSI&lt;br /&gt;JAWA TIMUR&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Sistem Kesehatan Propinsi&lt;br /&gt;SKP Jawa Timur adalah suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya pemerintah, masyarakat, dan swasta di Jawa Timur yang terpadu dan saling mendukung, guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;SKP menguraikan secara spesifik unsur-unsur upaya kesehatan, pembiayaan kesehatan, SDM Kesehatan, sumber daya obat, perbekalan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta manajemen kesehatan sesuai dengan potensi dan kondisi daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Landasan Sistem Kesehatan Propinsi&lt;br /&gt;SKP merupakan bagian dari pembangunan nasional, dengan demikian landasan SKP adalah sama dengan landasan pembangunan nasional. Secara lebih spesifik, landasan tersebut adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Landasan idiil yaitu Pancasila&lt;br /&gt;2. Landasan Konstitusional yaitu UUD 1945&lt;br /&gt;a. Pasal 28 A ; setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.&lt;br /&gt;b. Pasal 28 B ayat (2); setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang.&lt;br /&gt;c. Pasal 28 C ayat (1); setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.&lt;br /&gt;d. Pasal 28 H ayat (1); setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal , dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan ayat ( 3 ); setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.&lt;br /&gt;e. Pasal 34 ayat ( 2); negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan dan ayat (3); negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak .&lt;br /&gt;3. Landasan operasional :&lt;br /&gt;a. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan&lt;br /&gt;b. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)&lt;br /&gt;c. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2005 tentang Praktik Kedokteran Dokter dan Dokter Gigi&lt;br /&gt;d. Peraturan Daerah Nomor 37 Tahun 2000 tentang Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur&lt;br /&gt;e. Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2002 tentang Rumah Sakit Propinsi&lt;br /&gt;f. Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2005 tentang Pelayanan Publik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Prinsip Dasar Sistem Kesehatan Propinsi&lt;br /&gt;Prinsip dasar SKP adalah norma, nilai, dan aturan pokok yang bersumber pada falsafah dan budaya bangsa Indonesia, yang digunakan sebagai acuan berpikir dan bertindak dalam penyelenggaraan SKP. Prinsip-prinsip dasar tersebut meliputi :&lt;br /&gt;1. Perikemanusiaan&lt;br /&gt;Penyelenggaraan SKP berdasarkan pada perikemanusiaan yang dijiwai, digerakkan, dan dikendalikan oleh keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Terabaikannya pemenuhan kebutuhan kesehatan adalah bertentangan dengan prinsip kemanusiaan. Tenaga kesehatan dituntut untuk tidak diskriminatif serta selalu menerapkan prinsip-prinsip perikemanusiaan dan menyelenggarakan upaya kesehatan.&lt;br /&gt;2. Hak Asasi Manusia&lt;br /&gt;Penyelenggaraan SKP berdasarkan pada prinsip hak asasi manusia. Diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi setiap orang adalah salah satu hak asasi manusia tanpa membedakan suku, golongan, agama, dan status sosial ekonomi. Setiap anak berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.&lt;br /&gt;3. Adil dan Merata&lt;br /&gt;Penyelenggaraan SKP berdasarkan pada prinsip adil dan merata. Dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, perlu diselenggarakan upaya kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat secara adil dan merata, baik geografis maupun ekonomis.&lt;br /&gt;4. Pemberdayaan dan Kemandirian Masyarakat&lt;br /&gt;Penyelenggaraan SKP berdasarkan pada prinsip pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. Setiap orang dan masyarakat bersama dengan&lt;br /&gt;pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan, keluarga, masyarakat beserta lingkungannya. Penyelenggaraan pembangunan kesehatan harus berdasarkan pada kepercayaan atas kemampuan dan kekuatan sendiri, kepribadian bangsa, semangat solidaritas sosial, dan gotong royong.&lt;br /&gt;5. Kemitraan&lt;br /&gt;Penyelenggaraan SKP berdasarkan pada prinsip kemitraan. Pembangunan kesehatan harus diselenggarakan dengan menggalang kemitraan yang dinamis dan harmonis antara pemerintah dan masyarakat termasuk swasta, dengan mendayagunakan potensi yang dimiliki. Kemitraan antara pemerintah dengan masyarakat termasuk swasta serta kerja sama lintas sektor dalam pembangunan kesehatan diwujudkan dalam suatu jaringan yang berhasil guna dan berdaya guna agar diperoleh sinergi yang lebih mantap dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang se tinggi - tingginya.&lt;br /&gt;6. Pengutamaan dan Manfaat&lt;br /&gt;Penyelenggaraan SKP berdasarkan pada prinsip pengutamaan dan manfaat. Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan perorangan maupun golongan. Upaya kesehatan yang bermutu dilaksanakan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta harus lebih mengutamakan pendekatan peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit. Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara berhasil guna dan berdaya guna, dengan mengutamakan upaya kesehatan yang mempunyai daya ungkit tinggi agar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat beserta lingkungannya.&lt;br /&gt;7. Tata Kepemerintahan yang Baik&lt;br /&gt;Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara demokratis, berkepastian hukum, transparan, rasional, profesional, serta bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Tujuan Sistem Kesehatan Propinsi&lt;br /&gt;Tujuan SKP adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi, baik masyarakat, swasta maupun pemerintah secara sinergis, berhasil guna, sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Kedudukan Sistem Kesehatan Propinsi&lt;br /&gt;1. Sistem Kesehatan Propinsi (SKP) merupakan infrasistem dari SKN, bersama dengan berbagai sistem lain yang ada di Jawa Timur, diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.&lt;br /&gt;2. SKP merupakan acuan Sistem Kesehatan Kabupaten/Kota (SKK). SKK perlu dikembangkan untuk menjamin keberhasilan pembangunan kesehatan di kabupaten/kota. Dalam kaitan ini kedudukan SKP merupakan suprasistem dari SKK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Kedudukan SKP terhadap berbagai Sistem Kemasyarakatan termasuk Swasta&lt;br /&gt;Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh dukungan sistem nilai dan budaya masyarakat yang secara bersama terhimpun dalam berbagai sistem kemasyarakatan. Di pihak lain, berbagai sistem kemasyarakatan merupakan bagian integral yang membentuk SKP. Dalam kaitan ini SKP merupakan bagian dari sistem-sistem kemasyarakatan yang digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan perilaku dan lingkungan sehat serta peran aktif masyarakat dalam berbagai upaya kesehatan. Sebaliknya, sistem nilai dan budaya yang hidup di masyarakat harus mendapat perhatian dalam SKP.&lt;br /&gt;Keberhasilan pembangunan kesehatan juga ditentukan oleh peran aktif swasta. Dalam kaitan ini potensi swasta merupakan bagian integral dari SKP. Untuk keberhasilan pembangunan kesehatan, perlu digalang kemitraan yang setara, transparan, dan saling menguntungkan dengan berbagai potensi swasta. SKP harus dapat mewarnai potensi swasta sehingga sejalan dengan tujuan pembangunan nasional yang berwawasan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Subsistem SKP&lt;br /&gt;Subsistem pertama SKP adalah upaya kesehatan yang terdiri dari berbagai upaya kesehatan dengan menghimpun seluruh potensi yang ada untuk dapat mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Penyelenggaraan berbagai upaya kesehatan tersebut memerlukan dukungan&lt;br /&gt;dana, SDM , sumber daya obat, dan perbekalan kesehatan.&lt;br /&gt;Dukungan dana sangat berpengaruh terhadap pembiayaan kesehatan yang semakin penting dalam menentukan kinerja SKP. Mengingat kompleksnya pembiayaan kesehatan, pembiayaan kesehatan merupakan subsistem kedua SKP.&lt;br /&gt;Sebagai upaya pelaksana kesehatan diperlukan sumber daya manusia yang mencukupi dalam jumlah, jenis, dan kualitasnya sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan kesehatan. Oleh karena itu SDM Kesehatan juga sangat penting dalam meningkatkan kinerja SKP dan merupakan subsistem ketiga SKP.&lt;br /&gt;Sumber daya kesehatan lainnya yang penting dalam menentukan kinerja SKP adalah sumber daya obat dan perbekalan kesehatan. Permasalahan obat dan perbekalan kesehatan sangat kompleks karena menyangkut aspek mutu, harga, khasiat, keamanan, ketersediaan, dan keterjangkauan bagi konsumen kesehatan. Oleh karena itu, obat dan perbekalan kesehatan merupakan subsistem ke empat SKP.&lt;br /&gt;Selanjutnya, SKP akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Masyarakat termasuk swasta bukan semata–mata sebagai objek pembangunan kesehatan. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat menjadi sangat penting agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai perilaku pembangunan kesehatan. Sehubungan dengan itu, pemberdayaan masyarakat merupakan subsistem kelima SKP.&lt;br /&gt;Untuk menggerakkan pembangunan kesehatan secara berhasil guna dan berdaya guna, diperlukan manajemen kesehatan. Peranan manajemen kesehatan adalah koordinasi, integrasi, sinkronisasi serta penyerasian upaya kesehatan, pembiayaan kesehatan, sumber daya kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, manajemen kesehatan merupakan subsistem ke enam SKP.&lt;br /&gt;Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa SKP terdiri atas enam subsistem, yakni :&lt;br /&gt;1. Subsistem Upaya Kesehatan&lt;br /&gt;2. Subsistem Pembiayaan Kesehatan&lt;br /&gt;3. Subsistem Sumber Daya Manusia Kesehatan&lt;br /&gt;4. Subsistem Obat dan Perbekalan Kesehatan&lt;br /&gt;5. Subsistem Pemberdayaan Masyarakat&lt;br /&gt;6. Subsistem Manajemen Kesehatan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAB IV&lt;br /&gt;SUBSISTEM UPAYA KESEHATAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Upaya meningkatkan kesejahteraan umum berarti suatu usaha untuk mewujudkan tingkat kehidupan masyarakat secara optimal yang memenuhi kebutuhan dasar manusia termasuk kesehatan. Pada dasarnya kesehatan menyangkut semua segi kehidupan, baik perorangan, keluarga, kelompok maupun masyarakat. Upaya kesehatan dilaksanakan secara menyeluruh, merata, bermutu dan terjangkau secara berkesinambungan dengan menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif yang didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitatif. Upaya kesehatan yang luas dan kompleks perlu senantiasa mempertimbangkan pola lingkungan, pembiayaan dan manajemen yang berpengaruh pada pembangunan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;Subsistem upaya kesehatan adalah tatanan yang menghimpun berbagai upaya kesehatan masyarakat, upaya kesehatan perorangan, dan upaya kesehatan kegawatdaruratan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tujuan&lt;br /&gt;Terselenggaranya upaya kesehatan yang merata, bermutu dan terjangkau secara berkesinambungan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Unsur-unsur Utama&lt;br /&gt;Subsistem upaya kesehatan terdiri atas tiga unsur utama, yakni :&lt;br /&gt;1. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat serta swasta untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan di masyarakat. UKM mencakup upaya promosi kesehatan, pemeliharaan kesehatan, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, pengendalian penyakit tidak menular, kesehatan jiwa, penyehatan lingkungan dan penyediaan sanitasi dasar, perbaikan gizi masyarakat, pengamanan obat dan perbekalan kesehatan, pengamanan penggunaan zat aditif (bahan tambahan makanan), pengamanan makanan, pengamanan narkotika, psikotropika, zat adiktif dan bahan berbahaya, serta penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan.&lt;br /&gt;2. Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, swasta dan atau pemerintah, untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan. UKP mencakup upaya-upaya promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan rawat jalan, pengobatan rawat inap, pembatasan dan pemulihan kecacatan yang ditujukan terhadap perorangan. Upaya Kesehatan Perorangan termasuk pengobatan tradisional dan alternatif serta pelayanan kebugaran fisik dan kosmetika.&lt;br /&gt;3. Upaya Kesehatan Kegawatdaruratan (UKKD) adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat serta swasta untuk penanganan semua kegawatdaruratan secara terpadu, dengan melibatkan berbagai disiplin, profesi dan sektor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga upaya kesehatan tersebut bersinergi dan didukung sistem rujukan serta dilengkapi sarana penunjang. Sarana penunjang UKM antara lain laboratorium kesehatan masyarakat, sediaan farmasi, alat kesehatan dan perbekalan kesehatan lainnya. Sarana penunjang UKP antara lain laboratorium klinik dan penunjang diagnostik lainnya, apotek, optik, dan toko obat. Sarana penunjang UKKD antara lain transportasi dan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Prinsip&lt;br /&gt;Penyelenggaraan Subsistem Upaya Kesehatan mengacu pada :&lt;br /&gt;1. Kebijakan dan regulasi pemerintah serta diikuti pemantapan pola manajemen dan pembiayaan pada setiap strata.&lt;br /&gt;2. Bersifat menyeluruh, terpadu, merata, bermutu, terjangkau, dan berjenjang secara berkesinambungan yang didukung oleh sub sistem lain.&lt;br /&gt;3. Sesuai dengan nilai dan norma sosial budaya masyarakat, moral dan etika profesi.&lt;br /&gt;4. Diselenggarakan oleh pemerintah, masyarakat dan swasta dengan memperhatikan fungsi sosial.&lt;br /&gt;5. Penanggungjawab upaya kesehatan adalah pemerintah setempat sesuai kewenangannya.&lt;br /&gt;6. Penyelenggaraan semua jenis upaya kesehatan tidak bertentangan dengan kaidah ilmiah.&lt;br /&gt;7. Penyelenggaraan kegawatdaruratan mengacu pada Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu ( SPGDT ) dan Safe Community.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Bentuk Pokok&lt;br /&gt;1. Upaya Kesehatan Masyarakat&lt;br /&gt;Bentuk pokok upaya kesehatan masyarakat meliputi :&lt;br /&gt;a. Upaya kesehatan masyarakat strata pertama&lt;br /&gt;UKM strata pertama adalah UKM tingkat dasar yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dasar ditujukan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;UKM strata pertama diselenggarakan oleh puskesmas dan bertanggung jawab atas masalah kesehatan di wilayah kerjanya.&lt;br /&gt;Terdapat tiga fungsi utama puskesmas, yakni sebagai (1) pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, (2) pusat pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, dan (3) pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama.&lt;br /&gt;Puskesmas wajib melaksanakan 6 (enam) pelayanan kesehatan dasar, yakni promosi kesehatan; kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana; perbaikan gizi; kesehatan lingkungan; pencegahan dan pemberantasan penyakit menular; dan pengobatan dasar. Selain itu puskesmas dapat melaksanakan pelayanan kesehatan pengembangan berdasarkan permasalahan kesehatan setempat yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuannya.&lt;br /&gt;Peran aktif masyarakat dan swasta dalam penyelenggaraannya diwujudkan dalam bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat misalnya posyandu, poskesdes, poskestren dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Upaya kesehatan masyarakat strata kedua&lt;br /&gt;UKM strata kedua adalah UKM tingkat lanjut, yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan spesialistik ditujukan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;Penyelenggara UKM strata kedua adalah pemerintah, masyarakat dan swasta dengan penanggung jawab Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang mempunyai dua fungsi utama, yakni fungsi manajerial dan fungsi teknis kesehatan.&lt;br /&gt;Fungsi manajerial mencakup perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian, pemantauan, pengawasan, dan penilaian, serta pertanggung-jawaban penyelenggaraan pembangunan kesehatan di kabupaten/kota. Fungsi teknis kesehatan mencakup penyediaan pelayanan kesehatan masyarakat tingkat lanjut, yakni dalam rangka melayani kebutuhan rujukan kesehatan masyarakat. Yang dimaksud dengan rujukan kesehatan masyarakat adalah pelimpahan wewenang dan tanggung jawab atas masalah kesehatan masyarakat yang dilakukan secara timbal balik, baik vertikal maupun horizontal. Rujukan kesehatan masyarakat dibedakan atas tiga aspek, yakni: rujukan sarana, rujukan teknologi, dan rujukan operasional.&lt;br /&gt;Untuk dapat melaksanakan fungsi teknis kesehatan, beberapa Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dilengkapi dengan berbagai kegiatan teknis antara lain: promosi kesehatan, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, penyehatan lingkungan, perbaikan gizi, kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, laboratorium kesehatan lingkungan dan pelayanan sediaan farmasi, alat kesehatan dan perbekalan kesehatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Upaya kesehatan masyarakat strata ketiga&lt;br /&gt;UKM strata ketiga adalah UKM tingkat unggulan, yaitu yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan subspesialistik yang ditujukan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;Penanggung jawab UKM strata ketiga adalah Dinas Kesehatan Propinsi yang mempunyai dua fungsi utama, yakni fungsi manajerial dan fungsi teknis kesehatan.&lt;br /&gt;Fungsi manajerial mencakup perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian, pemantauan, pengawasan, dan penilaian, serta pertanggung-jawaban penyelenggaraan pembangunan kesehatan di propinsi. Fungsi teknis kesehatan mencakup penyediaan pelayanan kesehatan masyarakat tingkat unggulan melalui UPT untuk pelayanan langsung dan kebutuhan rujukan dari kabupaten/kota dan propinsi.&lt;br /&gt;Untuk dapat melaksanakan fungsi teknis kesehatan, Dinas Kesehatan Propinsi dilengkapi dengan berbagai unit pelaksana teknis antara lain BP4, RS Paru, RS Kusta, BKMM dan Balai Materia Medika, yang menyelenggarakan pelayanan langsung dan membantu pelayanan rujukan kesehatan.&lt;br /&gt;Dalam rangka pengembangan UKM perlu diperhatikan :&lt;br /&gt;1. Pemerataan UKM yang terdiri dari 2 faktor utama yaitu pemerataan pelayanan (sarana dan prasarana, sumber daya manusia kesehatan, peralatan kesehatan) dan pembiayaan (investasi, operasional dan pemeliharaan)&lt;br /&gt;2. Peningkatan mutu UKM melalui standarisasi sumber daya manusia kesehatan, prosedur tetap, obat, alat kesehatan dan gedung dengan memperhatikan jaminan mutu serta penilaian kinerja terhadap institusi, akreditasi dan perijinan.&lt;br /&gt;3. Keterjangkauan UKM yang didukung adanya pelayanan kesehatan baik yang bersifat statis maupun dinamis dengan sasaran prioritas keluarga miskin, kelompok risiko tinggi dan kelompok rentan di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan dengan melakukan koordinasi lintas program dan lintas sektor yang didukung peran aktif masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)&lt;br /&gt;Bentuk pokok upaya kesehatan perorangan meliputi :&lt;br /&gt;a. Upaya kesehatan perorangan strata pertama&lt;br /&gt;UKP strata pertama adalah UKP tingkat dasar, yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dasar ditujukan kepada perorangan.&lt;br /&gt;Penyelenggara UKP strata pertama adalah perorangan, masyarakat, swasta, dan pemerintah, dalam bentuk antara lain : praktik bidan, praktik perawat, praktik dokter, dokter keluarga, praktik dokter gigi, poliklinik, balai pengobatan, rumah bersalin, puskesmas, pelayanan pengobatan tradisional dan alternatif, kebugaran fisik, kosmetika dan lain-lain.&lt;br /&gt;b. Upaya kesehatan perorangan strata kedua&lt;br /&gt;UKP strata kedua adalah UKP tingkat lanjut, yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan spesialistik ditujukan kepada perorangan.&lt;br /&gt;Penyelenggara UKP strata kedua adalah perorangan, masyarakat, swasta dan pemerintah dalam bentuk antara lain: praktik dokter/dokter gigi spesialis, klinik spesialis, dan rumah sakit rujukan strata kedua baik pemerintah maupun swasta.&lt;br /&gt;c. Upaya kesehatan perorangan strata ketiga&lt;br /&gt;UKP strata ketiga adalah UKP tingkat unggulan yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan subspesialistik ditujukan kepada perorangan.&lt;br /&gt;Penyelenggara UKP strata ketiga adalah perorangan, masyarakat, swasta dan pemerintah dalam bentuk antara lain praktik dokter subspesialis, pusat pelayanan unggulan (pusat unggulan jantung , pusat unggulan kanker, pusat penanggulangan stroke) dan rumah sakit rujukan strata ketiga baik pemerintah maupun swasta.&lt;br /&gt;Dalam rangka pengembangan UKP perlu diperhatikan :&lt;br /&gt;1. Pemerataan UKP yang terdiri dari 2 faktor utama yaitu pemerataan pelayanan (sarana dan prasarana, sumber daya manusia kesehatan, peralatan kesehatan) dan pembiayaan (investasi, operasional dan pemeliharaan)&lt;br /&gt;2. Peningkatan mutu UKP melalui standarisasi sumber daya manusia kesehatan, prosedur tetap, obat, alat kesehatan dan gedung dengan memperhatikan jaminan mutu serta penilaian kinerja terhadap institusi, akreditasi dan perijinan.&lt;br /&gt;3. Keterjangkauan UKP yang perlu didukung adanya pelayanan kesehatan baik yang bersifat statis maupun dinamis dengan sasaran prioritas keluarga miskin, kelompok risiko tinggi dan kelompok rentan di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan dengan melakukan koordinasi lintas program dan lintas sektor yang didukung peran aktif masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Upaya Kesehatan Kegawat Daruratan (UKKD)&lt;br /&gt;Bentuk pokok upaya kesehatan kegawatdaruratan meliputi :&lt;br /&gt;a. Upaya kesehatan kegawatdaruratan strata pertama&lt;br /&gt;UKKD strata pertama adalah kegiatan terpadu penanganan kegawatdaruratan yang dilakukan oleh masyarakat, swasta dan pemerintah. Penanggungjawab UKKD strata pertama adalah puskesmas.&lt;br /&gt;b. Upaya kesehatan kegawatdaruratan strata kedua&lt;br /&gt;UKKD Strata kedua adalah kegiatan terpadu penanganan kegawatdaruratan yang dilakukan oleh swasta dan pemerintah pada tingkat rujukan strata kedua yang didukung masyarakat. Penanggungjawab UKKD strata kedua adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;c. Upaya kesehatan kegawatdaruratan strata ketiga&lt;br /&gt;UKKD Strata Ketiga adalah kegiatan terpadu penanganan kegawatdaruratan yang dilakukan oleh swasta dan pemerintah pada tingkat rujukan strata ketiga yang didukung masyarakat. Penanggungjawab UKKD strata ketiga adalah Dinas Kesehatan Propinsi.&lt;br /&gt;Pelaksanaan kegawatdaruratan di strata kesatu, kedua dan ketiga perlu didukung sarana dan prasarana yang memadai antara lain : sumber daya manusia, perangkat UGD, alat komunikasi dan alat transportasi dalam rangka mekanisme rujukan secara berkesinambungan baik pada keadaan gawat darurat sehari-hari maupun bencana.&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan UKKD pemberdayaan masyarakat menjadi sesuatu yang penting untuk menuju “safe community”, yaitu terciptanya suatu keadaan sehat dan aman yang melibatkan peran serta aktif seluruh masyarakat sebagai bagian dari hak asasi manusia, yang harus diimplementasikan bersama oleh pemerintah dan masyarakat yang menjamin kesama-rataan, kesinambungan, efisiensi dan mutu demi kelangsungan pembangunan menuju derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;UKKD dalam melakukan kegiatan koordinasi harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Secara kelembagaan sektor kesehatan merupakan bagian dari Satuan pelaksana penanggulangan bencana dan pengungsi di tingkat propinsi dan satuan koordinasi pelaksanaan penanggulangan bencana dan pengungsi di tingkat kabupaten/kota.&lt;br /&gt;2. Kesiapsiagaan pencegahan maupun mitigasi dilaksanakan bersama sektor terkait.&lt;br /&gt;3. Setiap strata harus mempunyai rencana kontingensi.&lt;br /&gt;Dalam rangka pengembangan UKKD perlu diperhatikan :&lt;br /&gt;1. Pemerataan UKKD yang terdiri dari 2 faktor utama yaitu pemerataan pelayanan ( sarana dan prasarana, sumber daya manusia&lt;br /&gt;kesehatan, peralatan kesehatan) dan pembiayaan (investasi, operasional dan pemeliharaan).&lt;br /&gt;2. Peningkatan mutu UKKD melalui standarisasi sumber daya manusia kesehatan, prosedur tetap, obat, alat kesehatan dan gedung dengan memperhatikan jaminan mutu serta penilaian kinerja terhadap institusi, akreditasi dan perijinan.&lt;br /&gt;3. Keterjangkauan UKKD yang didukung adanya pelayanan kesehatan baik yang bersifat statis maupun dinamis dengan sasaran prioritas keluarga miskin, kelompok risiko tinggi dan kelompok rentan di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan dengan melakukan koordinasi lintas program dan lintas sektor yang didukung peran aktif masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAB V&lt;br /&gt;SUBSISTEM PEMBIAYAAN KESEHATAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;Subsistem Pembiayaan Kesehatan adalah tatanan yang menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tujuan&lt;br /&gt;Tujuan subsistem pembiayaan kesehatan adalah tersedianya pembiayaan kesehatan dengan jumlah yang mencukupi, teralokasi secara adil dan termanfaatkan secara berdaya guna dan berhasil guna, untuk terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Unsur-unsur Utama&lt;br /&gt;Subsistem pembiayaan kesehatan terdiri atas tiga unsur utama, yakni :&lt;br /&gt;1. Penggalian dana merupakan kegiatan menghimpun dana yang diperlukan untuk penyelenggaraan pembangunan kesehatan, baik yang bersumber dari pemerintah, swasta, masyarakat dan sumber lain.&lt;br /&gt;2. Pengalokasian dana merupakan penetapan peruntukan dan penggunaan dana sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;3. Pembelanjaan merupakan pemakaian dana yang telah dialokasikan sesuai dengan peruntukan secara berdaya guna dan berhasil guna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Prinsip&lt;br /&gt;Penyelenggaraan subsistem pembiayaan kesehatan mengacu pada prinsip-prinsip sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Upaya penggalian dana dilaksanakan secara bertanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;2. Pengalokasian dana didasarkan pada paradigma sehat, komitmen global/nasional/regional, regulasi dan program-program prioritas.&lt;br /&gt;3. Pembiayaan kesehatan yang bersumber dari pemerintah diarahkan untuk pembiayaan penyelenggaraan upaya kesehatan yang strategis dan lebih mengutamakan keluarga miskin dan rentan.&lt;br /&gt;4. Dengan telah diundangkannya SJSN, penggalian dana dan penggunaannya dapat dilakukan melalui mekanisme asuransi sosial dalam bentuk jaminan kesehatan daerah sebagai bagian integral dari Sistem Jaminan Sosial Daerah (SJSD).&lt;br /&gt;5. Pembiayaan kesehatan bagi keluarga miskin dan rentan diupayakan melalui pembiayaan kesehatan pra upaya dengan premi dibayar pemerintah (pusat, propinsi maupun kabupaten/kota).&lt;br /&gt;6. Pembiayaan kesehatan yang bersumber masyarakat dan swasta diarahkan untuk pembiayaan upaya kesehatan secara pra upaya atau dalam bentuk lainnya dilaksanakan dengan prinsip solidaritas sosial yang wajib dan sukarela.&lt;br /&gt;7. Semua pembiayaan bidang kesehatan digunakan dengan tujuan untuk mendukung peningkatan upaya kesehatan yang merata, bermutu, terjangkau dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;8. Pembelanjaan harus transparan, akuntabel, efisien dan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Bentuk Pokok&lt;br /&gt;1. Penggalian Dana&lt;br /&gt;Hal yang harus diperhatikan dalam penggalian dana meliputi :&lt;br /&gt;a. Dana bersumber pemerintah berasal dari APBN, APBD Propinsi, APBD Kabupaten/Kota sekurang-kurangnya 15% untuk sektor kesehatan dari total anggaran pendapatan dan belanja setiap tahunnya.&lt;br /&gt;b. Dana bersumber masyarakat berasal dari perorangan, kelompok, swasta dan sumber lain dikelola oleh badan penyelenggara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengalokasian Dana&lt;br /&gt;Hal yang harus diperhatikan dalam pengalokasian dana meliputi :&lt;br /&gt;a. Pengalokasian dana bersumber pemerintah dilakukan sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku, dengan pembagian yang memadai/proposional yang mengacu pada kesepakatan pencapaian program-program prioritas global, nasional dan regional/spesifik daerah, dengan memperhatikan aspek kebutuhan dan kewajaran.&lt;br /&gt;b. Pengalokasian dana mengutamakan upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif&lt;br /&gt;c. Pengalokasian dana berdasarkan perencanaan dengan memperhitungkan biaya pemeliharaan dan hasil evaluasi program.&lt;br /&gt;d. Pengalokasian dana dari masyarakat dipergunakan untuk UKM, UKP dan UKKD atau sesuai dengan musyawarah berdasarkan atas asas gotong royong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pembelanjaan&lt;br /&gt;a. Pembelanjaan kesehatan untuk :&lt;br /&gt;1) Biaya operasional digunakan untuk pembiayaan kegiatan-kegiatan semua subsistem.&lt;br /&gt;2) Biaya investasi digunakan untuk pembiayaan sarana, prasarana dan tenaga pendukung yang diperlukan untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan semua subsistem.&lt;br /&gt;3) Biaya pemeliharaan digunakan untuk pembiayaan pemeliharaan sarana dan prasarana serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia agar terjaga kualitasnya untuk mendukung kegiatan-kegiatan semua subsistem sehingga dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.&lt;br /&gt;b. Pembelanjaan dana yang bersumber masyarakat dan swasta untuk :&lt;br /&gt;1) Biaya operasional pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana, serta biaya pelaksanaan kegiatan lainnya.&lt;br /&gt;2) Peningkatan pelayanan kesehatan bagi tenaga kerja dan perbaikan lingkungan serta kesehatan masyarakat sekitarnya.&lt;br /&gt;3) Mendukung fungsi sosial pada sarana pelayanan kesehatan swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAB VI&lt;br /&gt;SUBSISTEM SUMBERDAYA MANUSIA KESEHATAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;Subsistem Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan adalah tatanan yang menghimpun berbagai upaya perencanaan, pendidikan dan pelatihan, serta pendayagunaan SDM kesehatan secara terpadu dan saling mendukung, dalam rangka tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;SDM kesehatan adalah semua orang yang bekerja secara aktif dan profesional di bidang kesehatan, baik yang tidak memiliki maupun yang memiliki pendidikan formal kesehatan diantaranya adalah Tenaga Kesehatan.&lt;br /&gt;Tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tujuan&lt;br /&gt;Tersedianya SDM Kesehatan yang bermutu, cukup, merata, dan dimanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna untuk terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Unsur-unsur Utama&lt;br /&gt;Subsistem SDM Kesehatan terdiri dari tiga unsur utama, yakni:&lt;br /&gt;1. Perencanaan sumber daya manusia kesehatan merupakan upaya penetapan jenis, jumlah, dan kualifikasi sumber daya manusia kesehatan sesuai dengan kebutuhan pembangunan kesehatan :&lt;br /&gt;a. Jenis tenaga kesehatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;b. Jumlah SDM Kesehatan berdasar pada perhitungan rencana kebutuhan dengan metode terpilih.&lt;br /&gt;c. Kualifikasi SDM Kesehatan menurut jenjang pendidikan sesuai dengan kebutuhan pembangunan kesehatan dengan metode terpilih.&lt;br /&gt;2. Pendidikan dan pelatihan SDM Kesehatan merupakan upaya pengadaan, peningkatan kinerja, profesionalisme dan atau penunjang pengembangan karier tenaga kesehatan.&lt;br /&gt;3. Pendayagunaan SDM Kesehatan merupakan upaya pengangkatan, penempatan, pemanfaatan, pemerataan, pembinaan dan pengawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Prinsip&lt;br /&gt;Penyelenggaraan subsistem SDM Kesehatan mengacu pada prinsip-prinsip sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Pengadaan SDM Kesehatan sesuai dengan perencanaan yang mencakup jumlah, jenis dan kualifikasinya sesuai kebutuhan pembangunan kesehatan serta dinamika pasar di dalam maupun di luar negeri.&lt;br /&gt;2. Pendidikan dan pelatihan SDM Kesehatan diarahkan pada penguasaan ilmu dan teknologi serta etika profesi sesuai dengan nilai dan norma yang diselenggarakan secara berkelanjutan dengan melibatkan organisasi profesi.&lt;br /&gt;3. Pendayagunaan SDM Kesehatan memperhatikan asas pemerataan pelayanan kesehatan, kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat maupun SDM Kesehatan.&lt;br /&gt;4. Pendayagunaan tenaga kesehatan dalam upaya pemerataan pelayanan kesehatan dapat dilakukan baik oleh pemerintah melalui pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) / Pegawai Tidak Tetap (PTT) maupun swasta melalui masa bakti cara lain.&lt;br /&gt;5. Pengembangan karier dilaksanakan secara obyektif, transparan, berdasarkan prestasi kerja, dan disesuaikan dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;6. Pembinaan masyarakat yang bekerja di bidang kesehatan diarahkan pada penguasaan keterampilan sesuai dengan nilai dan norma.&lt;br /&gt;7. Pembiayaan pengelolaan SDM Kesehatan yang meliputi : Perencanaan, Pendidikan dan Pelatihan serta Pendayagunaan dapat dibiayai APBN, APBD, Swasta yang diatur dalam Sub Sistem Pembiayaan Kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Bentuk Pokok&lt;br /&gt;1. Perencanaan SDM Kesehatan&lt;br /&gt;Merupakan program yang bertujuan meningkatkan mutu manajemen SDM Kesehatan dalam menentukan jumlah, jenis dan kualifikasi sesuai kebutuhan&lt;br /&gt;pembangunan kesehatan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan SDM Kesehatan adalah :&lt;br /&gt;a. Perencanaan SDM Kesehatan memerlukan sistem informasi manajemen SDM Kesehatan (SIM-SDMKes) antara propinsi, kabupaten/kota, institusi pendidikan, organisasi profesi dan institusi pengguna SDM kesehatan agar sesuai kebutuhan, yang dalam pelaksanaannya perlu dibentuk unit pengelola data berkedudukan di Dinas Kesehatan Propinsi dan selanjutnya dikembangkan di kabupaten/kota.&lt;br /&gt;b. Kebutuhan SDM Kesehatan, baik jenis, jumlah, maupun kualifikasi dirumuskan dan ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan masukan dari Majelis Tenaga Kesehatan Propinsi (MTKP) yang merupakan badan yang mempunyai sifat otonom, non struktural dibentuk oleh gubernur dan bertanggung jawab kepada gubernur, berkedudukan di propinsi dengan keanggotaan terdiri dari berbagai pihak terkait, antara lain organisasi profesi, forum komunikasi institusi pendidikan tenaga kesehatan, masyarakat profesi, tokoh masyarakat yang konsen dengan bidang kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pendidikan dan Pelatihan SDM Kesehatan&lt;br /&gt;Merupakan program yang bertujuan meningkatkan mutu, kinerja dan profesionalisme SDM Kesehatan sesuai jumlah, jenis yang dibutuhkan. Untuk pendidikan dan pelatihan SDM Kesehatan, hal-hal yang harus diperhatikan adalah :&lt;br /&gt;a. Pendirian institusi pendidikan dan pembukaan program studi dibidang kesehatan harus memperhatikan mutu, keseimbangan antara kebutuhan, produksi dan pendayagunaan SDM Kesehatan serta kepastian bahwa secara finansial tidak mengakibatkan beban tambahan bagi pemerintah.&lt;br /&gt;b. Standar pendidikan vokasi, sarjana, dan profesi tingkat pertama ditetapkan oleh asosiasi institusi pendidikan tenaga kesehatan yang bersangkutan, sedangkan standar pendidikan profesi tingkat lanjutan ditetapkan oleh kolegium profesi yang bersangkutan.&lt;br /&gt;c. Penyelenggara pendidikan vokasi, sarjana, dan profesi tingkat pertama adalah institusi pendidikan tenaga kesehatan yang telah diakreditasi oleh badan akreditasi yang berwenang. Penyelenggara pendidikan profesi tingkat lanjutan adalah institusi berbasis pendidikan dan institusi berbasis rumah sakit yang telah diakreditasi oleh kolegium profesi yang bersangkutan.&lt;br /&gt;d. Peningkatan mutu SDM Kesehatan yang bekerja di institusi kesehatan perlu diselenggarakan melalui kalakarya, pelatihan teknis dan fungsional menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.&lt;br /&gt;e. SDM Kesehatan yang akan dikirim ke luar negeri perlu pelatihan khusus untuk mendapatkan kompetensi yang sesuai dengan negara tujuan, menjadi tanggung jawab pemerintah propinsi.&lt;br /&gt;f. Pengendalian mutu institusi pendidikan dan pelatihan, antara lain melalui akreditasi pada dasarnya untuk bimbingan menuju suatu institusi diklat kesehatan yang bermutu.&lt;br /&gt;g. Penyelenggara pelatihan tenaga kesehatan dilakukan oleh berbagai pihak yang telah terakreditasi oleh Pusdiklatkes/Badan Pendidikan Pelatihan Propinsi/Dinas Kesehatan Propinsi, dengan menggunakan pedoman penyelenggaraan pelatihan di bidang kesehatan dari Departemen Kesehatan.&lt;br /&gt;h. Sertifikasi lulusan pendidikan tenaga kesehatan dilakukan oleh institusi pendidikan tenaga kesehatan tersebut.&lt;br /&gt;i. Tenaga kesehatan non medis lulusan Institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan Jawa Timur dilakukan registrasi administrasi (bukti lapor) oleh Dinas Kesehatan Propinsi sesuai dengan ketentuan Departemen Kesehatan RI dan bagi lulusan tenaga kesehatan medis registrasi dilakukan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).&lt;br /&gt;j. Uji kompetensi bagi lulusan tenaga kesehatan non medis dilakukan oleh Majelis Tenaga Kesehatan Propinsi (MTKP) untuk mendapatkan sertifikat kompetensi dan bagi lulusan tenaga kesehatan medis uji kompetisi dilakukan oleh kolegium masing-masing dengan menggunakan pedoman dan metode tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pendayagunaan SDM Kesehatan&lt;br /&gt;Merupakan program yang bertujuan mengangkat, menempatkan, membina dan mengawasi SDM Kesehatan menurut jumlah, jenis, kualifikasi sesuai kebutuhan. Pada pendayagunaan SDM Kesehatan, hal-hal yang harus diperhatikan meliputi :&lt;br /&gt;a. Pengangkatan SDM Kesehatan pada sarana pelayanan kesehatan milik pemerintah propinsi dan kabupaten/kota menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;b. Khusus untuk pengangkatan tenaga kesehatan strategis pada sarana pelayanan kesehatan propinsi, kabupaten/kota dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan propinsi. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;c. Pengangkatan tenaga kesehatan di propinsi maupun kabupaten/kota dapat dilakukan dengan  cara : pengangkatan sebagai PNS, sistem kontrak kerja (PTT pusat, PTT daerah, dengan cara lain) dengan memprioritaskan pemerataan didaerah sangat terpencil, terpencil, tertinggal, maupun daerah tidak diminati serta mempertimbangkan faktor demografi dan budaya masyarakat setempat. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;d. Penempatan tenaga kesehatan strategis PNS dan PTT pada sarana pelayanan kesehatan pemerintah ditetapkan oleh Gubernur atas rekomendasi Tim Penempatan Tenaga Kesehatan Strategis yang terdiri dari unsur Biro Kepegawaian Propinsi, Dinkes Propinsi, Organisasi Profesi, Rumah Sakit Pendidikan, Arsada dan Adinkes. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;e. Penempatan tenaga kesehatan strategis baik dalam melaksanakan masa bakti maupun selesai masa bakti pada sarana pelayanan kesehatan swasta ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota dengan rekomendasi Tim Penempatan Tenaga Kesehatan Strategis dan melibatkan asosiasi terkait. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;f. Pemanfaatan SDM Kesehatan di sarana kesehatan agar mempertimbangkan : fasilitas sarana kesehatan yang ada, pengembangan sarana pelayanan kesehatan, program spesifik lokal daerah dan kesesuaian latar belakang pendidikan SDM Kesehatan, profesi serta kompetensinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;g. Peningkatan karier melalui jalur karier dan pengembangan karier dapat dilakukan melalui pengangkatan dalam jabatan struktural, fungsional serta peningkatan pendidikan dan pelatihan sesuai kebutuhan organisasi kesehatan baik di dalam maupun di luar kabupaten/kota, propinsi maupun pusat. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;h. Pengiriman Tenaga Kesehatan non PNS Keluar Negeri (TKKI) diselenggarakan oleh suatu lembaga khusus yang dibentuk oleh gubernur terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, Disnaker dan Imigrasi dengan mengikut sertakan Penyelenggara Jasa Tenaga Kerja Kesehatan Indonesia (PJTKKI ). &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;i. Pengiriman dan penempatan tenaga kesehatan PNS propinsi pada sarana pelayanan kesehatan di luar negeri diselenggarakan oleh lembaga khusus dengan mengalihkan terlebih dahulu status PNS daerah menjadi PNS pusat. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;j. Pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan Warga Negara Indonesia lulusan luar negeri, harus mengikuti program adaptasi yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan yang direkomendasi oleh organisasi profesi terkait. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;k. Pendayagunaan SDM Kesehatan asing di sarana kesehatan propinsi dan kabupaten/kota harus sesuai undang - undang yang berlaku. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;l. Pembinaan dan pengawasan SDM Kesehatan dikoordinasi oleh Dinas Kesehatan Propinsi dengan melibatkan organisasi profesi dan asosiasi terkait. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;m. Pembinaan dan pengawasan praktik profesi dilakukan melalui sertifikasi, registrasi, uji kompetensi, dan pemberian lisensi. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;n. Pendayagunaan tenaga masyarakat di bidang kesehatan dilakukan secara terpadu oleh Dinas Kesehatan Propinsi, Kabupaten/Kota, dan Masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAB VII&lt;br /&gt;SUBSISTEM OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;Subsistem obat dan perbekalan kesehatan adalah tatanan yang menghimpun berbagai upaya guna menjamin ketersediaan, pemerataan, mutu dan keamanan obat dan perbekalan kesehatan secara terpadu dalam rangka tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tujuan&lt;br /&gt;Tersedianya obat dan perbekalan kesehatan, yang merata, bermutu, aman, bermanfaat dan terjangkau serta melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan obat dan perbekalan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Unsur-unsur Utama&lt;br /&gt;Subsistem obat dan perbekalan kesehatan terdiri atas lima unsur utama, yakni :&lt;br /&gt;1. Ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan merupakan upaya pemenuhan kebutuhan obat dan perbekalan kesehatan sesuai dengan jenis, jumlah dan ketepatan waktu.&lt;br /&gt;2. Pemerataan obat dan perbekalan kesehatan merupakan penyebaran obat dan perbekalan kesehatan secara merata dan berkesinambungan, sehingga mudah diperoleh dan terjangkau oleh masyarakat.&lt;br /&gt;3. Pengawasan dan pengamanan mutu obat dan perbekalan kesehatan merupakan upaya menjamin khasiat / manfaat, keamanan serta keabsahan obat dan perbekalan kesehatan sesuai standar mutu sejak dari produksi hingga pemanfaatannya serta dampak bahaya yang mungkin ditimbulkan.&lt;br /&gt;4. Pencegahan, penanggulangan penyalahgunaan Napza lainnya.&lt;br /&gt;5. Pengembangan obat asli Indonesia dilaksanakan melalui penelitian dan pengembangan, untuk dimanfaatkan dalam pelayanan kesehatan formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima unsur tersebut bersinergi dan ditunjang dengan teknologi, sumber daya manusia, manajemen, dan pembiayaan untuk optimalisasi upaya kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Prinsip&lt;br /&gt;Penyelenggaraan subsubsistem obat dan perbekalan kesehatan mengacu pada prinsip-prinsip sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Obat dan perbekalan kesehatan merupakan komoditas khusus yang mempunyai fungsi sosial sehingga tidak boleh diperlakukan sebagai komoditas ekonomi semata dan harus tersedia, terjangkau, bermutu serta aman. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;2. Pemerintah mengendalikan harga obat dan perbekalan kesehatan, tidak sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar serta tidak boleh dipromosikan secara berlebihan dan menyesatkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;3. Penyediaan obat mengutamakan obat esensial generik bermutu melalui optimalisasi industri obat dalam negeri. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;4. Penyediaan perbekalan kesehatan harus sesuai dengan standar kualitas yang berlaku.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;5. Pengembangan dan peningkatan obat asli Indonesia ditujukan agar diperoleh obat tradisional yang bermutu tinggi, aman, memiliki khasiat nyata yang teruji secara ilmiah, dan dimanfaatkan secara luas. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;6. Pengamanan obat dan perbekalan kesehatan diselenggarakan mulai dari tahap produksi, distribusi dan pemanfaatan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;7. Ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan termasuk narkotika dan psikotropika golongan tertentu, pengelolaannya harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Bentuk Pokok&lt;br /&gt;1. Upaya ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan&lt;br /&gt;Dalam bentuk pokok ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan, yang harus diperhatikan adalah :&lt;br /&gt;a. Perencanaan kebutuhan obat pelayanan kesehatan dasar (PKD) dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/kota dengan koordinasi pemerintah propinsi. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;b. Perencanaan kebutuhan obat kecuali obat PKD dan perbekalan kesehatan diselenggarakan oleh pemerintah pusat, pemerintah propinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan pihak terkait dengan koordinasi yang efektif. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;c. Perencanaan dan pengadaan obat pada sarana kesehatan mengacu pada DOEP, sedangkan pengadaan dan pelayanan obat di rumah sakit berdasarkan Daftar Obat Esensial Rumah Sakit (DOERS) dalam bentuk formularium rumah sakit. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;d. DOEN merupakan rujukan dari DOEP, dan DOEP merupakan rujukan dari DOERS dalam bentuk formularium rumah sakit. Selama DOEP belum tersusun mengacu pada DOEN. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;e. Pengadaan, produksi, dan distribusi obat dan perbekalan kesehatan diawasi dan dipantau oleh pemerintah. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;f. Penyediaan buffer stock obat dan perbekalan kesehatan tertentu sesuai kebutuhan diutamakan untuk mengatasi kejadian luar biasa (KLB) dan ketersediaannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;g. Obat dan perbekalan kesehatan yang sudah rusak, kadaluwarsa atau sudah tidak layak harus dimusnahkan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Upaya pemerataan obat dan perbekalan kesehatan&lt;br /&gt;Dalam bentuk pokok upaya pemerataan obat dan perbekalan kesehatan, hal-hal yang harus diperhatikan adalah :&lt;br /&gt;a. Pendistribusian obat dan perbekalan kesehatan diselenggarakan secara berjenjang mulai dari produsen sampai dengan konsumen. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;b. Penatalaksanaan pengelolaan obat dan perbekalan kesehatan yang meliputi tata cara, sarana dan prasarana penunjang menjadi tanggung jawab dan diselenggarakan oleh pemerintah. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;c. Penanggungjawab pengelolaan obat di UKM adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Upaya pengawasan dan pengamanan mutu obat dan perbekalan kesehatan&lt;br /&gt;Dalam bentuk pokok upaya pengawasan dan pengamanan mutu obat dan perbekalan kesehatan, hal-hal yang harus diperhatikan adalah : &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;a. Pengawasan dan pengamanan mutu mulai dari proses produksi sampai dengan distribusi obat dan perbekalan kesehatan dilakukan oleh pemerintah dan organisasi profesi, didukung peran aktif masyarakat melalui sistem “Total Quality Assurance”. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;b. Sarana pelayanan obat dan perbekalan kesehatan harus mempunyai fasilitas penyimpanan dan dikelola oleh tenaga sesuai persyaratan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;c. Pelayanan obat harus mengacu pada pedoman penggunaan obat yg rasional, diikuti dengan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE). &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;d. Pelayanan informasi efek samping obat dan perbekalan kesehatan termasuk keracunan dilaksanakan oleh jaringan SIKer Propinsi Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan napza&lt;br /&gt;Dalam bentuk pokok upaya pencegahan dan penanggulangan napza, hal-hal yang harus diperhatikan adalah :&lt;br /&gt;a. Upaya promosi, surveilans, pengobatan dan rehabilitasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan Napza dilakukan oleh pemerintah berkoordinasi dengan badan yang menangani pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan napza, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;b. Sistem Pelaporan Narkotika dan Psikotropika (SIPNAP) dilakukan oleh pemerintah dan dikembangan sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Upaya pengembangan obat asli Indonesia&lt;br /&gt;Dalam bentuk pokok upaya pengembangan obat asli Indonesia, hal-hal yang harus diperhatikan adalah :&lt;br /&gt;a. Penelitian dan pengembangan budi daya tanaman obat asli Indonesia dilaksanakan oleh pemerintah melalui peran aktif Balai Materia Medika bekerja sama dengan lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, institusi terkait, masyarakat dan pihak swasta. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;b. Penelitian dan pengembangan pemanfaatan tanaman obat asli Indonesia dilaksanakan oleh pemerintah, Sentra P3T Jawa Timur bersama institusi terkait dan pihak swasta. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;c. Obat asli Indonesia yang sudah terbukti secara ilmiah dapat dimasukkan dalam DOEP dan formularium rumah sakit (DOERS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;SUBSISTEM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian&lt;br /&gt;Subsistem pemberdayaan masyarakat merupakan tatanan yang menghimpun berbagai upaya perorangan, kelompok dan masyarakat sebagai pelaku di bidang pembangunan kesehatan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan&lt;br /&gt;Tujuan subsistem pemberdayaan masyarakat adalah terselenggaranya pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan, kemandirian perorangan, kelompok dan masyarakat dalam bentuk pengabdian, advokasi, maupun pengawasan sosial dalam pembangunan kesehatan secara berhasil guna dan berdaya guna untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur-unsur Utama&lt;br /&gt;Subsistem pemberdayaan masyarakat terdiri atas tiga unsur utama, yakni :&lt;br /&gt;1. Pemberdayaan perorangan merupakan upaya meningkatkan peran, fungsi, dan kemampuan perorangan dalam membuat keputusan untuk memelihara kesehatan, dimulai dari diri sendiri yakni mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang diteladani oleh anggota keluarga dan masyarakat sekitar, dan menjadi peserta jaminan pemeliharaan kesehatan dalam berbagai bentuk yang berkembang di masyarakat. Pada tahap selanjutnya individu mampu berperan aktif sebagai kader kesehatan dalam menggerakkan masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat serta menjadi penggerak bagi terbentuknya kelompok Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM). &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;2. Pemberdayaan kelompok merupakan upaya meningkatkan peran, fungsi, dan kemampuan kelompok-kelompok di masyarakat termasuk swasta sehingga dapat mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi dan dapat berperan aktif dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya. Kegiatan yang dilakukan dapat berupa program pengabdian, memperjuangkan kepentingan masyarakat di bidang kesehatan, serta melakukan pengawasan sosial terhadap pembangunan kesehatan. Pemberdayaan kelompok menghasilkan kelompok-kelompok peduli kesehatan antara lain: kelompok peduli kesehatan reproduksi remaja, peduli HIV/AIDS , anti merokok , anti aborsi , pengamanan pestisida , peduli lingkungan sehat , peduli autisme , kelompok pengobat tradisional, dana sehat, pos kesehatan pesantren, lembaga konsumen kesehatan , SBH serta bentuk UKBM lainnya. Kelompok kelompok ini menjadi jembatan informasi dan alih teknologi antara pemerintah - swasta dan masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;3. Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya meningkatkan peran, fungsi, dan kemampuan masyarakat termasuk swasta sehingga dapat mengatasi masalah kesehatan dan kedaruratan terhadap bencana yang dihadapi dan dapat berperan aktif dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya. Kegiatan yang dilakukan dapat berupa program pengabdian, memperjuangkan kepentingan masyarakat di bidang kesehatan serta melakukan pengawasan sosial terhadap pembangunan kesehatan. Pemberdayaan masyarakat menghasilkan gerakan / kegiatan masyarakat yang mendukung program kesehatan antara lain : Poskesdes, Poskestren, Posyandu, Polindes, Gerakan Jumat Bersih, PSN, Program Kali Bersih dan lain sejenisnya. Gerakan tersebut selanjutnya membentuk Forum Kabupaten/Kota Sehat, Dewan Penyantun Kesehatan atau Badan Perwalian Kesehatan. Forum ini yang selanjutnya akan menyuarakan gagasan dan kehendak masyarakat sesuai pilihan dan kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan dalam suatu bentuk gerakan masyarakat yang terencana dan terkoordinasi dalam Desa Siaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Prinsip&lt;br /&gt;Penyelenggaraan subsistem pemberdayaan masyarakat mengacu pada prinsip-prinsip sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Berbasis pada tata nilai perorangan, keluarga dan masyarakat sesuai dengan kebutuhan, sosial budaya, dan potensi setempat. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;2. Pemerintah berperan sebagai fasilitator yang akuntabel dalam penyelenggaraan upaya kesehatan berbasis masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;3. Pendekatan edukatif untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan, kemampuan dan kepedulian, serta peran aktif dalam berbagai upaya kesehatan utamanya dalam kesiagaan masyarakat untuk menanggulangi masalah kesehatan dan tanggap darurat bencana. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;4. Meningkatkan akses untuk memperoleh informasi dan kesempatan mengemukakan pendapat, serta keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan kesehatan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;5. Menerapkan prinsip kemitraan berdasarkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang terorganisasi dalam berbagai kelompok atau kelembagaan masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;6. Pemberian penghargaan kepada perorangan, kelompok, masyarakat maupun lembaga/institusi yang telah berjasa sebagai penggagas, pengabdi, dan penggerak pembangunan kesehatan untuk memantapkan pemberdayaan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Bentuk Pokok&lt;br /&gt;1. Pemberdayaan Perorangan&lt;br /&gt;Dalam bentuk pemberdayaan perorangan, hal-hal yang harus diperhatikan adalah :&lt;br /&gt;a. Meningkatkan peran individu sebagai pemrakarsa kegiatan di bidang kesehatan melalui bimbingan teknis. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;b. Meningkatkan peran individu sebagai kader atau teladan melalui pembentukan pribadi dengan PHBS, sesuai dengan karakteristik budaya setempat dengan cara pendampingan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;c. Meningkatkan fungsi individu dalam menyuarakan kehendak masyarakat di bidang kesehatan dengan cara pendampingan oleh jajaran kesehatan di setiap jenjang secara berkesinambungan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;d. Meningkatkan kemampuan individu , yaitu tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh populer, tokoh adat, tokoh politik, dan tokoh swasta melalui pendekatan edukatif dalam bentuk pelatihan , sarasehan , lokakarya dan prinsip kemitraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemberdayaan Kelompok&lt;br /&gt;Dalam bentuk pemberdayaan kelompok, hal-hal yang harus diperhatikan adalah :&lt;br /&gt;a. Dilakukan atas prakarsa perorangan atau kelompok-kelompok yang ada di masyarakat termasuk swasta dan pemerintah dalam bentuk kelompok peduli kesehatan. Ditujukan kepada kelompok seperti : kelompok pengajian/persekutuan doa/kelompok agama yang lain, kelompok adat, kelompok budaya, kelompok seminat, kelompok sebaya, organisasi wanita, organisasi pemuda, dan organisasi profesi. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;b. Terbentuk atas dukungan, dorongan maupun terinspirasi kelompok atau lembaga sejenis dan pembentukan opini publik yang dikembangkan melalui media massa dan didasarkan pada situasi kondisi sesuai budaya masyarakat setempat yang bisa didukung oleh survei atau jajak pendapat.&lt;br /&gt;c. Pemberdayaan kelompok dapat dilakukan dalam wadah organisasi formal seperti yayasan, paguyuban sinoman arek suroboyo maupun nonformal seperti majelis taklim &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;d. Meningkatkan fungsi kelompok dalam menyuarakan kehendak masyarakat serta memilih/ menentukan kebutuhan masyarakat di&lt;br /&gt;bidang kesehatan dengan cara pendampingan oleh jajaran kesehatan di setiap jenjang secara berkesinambungan &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;e. Pendampingan dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kelompok melalui lokakarya atau sarasehan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pemberdayaan Masyarakat&lt;br /&gt;Dalam bentuk pemberdayaan kelompok, hal-hal yang harus diperhatikan adalah :&lt;br /&gt;Dilakukan atas prakarsa perorangan atau kelompok-kelompok yang ada di masyarakat termasuk institusi swasta dan pemerintah dalam bentuk gerakan masyarakat untuk berperan mendukung pembangunan kesehatan.&lt;br /&gt;a. Terbentuk atas dorongan kelompok / forum masyarakat yang menginginkan perubahan dengan mengadopsi PHBS berupa gerakan / kegiatan yang rutin maupun insidental yang mencakup seluruh masyarakat di suatu wilayah &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;b. Meningkatkan fungsi masyarakat dalam menyuarakan kehendak masyarakat serta memilih/ menentukan kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan dan kedaruratan bencana. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;c. Pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pembentukan wadah perwakilan masyarakat peduli kesehatan , berupa : Forum Masyarakat Desa, Badan Penyantun Puskesmas , Forum atau Koalisi Kabupaten / Kota Sehat. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;d. Pendampingan dapat dilakukan oleh jajaran kesehatan , instansi pemerintah terkait dan kelompok peduli kesehatan di setiap jenjang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui penyuluhan massa, lokakarya atau sarasehan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAB IX&lt;br /&gt;SUBSISTEM MANAJEMEN KESEHATAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;Subsistem manajemen kesehatan merupakan bagian dari administrasi kesehatan, sistem informasi kesehatan, ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan, serta hukum kesehatan secara terpadu, guna tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tujuan&lt;br /&gt;Terselenggaranya fungsi manajemen kesehatan yang mendukung subsistem lain secara berhasil guna dan berdaya guna untuk terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Unsur-unsur Utama&lt;br /&gt;Subsistem manajemen kesehatan terdiri atas empat unsur utama, yakni :&lt;br /&gt;1. Administrasi kesehatan yang dijabarkan melalui fungsi manajemen yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pengawasan, evaluasi dan pertanggungjawaban penyelenggaraan pembangunan kesehatan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;2. Informasi kesehatan merupakan hasil pengumpulan dan pengolahan data yang menjadi masukan bagi pengambilan keputusan di bidang kesehatan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;3. Ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan merupakan hasil penelitian dan pengembangan yang menjadi masukan bagi pengambilan keputusan di bidang kesehatan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;4. Hukum kesehatan merupakan peraturan perundang-undangan kesehatan yang dipakai sebagai acuan bagi penyelenggaraan pembangunan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Prinsip&lt;br /&gt;Dalam prinsip administrasi kesehatan, hal-hal yang harus diperhatikan meliputi :&lt;br /&gt;Penyelenggaraan subsistem manajemen kesehatan mengacu pada prinsip-prinsip sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Administrasi Kesehatan&lt;br /&gt;a. Propinsi sebagai wilayah administrasi melaksanakan kewenangan tertentu di bidang kesehatan yang dilimpahkan kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat dan melaksanakan kewenangan sebagai daerah otonom serta kewenangan lain yang tidak dapat diselenggarakan oleh kabupaten/kota dengan berpedoman pada asas dan kebijakan desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan sebagai bagian dari NKRI. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;b. Diselenggarakan dengan memperhatikan hubungan administrasi, koordinasi, sesuai dengan kewenangan berbagai sektor dan institusi kesehatan lain di berbagai jenjang administrasi pemerintahan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;c. Administrasi kesehatan diselenggarakan dengan mengupayakan kejelasan pembagian kewenangan, tugas, dan tanggung jawab antar unit kesehatan dalam satu jenjang yang sama dan di berbagai jenjang administrasi pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Informasi Kesehatan&lt;br /&gt;Dalam prinsip informasi kesehatan, hal-hal yang harus diperhatikan meliputi :&lt;br /&gt;1. Informasi kesehatan mencakup seluruh kondisi/keadaan yang terkait dengan masalah kesehatan untuk mendukung suatu pengambilan keputusan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;2. Informasi kesehatan yang disediakan harus akurat dan disajikan secara cepat, tepat waktu, mutakhir dan mudah diakses dengan mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;3. Akses terhadap informasi kesehatan tertentu harus memperhatikan aspek kerahasiaan yang berlaku di bidang kesehatan dan kedokteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. IPTEK Kesehatan&lt;br /&gt;Pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan adalah untuk kepentingan masyarakat dan tidak boleh bertentangan dengan kaidah ilmiah, etika dan moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hukum Kesehatan&lt;br /&gt;Pengembangan hukum kesehatan diarahkan untuk terwujudnya sistem hukum kesehatan yang mencakup pengembangan substansi hukum, kultur dan budaya hukum serta aparatur hukum kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Bentuk Pokok&lt;br /&gt;1. Administrasi Kesehatan&lt;br /&gt;Dalam bentuk pokok administrasi kesehatan, hal-hal yang harus diperhatikan adalah : &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;a. Kewenangan Propinsi Jawa Timur sebagai wilayah administrasi adalah melaksanakan kewenangan tertentu di bidang kesehatan yang dilimpahkan kepada Gubernur Jawa Timur sebagai wakil pemerintah pusat, melaksanakan kewenangan sebagai daerah otonom dan atau kewenangan lain yang tidak dapat diselenggarakan oleh kabupaten/kota. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;b. Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur sebagai instansi kesehatan tertinggi dalam satu wilayah administrasi propinsi adalah penanggung jawab administrasi kesehatan di tingkat propinsi sesuai dengan kewenangannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;c. Dinas Kesehatan Propinsi berhubungan secara teknis fungsional dengan Depkes RI dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan sebaliknya, serta dengan penyelenggara pelayanan kesehatan lain di Propinsi Jawa Timur. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;d. Dinas Kesehatan Propinsi melaksanakan kewenangan yang berasal dari tugas dekonsentrasi bidang kesehatan dengan fungsi perumusan kebijakan teknis bidang kesehatan, pemberian perizinan, dan pelaksanaan pelayanan kesehatan, serta pembinaan dan bantuan teknis terhadap Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Di samping itu, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota juga melakukan kewenangan desentralisasi di bidang kesehatan yang penyelenggaraannya melalui UPT Dinas Kesehatan Propinsi dan kewenangan lain yang tidak dapat diselenggarakan oleh kabupaten/kota. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;e. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melaksanakan kewenangan desentralisasi di bidang kesehatan, dengan melaksanakan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan/atau propinsi yang dirumuskan dalam kebijakan kabupaten/kota, pemberian perizinan dan pelaksanaan pelayanan kesehatan, serta pembinaan terhadap unit pelaksaksana teknis daerah (UPTD) kesehatan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;f. Dinas Kesehatan Propinsi melakukan fungsi kesehatan tertentu yang penyelenggaraannya oleh UPT dan fungsi kesehatan lain yang tidak dapat diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;g. Perencanaan kesehatan propinsi diselenggarakan dengan menetapkan kebijakan pembangunan kesehatan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek mengacu pada kesepakatan global, regional, kebijakan nasional dan memperhatikan kondisi spesifik daerah, kewenangan wajib, SPM bidang kesehatan melalui sinkronisasi dan koordinasi dengan kabupaten/kota dan unit terkait. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;h. Pelaksanaan dan pengendalian pembangunan kesehatan di propinsi mengacu kebijakan desentralisasi, dekonsentrasi, tugas pembantuan dan berpedoman pada peraturan perundang-undangan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;i. Pengawasan pembangunan kesehatan dilakukan dengan mengoptimalkan pengawasan melekat, koordinasi dengan aparatur pengawasan fungsional dan memanfaatkan pengawasan oleh masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;j. Dalam rangka pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan desentralisasi kabupaten/kota wajib membuat dan mengirimkan laporan pelaksanaan dan hasil pembangunan kesehatan kepada propinsi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;k. Dinas Kesehatan Propinsi wajib melakukan evaluasi, membuat dan mengirimkan laporan pelaksanaan dan has
